Sharing seputar Dunia Tkj dan Blogging ^^

Showing posts with label Debian. Show all posts
Showing posts with label Debian. Show all posts

Saturday, September 30, 2017

Repository Lokal Debian Lengkap


Kalian para pengguna sistem operasi linux pasti tidak asing lagi dengan yang namanya Repository, dan dalam artikel kali ini saya akan bagikan repository lokal dari Debian 5 (Lenny), 6 (Squeeze), (7) Wheezy, (8) Jessie dan tentunya Debian 9 Stretch yang baru saja dirilis kemarin.

Saturday, November 19, 2016

Install OpenCart di Nginx


OpenCart adalah aplikasi e-Commerce berbasis PHP dengan sistem CMS (content management system), yang mana ia cukup banyak digunakan untuk pembuatan situs pembelanjaan online.

Tulisan kali ini penulis akan memberikan cara tentang bagaimana pemasangan OpenCart di web server yang menggunakan Nginx. Kita akan belajar memasang OpenCart tersebut secara manual dengan bermodalkan CLI (command line interface) saja.
Langsung saja kita mulai praktek, Anda login server Anda via SSH. Pertama-tama kita pasang git terlebih dahulu.
$ sudo apt-get install git
Kemudian pastikan Anda sudah memasang paket php Curl dan Mcrypt, cara pemasangannya ada sebagai berikut:
$ sudo apt-get install php5-curl php5-mcrypt
$ sudo php5enmod mcrypt
$ sudo service php5-fpm restart
Jika Anda pengguna Ubuntu 16.04 ganti kata php5 dengan php7.0.
Kemudian kita buat directory di /srv/http/:
$ sudo mkdir -p /srv
$ sudo mkdir -p /srv/http
Lalu kita clone OpenCart dari GitHub:
$ cd /srv/http
$ sudo git clone https://github.com/opencart/opencart.git
$ cd opencart
Kemudian kita ubah ownernya pada directory upload:
Jika Anda pengguna Debian, Ubuntu dan derivatifnya:
$ sudo chown www-data:www-data -R upload
Jika Anda pengguna Centos, Fedora, RHEL dan derivatifnya:
$ sudo chown nginx:nginx -R upload
Kemudian kita buat virtualhost. Penulis menyarankan gunakan pemetaan virtualhost seperti Debian, Anda bisa mencontohnya pada artikel linuxku.com sebelumnya yakni:

http://www.linuxku.com/2016/05/menerapkan-virtualhost-untuk-keperluan.html

Kita buat virtualhost berikut:
$ sudo nano /etc/nginx/sites-available/opencart
Isi seperti skrip di bawah ini:
server {
 listen 80;

# Jika Anda ingin menggunakan https uncomment di bawah ini
# listen 443;
# ssl on;
# ssl_certificate cert.pem;
# ssl_certificate_key cert.key;
#
# ssl_session_timeout 5m;
#
# ssl_protocols SSLv3 TLSv1 TLSv1.1 TLSv1.2;
# ssl_ciphers "HIGH:!aNULL:!MD5 or HIGH:!aNULL:!MD5:!3DES";
# ssl_prefer_server_ciphers on;
 
 root /srv/http/opencart/upload;
 index index.php index.html index.htm
 server_name opencart.local;

 location / {
          try_files $uri $uri/ /index.php?$args;
 }

    location ~ \.php$ {
        try_files $uri =404;
        fastcgi_intercept_errors on;

        # Hilangkan tanda pagar di samping bagi Anda Pengguna Ubuntu 16.04
 # fastcgi_pass unix:/run/php/php7.0-fpm.sock;
 # Bagi Anda pengguna Ubuntu 14.04
 fastcgi_pass unix:/var/run/php5-fpm.sock;
 
        fastcgi_index index.php;
        fastcgi_param  SCRIPT_FILENAME  $document_root$fastcgi_script_name;
        include fastcgi_params;
    }

   location ~ /\.ht {
 deny all;
   }
}
Perhatian skrip di atas hanya khusus pengguna Ubuntu 14.04 atau 16.04 jika Anda ingin menggunakan skrip di atas untuk distro lainnya harap ubah pada bagian fastcgi disesuai dengan distro Anda.

Kemudian kita aktifkan virtualhostnya:
$ sudo ln -s /etc/nginx/sites-available/opencart /etc/nginx/sites-enabled/
Lalu kita restart Nginx:
$ sudo service nginx retart
Sekarang kita beranjak ke database, kita buat database beserta usernamenya.
$ mysql -u root -p'Password Anda'
Kemudian lakukan perintah seperti di bawah ini:
mysql> create database opencart_db;
mysql> create user opencart_db_user@localhost identified by 'Password Anda';
mysql> grant all privileges on opencart_db.* to opencart_db_user@localhost;
mysql> flush privileges;
mysql> \q
Lalu kemudian kita buat config opencartnya.
$ cd /srv/http/opencart/upload
$ sudo cp config-dist.php config.php
$ sudo cp admin/config-dist.php admin/config.php
$ sudo chown www-data:www-data -R *
Jika sudah langsung saja Anda akses, dicontoh tutorial ini penulis menggunakan domain opencart.local, jadi kita bisa langsung akses ke tautan http://opencart.local/

Pastikan pengaturan Anda sudah seperti gambar di bawah ini:
Langsung saja klik Continue, dan isikan username, password beserta database yang telah kita buat sebelumnya:

Kemudian kita buat username, password dan email untuk login.
Klik continue, dan OpenCart telah berhasil kita pasang.

Langkah terkahir yakni kita menghapus direktori install:
$ sudo rm -rf /srv/http/opencart/install
Selesai sudah OpenCart kini telah terpasang di server Anda, semoga bermanfaat :)

Thursday, September 22, 2016

Memonitoring MySQL/Mariadb dengan Mytop di Debian dan Ubuntu Server


Kegiatan memonitoring atau mengawasi suatu server adalah hal yang perlu demi menjaga kualitas dan performa yang diberikan. Tulisan lalu kita telah banyak membahas mengenai aplikasi monitoring untuk web server. Kali ini penulis akan membahas mengenai  aplikasi untuk memonitoring database server yang cukup banyak digunakan yakni MySQL atau Mariadb.

Untuk memonitoring MySQL/Mariadb kita menggunakan aplikasi FLOSS (Free/Libre Open Source Software) yakni mytop. Kabar baiknya mytop berada dalam official repository pada server berbasis Debian, Ubuntu atau derivatifnya.

Langsung saja kita pasang mytop dengan cara berikut:
$ sudo apt-get install mytop

Setelah selesai, cara masuk ke mytop ada 2 cara:
  1. Menggunakan cara:
    $ mytop --prompt
    lalu nanti Anda akan dimintai password root dari database server Anda.
  2. Menggunakan cara:
    $ mytop -u root -p'PasswordAnda'
Hasilnya Anda akan melihat seperti gambar di bawah ini:
Jika Anda ingin keluar dari mytop, tekan tombol q. Adapun berikut perintah lengkapnya:
Untuk menampilan perintah seperti gambar di atas, Anda bisa menekan tombol tanda tanya ?.

Semoga bermanfaat.

Thursday, September 15, 2016

Memasang Webmin di GNU/Linux Server

Webmin adalah aplikasi fasilitas administrasi berbasis web, yang mana hampir semua jenis servis, dan berbagai kustomasi dapat dilakukan oleh Webmin, mulai dari webserver, DNS, file sharing dan lain sebagainya, dan tentunya dengan webmin ia dapat mempermudah mengubah konfigurasi atau memanajemen GNU/Linux server yang sebelumnya dilakukan via console melalui ssh.

Tulisan kali ini kita akan membahas mengenai bagaimana cara pemasangan Webmin di server GNU/Linux distro yang umum dipakai sebagai server yakni; Debian, Ubuntu, Fedora, Centos, dan RHEL.

Tahap Pemasangan

Anda dapat mengunduhnya langsung dari sini: http://www.webmin.com/download.html dengan wget atau manual dari localhost.

Pengguna Debian dan Ubuntu
$ sudo apt-get install libauthen-pam-perl apt-show-versions
$ wget http://prdownloads.sourceforge.net/webadmin/webmin_1.810_all.deb
$ sudo dpkg -i webmin_1.810_all.deb
Pengguna Fedora/Centos/RHEL
$ sudo rpm -Uvh http://prdownloads.sourceforge.net/webadmin/webmin-1.810-1.noarch.rpm

Tahap Pengaturan

Pertama-tama kita ubah terlebih dahulu password root pada webmin, caranya adalah sebagai berikut:
$ sudo su
# /usr/share/webmin/changepass.pl /etc/webmin root PasswordAnda

Jangan lupa buka port 10000 dari firewall Anda. Jika Anda pengguna Debian/Ubuntu bisa melalui UFW.

Untuk masuk ke Webmin buka di browser menggunakan https, dan masukan tautan seperti di bawah ini:

https://192.168.1.100:10000/


Jika Anda mengalami error seperti gambar di atas, langsung saja klik "Install Update Now". Beberapa masalah bisa Anda lihat di sini: http://www.webmin.com/updates.html

Semoga bermanfaat :)

Thursday, July 28, 2016

Pengaturan Proxy & Autentikasi di Synaptic Package Manager



Jika Anda terhubung ke internet melalui proxy yang berautentikasi, maka Anda perlu mengaturnya jika menggunakan Synaptic Package Manager. Panduan ini ditujukan untuk para pengguna sistem operasi keluarga Debian yang berstatus mahasiswa, dosen, atau karyawan yang biasanya jaringan di instansinya dibatasi oleh proxy.





1. Buka Synaptic.

2. Buka menu Settings > Preferences.

3. Buka tab Network. Aktifkan Manual proxy configuration.

4. Isikan alamat proxy server Anda. Misalnya proxy.ugm.ac.id.

5. Isikan nomor port dari proxy server Anda. Misalnya 443.




6. Klik pada tombol Authentication.

7. Isikan username dan password.



8. Tekan OK.


Catatan: 

  • Untuk menonaktifkan proxy, cukup ubah pilihan Manual Proxy Configuration menjadi Direct Connection
  • Pada jaringan yang dihadang oleh proxy yang berautentikasi seperti di kampus, di desktop, lebih nyaman menggunakan Synaptic (GUI) daripada apt (CLI) karena singkatnya konfigurasinya.

Wednesday, June 29, 2016

Monitoring Web secara Real-Time dengan Apachetop


Artikel lalu kita telah membahas mengenai cara penginstalan LAMP (Linux, Apache, MySQL/Mariadb, PHP). Nah, sekarang kita bahas bagaimana cara memonitoring lalu lintas apache tersebut secara real-time. Tujuannya adalah mengetahui berapa banyak pe-request web dalam tiap detiknya. Yakni dengan Apachetop.

Apachetop adalah program kecil ringan dan powerful yang sangat berguna yang menampilkan statistik Apache secara real time. Apachetop dapat menunjukkan berapa banyak permintaan per detik yang datang, file apa yang telah diakses dan berapa kali. Hal ini juga dapat menampilkan yang hit suatu situs dan mengecek hit tersebut dari yang mana saja yang diakses.

Meskipun bernama Apachetop, tidak serta merta hanya dikhususkan untuk pengguna Apache. Anda juga bisa memonitori pada webserver lainnya seperti Nginx. Dan penulis sendiri telah mengimplementasikan apachetop di server yang menggunakan Nginx.

Lansung saja kita praktek. Untuk pengguna Debian/Ubuntu dapat langsung install dari official repository.
$ sudo apt-get install apachetop
Untuk pengguna Centos dan Fedora (untuk Fedora versi 20 ke atas gunakan dnf sebagai pengganti yum).
$ sudo yum -y install epel-release
$ sudo yum clean all
$ sudo yum -y update
$ sudo yum install apachetop
Bagi Anda pengguna Apache dapat langsung mengeksekusi dengan perintah:
$ sudo apachetop
Bagi Anda pengguna Nginx perlu diset letak berkas log Nginx Anda dengan perintah -f nama_berkas. Berikut ini contoh dari server penulis (saya menggunakan OS Ubuntu Server).
$ sudo apachetop -f /var/log/nginx/access.log
Secara default apachetop memonitoring statistik pengguna yang mengakses suatu website per-30 detik terakhir. Anda bisa menggunakan perintah -t untuk mengatur berapa detik untuk dimonitori. Contoh, misalnya per-500 detik langsung saja:
$ sudo apachetop -t 500
Lagi-lagi ingat bagi Anda pengguna Nginx pastikan set log Anda dengan perintah -f nama_berkas.
$ sudo apachetop -f /var/log/nginx/access.log -t 500
Juga secara default Apachetop me-refresh tiap 5 detik, Anda bisa menurunkan real-time refreshnya persatu detik jika Anda mau, dengan menambahkan perintah -d. Contoh:
$ sudo apachetop -d 1
$ sudo apachetop -f /var/log/nginx/access.log -d 1
Berikut ini contoh hasil rekaman penulis pada saat memontoring web server Nginx menggunakan Apachetop.

Semoga bermanfaat :)