Sharing seputar Dunia Tkj dan Blogging ^^

Showing posts with label CLI. Show all posts
Showing posts with label CLI. Show all posts

Tuesday, December 6, 2016

Memasang Google Drive Cli di Server


Google drive adalah layanan cloudstorage milik Google, salah satu kelebihan google drive adalah kita diberikan layanan storage gratis berkapasitas 15 GB, juga google drive ini terintegrasi dengan layanan Google lainnya, seperti gmail.

Kita bisa gunakan google drive untuk mengunggah atau mengunduh berkas atau folder melalui browser. Adanya google drive client memberikan kemudahan kita dalam mensinkronisasi berkas yang berada dalam komputer kita ke server Google, tanpa harus melakukan pengunggahan, dan akan sangat berguna jika Anda ingin mengunggah banyak berkas atau berkas yang dalam jumlah besar.

Google drive client hadir diberbagai sistem operasi baik Windows, MacOS dan bahkan Android, terkecuali untuk GNU/Linux, Anda hanya bisa menggunakan alternatif yakni Insync.

Nah, bicara mengenai GNU/Linux yang tidak disediakan google drive client oleh Google. Kita akan menggunakankan alternatif lain, tidak menggunakan Insync, melainkan menggunakn Google drive CLI, bisa kita terapkan di server kita sebagai media backup.

Hadirnya tulisan ini, penulis akan membahas mengenai Google drive CLI yang mana telah penulis gunakan untuk membackup berkas penting dalam server, agar nantinya bisa disinkronisasikan ke komputer atau laptop penulis di rumah.

Langsung saja kita, mulai. Pertama-tama unduh terlebih dahulu Google Drive CLI Anda di:

https://github.com/prasmussen/gdrive

Pilih disesuaikan dengan arsitektur GNU/Linux mana yang Anda gunakan, jika Anda menggunakan 64bit unduh:

https://docs.google.com/uc?id=0B3X9GlR6EmbnQ0FtZmJJUXEyRTA&export=download

Jika 32bit unduh:

https://docs.google.com/uc?id=0B3X9GlR6EmbnLV92dHBpTkFhTEU&export=download

Perhatiaan dikarenakan tautan di atas bersumber dari google drive, kita tidak bisa memanfaatkan curl atau wget, Anda unduh manual di komputer Anda, lalu kemudian baru diunggah di server. Cara mengunggahnya, bisa gunakan scp saya mencontohkan menggunakn gdrive CLI 32bit:
$ scp gdrive-linux-386 akun@10.10.10.1:/home/akun
Atau gunakan artikel di bawah ini:
  1. http://www.linuxku.com/2016/09/cara-menyalin-berkas-di-server-tanpa.html
  2. http://www.linuxku.com/2016/05/menyalin-berkas-di-server-tanpa-root.html
Kemudian, Anda login server Anda dengan ssh. Jika Anda mengunggah menggunakan scp, lakukan perintah berikut:
$ sudo cp ~/gdrive-linux-386 /usr/bin/gdrive
$ sudo chmod +x /usr/bin/gdrive
Jika tidak, Anda bisa langsung unggah ke /usr/bin/gdrive, dan chmod +x.

Berikut ini daftar cara menggunakan gdrive CLI:

Untuk pertama kalinya, kita harus memberikan authorization akun kita ke gdrive CLI tersebut. Caranya Anda harus login dulu gmail Anda, kemudian ketik:
$ gdrive list
Lalu Anda akan diminati mengklik tautan untuk proses otorisasi akun, seperti gambar di bawah ini:
Kemduian klik allow:
Dan dapatkan kode verifkasinya:

Masukan kode verifikasi Anda:
Dan Anda akan melihat list dari gdrive Anda:
Jika sudah seperti gambar di atas artinya Anda telah sukses. Apa langkah selanjutnya?

Langkah selanjutnya adalah Anda bisa mengunduh berkas yang ada di google drive Anda, atau mengunggah atau singkronisasi. Anda bisa lihat caranya dengan mengetik: gdrive help.

Sampai di sini dulu, nantikan artikel selanjutnya pembahasan kita mengenai cara otomatis backup server ke google drive. Semoga bermanfaat :)

Saturday, September 24, 2016

Membuat Skrip Auto Backup Seluruh Databases MySQL/Mariadb



Kegiatan pencandangan (backup) suatu database adalah hal yang sangat penting bagi seorang pengelola web server. Ada banyak cara untuk membackup database baik menggunakan aplikasi ataupun skrip yang simpel. Seperti tulisan kali ini, penulis akan membahas mengenai skrip bagaimana cara mem-backup database pada MySQL/Mariadb.
Pada tulisan lalu kita telah membahas mengenai dasar-dasar penggunaan atau perintah dari MySQL/Mariadb (silahkan baca: http://www.linuxku.com/2016/06/perintah-dasar-mysql-dan-mariadb-di-cli.html).

Dari situ kita bisa memanfaatkan perintah mysqldump untuk membackup suatu database. Nah, sekarang kita akan membuat bash script untuk mempermudah cukup satu perintah semua database terbackup.

Langsung saja pertama-tama kita buat direktori /backups
$ sudo mkdir /backups
Kemudian buat skripnya dengan nama db-auto-backup.sh
$ sudo nano /usr/bin/db-auto-backup.sh
Lalu masukan skrip di bawah ini:
#!/bin/bash

/usr/bin/mysql -u root -p'PasswordAnda' -e 'show databases' | /bin/awk '{print $1}' | /bin/grep -v "^Database$" | /usr/bin/xargs -i{} /usr/bin/mysqldump -u root -p'PasswordAnda' --opt -Q -r /backups/{}-`date +%F-%I%p`.sql {}
gzip -q /backups/*.sql
Penjelasan skrip
Skrip menjalankan perintah mengambil seluruh nama database. Kemudian hasilnya setiap nama dari database tersebut diekspor dengan format nama-waktu dan di kompress dengan format tar.gz. Dan jangan lupa ganti pada kata 'PasswordAnda' disesuaikan dengan password pada MySQL/Mariadb server Anda.

Untuk membuat agar berjalan terus-menerus kita buatkan cronjob nya, pertama-tama ketik:
$ crontab -e
Lalu masukan seperti berikut:
30 2 * * *  /usr/bin/db-auto-backup.sh
Semoga bermanfaat. :)

Thursday, June 16, 2016

Memonitoring Network Traffic dengan Darkstat


 
Memontoring suatu peladen (server) adalah bagian tugas penting dari seorang SysAdmin. Ada tersedia cukup banyak peralatan atau aplikasi monitoring untuk server ini, dari mulai yang open-source hingga yang berbayar.

Kali ini penulis memperkenalkan salah satu tool aplikasi kecil dan ringan untuk memonitorisasi server khususnya untuk Network Traffic. Yakni dengan Darkstat.

Apa itu Darkstat?

Darkstat adalah aplikasi kecil, ringan dan cukup berguna untuk menangkap (capturing) lalu lintas jaringan, menghitung statistik tentang penggunaan, yang disajikan dalam bentuk laporan melalui HTTP sehingga dapat dilihat langsung dari browser secara realtime.

Fitur-Fitur Darkstat:
  • Network Traffic berbentuk grafik (bar chart), laporan per host, dengan menunjukkan port untuk setiap host.
  • Tertanam web-server dengan kompresi hingga tidak berat diakses langsung dari browser.
  • Asynchronous resolusi reverse DNS menggunakan proses child
  • Aplikasi Kecil, Portabel, Single-threaded dan Efisien.
  • Mendukung IPv6.

Cara Memasang Darkstat

Unduh kode sumber (source code) Darkstat dari situs resminya yakni:
https://unix4lyfe.org/darkstat/
$ wget https://unix4lyfe.org/darkstat/darkstat-3.0.719.tar.bz2
Kemudian ekstrak kode sumbernya dengan cara berikut:
$ tar -jxvf darkstat-3.0.719.tar.bz2
Pastikan Anda sudah memasang dependensi libpcap. Saya beri contoh untuk pengguna Ubuntu 14.04 LTS dan Ubuntu 16.04 LTS, untuk pengguna distro lainnya saya belum mencoba.
$ sudo apt-get install libpcap-dev
Kemudian masuk ke direktori Darkstat yang sebelumnya tadi telah kita ekstrak dari bz2.
$ cd darkstat-3.0.719
Lalu kompil Darkstat dengan cara berikut:
$ ./configure
$ make
$ sudo make install
Jalan lupa buka port 667 sebagai port default dari Darkstat, cara mudahnya yakni dengan UFW. Penulis asumsikan Anda pengguna UFW dalam Ubuntu Server.
$ sudo ufw allow 667
Cek Ethernet Anda menggunakan ip dengan cara berikut:
$ ip link



Kemudian langsung lakukan perintah berikut untuk mengjalankan Darkstat
$ sudo darkstat -i eth0
atau
$ sudo darkstat -i enp3s0
lalu buka browser Anda dengan mengetik alamat IP dengan port 667 contohnya:
http://127.0.0.1:667
Hasil dari statistik Darkstat seperti berikut:


Bagaimana cara men-stop darkstat? Langsung saja dengan killall:
$ sudo killall darkstat

Semoga bermanfaat :)

Saturday, June 4, 2016

Perintah dasar MySQL dan MariaDB di CLI


Artikel lalu kita telah membahas mengenai instalasi MySQL dan MariaDB berserta kelebihan MariaDB dibandingan MySQL. Sekarang kita memasuki tahap cara menggunakannya via CLI (Command Linux Interface).

Mengapa via CLI? Sebernanya banyak tools aplikasi GUI untuk Mariadb/MySQL ini. Pengetahuan akan penggunaan CLI bagi seorang SysAdmin adalah hal yang sangat diperlukan. Adanya tulisan ini mencoba membahas beberapa perintah dasar penggunaan MariaDB/MySQL yang wajib diketahui oleh seorang SysAdmin.

Seperti yang kita ketahui bahwa MariaDB itu sangat kompatibel dengan MySQL jadi beberapa perintah di tulisan di sini dapat Anda terapkan dikedua database server tersebut.
Langsung saja berikut perintah dasar yang harus Anda ketahui:

Login MySQL/Mariadb

$ sudo mysql -u root -p'password'
Jika sudah masuk, untuk keluar dari Maridb/MySQL ketik quit.

Menampilkan Seluruh Isi Database

 show databases;

Menampilkan Seluruh User

 SELECT User FROM mysql.user;


Membuat Database

create database nama_database; 

Membuat User Baru

create user nama_pengguna@localhost identified by 'passwordAnda';


Mengganti Password User

SET PASSWORD FOR 'user'@'localhost' = PASSWORD('cleartext password');
FLUSH PRIVILEGES;


Memberi Hak Pada User

grant all privileges on nama_database.* to user@localhost;
flush privileges;

Menghapus User

DROP USER 'user'@'localhost';

Menghapus Database

truncate nama_database;
drop database nama_database;

NB: Truncate untuk menghapus seluruh table dalam database Anda, jika tidak ada table bisa langsung drop. Dalam contoh di sini saya langsung menggunakan perintah drop, karena memang table dalam database tidak dibuat di contoh tulisan ini.

Backup MySQL/Mariadb

$ sudo mysqldump -u root -p'password' nama_database > database_backup.sql
Penulis asumsikan database Anda simpan pada direktori /media/buntu/Data/db.

Restore Database

$ sudo mysql -u root -p'password'
use nama_database;
source /direktori/database/berformat.sql;

Penulis asumsikan databases Anda terletak pada direktori /media/buntu/Data/db mengikuti perintah di atas sebelumnya.

Semoga bermanfaat :)