Sharing seputar Dunia Tkj dan Blogging ^^

Showing posts with label PHP. Show all posts
Showing posts with label PHP. Show all posts

Thursday, July 6, 2017

Cara Mengetahui Di Mana Letak Konfigurasi Apache, MySQL, Nginx dan PHP


Dalam GNU/Linux untuk mengatur suatu aplikasi sangatlah mudah yakni kita hanya perlu merubahnya dari berkas konfigurasi (configuration file). Namun, perbedaan distribusi GNU/Linux, menyebabkan berbeda pula di mana diletakan berkas tersebut. Dengan kata lain, jika kita ingin merubahan konfigurasi aplikasi A, kita harus menyesuaikan dengan distro A tersebut, tidak boleh menggunakan dari distro B, meskipun nama aplikasinya sama. Cukup merepotkan memang. Contoh sederhanannya dalam eperti Apache dan Nginx tiap distro berbeda di mana letaknya.
Tulisan kali ini, penulis mencoba memberikan tips bagaimana cara mengetahui letak berkas konfigurasi dari Apache, MySQL/Mariadb, Nginx dan PHP.

Berikut ini cara bagaimana kita dapat mengetahui letak konfigurasi mereka dengan memanfaatkan perintah-perintah sederhana berikut:

Apache

Untuk Apache beberapa distro GNU/Linux berbeda dalam penamaannya Anda bisa melakukan salah satu dari tiga perintah di bawah ini:
$ apachectl -V | grep -E "HTTPD_ROOT|SERVER_CONFIG_FILE
atau
$ httpd -V | grep -E "HTTPD_ROOT|SERVER_CONFIG_FILE"
atau
$ apache2ctl -V | grep -E "HTTPD_ROOT|SERVER_CONFIG_FILE"
Kita akan melihat hasilnya seperti berikut:
Dari gambar di atas tertera nilai dari HTTPD_ROOT="/etc/httpd" dan SERVER_CONFIG_FILE="conf/httpd.conf" itu artinya konfigurasi Apache terletak pada: /etc/httpd/conf/httpd.conf

MySQL/Mariadb

Kemudian untuk MySQL atau Mariadb sama halnya seperti apache kita dapat melakukan salah satu perintah berikut:
$ mysqladmin --help | grep my.cnf | head -1
atau
$ mysql --help | grep my.cnf | head -1
Dilihat dari hasil gambar di atas terdapat 3 berkas konfigurasi. Untuk berkas /etc/my.cnf dan /etc/mysql/my.conf merupakan konfigurasi secara default atau global konfigurasi, sedangkan ~/.my.conf merupakan konfigurasi tiap-tiap user.

Nginx

Kemudian nginx caranya cukup mudah, kita hanya perlu melakukan perintah berikut:
$ nginx -V


Dilihat dari gambar di atas dapat disimpulkan bahwa berkas konfigurasi Nginx terletak pada /etc/nginx/nginx.conf.

PHP

Terakhir PHP kita hanya perlu mencari berkas bernama php.ini.
$ php -i | grep php.ini

Mudah bukan? Dengan begini kita tidak perlu repot lagi mencari di mana letak konfigurasi mereka.

Semoga bermanfaat.

Friday, April 21, 2017

Cara Upgrade PHP 5.5 ke PHP 5.6 di Ubuntu Server 14.04 LTS




Postingan singkat di malam hari ini karena ini hanyalah catatan kecil saya supaya tidak lupa di kemudian hari.

Ini ada beberapa sintaks yang dapat kalian eksekusi apabila ingin mengupgrade versi php 5.5 ke php 5.6 di Ubuntu 14.04 LTS. Caranya cukup mudah, kalian tinggal lakukan saja langkah-langkah berikut :

1. Tambahkan repository paket php 5.6 :

$ sudo add-apt-repository ppa:ondrej/php
$ sudo apt-get update

2. Install paket-paket php 5.6 nya :

$ sudo apt-get install php5.6 php5.6-mbstring php5.6-mcrypt php5.6-mysql php5.6-xml

3. Nonaktifkan PHP versi 5.5 dan juga jangan lupa aktifkan php versi 5.6 nya dengan perintah ini :

$ sudo a2dismod php5
$ sudo a2enmod php5.6

4. Terakhir restartlah webserver apache kalian :

$ sudo service apache2 restart

Cara mengeceknya bisa menggunakan script php.info. Ketikkan perintah berikut untuk membuat file php.info :

$ sudo nano /var/www/html/info.php

Lalu masukkan didalamnya script berikut :


Kemudian simpan dengan menekan CTRL + X > Y > Enter.

Test dari browser kalian ke alamat http://ipserver/info.php. Pastikan muncul kira-kira seperti ini dan dibagian paling atas ada versi php 5.6nya :


Semoga bermanfaat :)


Saturday, October 29, 2016

Memasang phpMyAdmin pada Nginx + PHP-fpm di Ubuntu


PhpMyAdmin adalah aplikasi yang digunakan untuk mengatur database server Mariadb/MySQL secara GUI berbasis web yang cukup populer digunakan oleh para web developer. Apalagi phpMyAdmin ini sudah terintegrasi dengan Cpanel sehingga kehadirannya menjadikan ia semakin dikenal.

Tutorial kali ini penulis akan memberikan bagaimana cara memasang phpMyAdmin di server yang mana menggunakan Nginx pada Ubuntu. Jika Anda pengguna Apache, memasang phpMyAdmin tidaklah terlalu rumit, lain hal untuk Nginx, perlu ada sedikit konfigurasi, oleh karena itu tulisan ini hadir yang mana mudah-mudahan menjadikan suatu referensi untuk menyelesaikan masalah kerumitan tersebut.


Sesuai judul kita memasang phpMyAdmin pada Nginx + php-fpm pastikan sebelumnya Anda sudah memasangnya. Jika belum Anda bisa memasang Nginx dan php-fpm, juga mariadb/mysql dengan mengikuti tutorial sebelumnya di linuxku.com yakni:
  1. http://www.linuxku.com/2016/10/memasang-nginx-dan-php-fpm-di-ubuntu.html
  2. http://www.linuxku.com/2016/05/menjalankan-php-menggunakan-nginx.html
  3. http://www.linuxku.com/2016/05/menginstall-mysql-server-untuk.html
  4. http://www.linuxku.com/2016/06/install-mariadb-sebagai-penganti-mysql.html
Jika sudah ada, Anda bisa langsung memasang phpMyAdmin dengan perintah:
$ sudo apt-get install phpmyadmin
Jika ada pilihan seperti gambar di bawah ini:
Langsung saja kita lewatkan (jangan memilih kedua web server di atas), tekan tombol <TAB>, sampai ke <Ok>.
Lalu

Dan masukan root user:

Kemudian masukan password dari root tersebut:
Masukan password untuk phpMyAdmin:

Jika Anda mendapatkan galat seperti gambar di bawah ini
Langsung saja klik <ok>, kemudian pilih <ignore>, dan lakukan perbaikan seperti link di bawah ini:

http://www.linuxku.com/2016/10/mengatasi-access-denied-for-user.html 

Jika sudah langsung kita konfigurasi ulang dengan perintah di bawah ini:
$ sudo dpkg-reconfigure phpmyadmin

Pilih Unix Socket
Lalu masukan root user:
Dan masukan root password Anda:
Masukan nama table database yang digunakan oleh phpMyAdmin:
Lalu kita buat symbolic link, ke directory root dari Nginx, agar Nginx dapat mengakses directory phpMyAdmin secara lansung.
$ sudo ln -s /usr/share/phpmyadmin/ /usr/share/nginx/html/

Langsung saja Anda akses phpMyAdmin:
Mudah bukan? Ada sedikit tips agar phpMyAdmin Anda lebih aman gunakan password authentication, bisa baca artikel: http://www.linuxku.com/2016/08/mengaktifkan-password-authentication.html

Semoga bermanfaat :)

Thursday, October 13, 2016

Memasang Composer di GNU/Linux



Composer adalah sebuah aplikasi untuk mengatur keperluan dependensi di PHP, dengan ini mempermudah kita menambahkan, menguduh, mengimpor PHP library ke project yang kita buat. Cara kerja Composer mirip seperti apt-get (Ubuntu), yum (Fedora), pacman (Archlinux), dan lain sebagainya.

Tutorial kali ini, penulis akan berbagi tulisan mengenai cara pemasangan Composer dengan cara manual. Pada dasarnya dibeberapa distro Composer telah disediakan dalam offcial repository. Nah tutorial kali ini, penulis memberikan sedit tips trick cara memasang Composer yang berlaku disemua distro GNU/Linux.


Langsung saja kita praktek. Sebelumnya pastikan Anda telah memasang:
  1. Memasang Curl.
  2. Memasang PHP CLI.
Jika kedua kriteria di atas sudah ada langsung saja Anda lakukan perintah di bawah ini:
$ curl -sS https://getcomposer.org/installer -o composer-setup.php
$ sudo php composer-setup.php --install-dir=/usr/local/bin --filename=composer
Jika sudah selesai, coba Anda eksekusi
$ composer


Jika sudah tampil seperti gambar di atas, artinya Anda sudah sukses.
Apa langkah selanjutnya? Coba buat misalnya proyek PHP menggunakan PHP Framework laravel:
$ composer create-project --prefer-dist laravel/laravel test
Semoga bermanfaat. :)

Tuesday, October 11, 2016

Memanfaatkan PHP Built-in Server untuk Kebutuhan Pengembangan

Tulisan-tulisan sebelumnya linuxku.com banyak membahas mengenai web server yang umum digunakan yakni Apache dan Nginx. Jika Anda seorang PHP developer, tahukah bahwa sejak versi 5.4 PHP menyertakan server di dalamnya (Built-in Server)? Dengan kata lain kita tidak harus selalu bergantung pada web server untuk kebutuhan pengembangan (developing).


Maksudnya begini, pada saat kita membuat suatu proyek PHP biasanya kita harus meletakan proyek tersebut pada direktori htdocs, /srv/www, /etc/nginx/http, dan lain sebagainya yang dikenal dengan root directory. Sejak PHP versi 5.4 kita tidak perlu melakukan cara-cara tradisional seperti itu lagi. Kita bisa meletakan berkas proyek web kita pada sembarang direktori dan dapat menjalakannya di browser dengan bantuan PHP built-in server.

Untuk menggunakan PHP built-in server Anda hanya perlu melakukan perintah berikut:
$ php -S localhost:8000
atau
$ php -S 127.0.0.1:8000
Parameter -S menunjukan arti bahwa kita menggunakan built-in server , lalu parameter setelahnya kita menuliskan nama domain atau IP lalu diikuti nomor port 8000.

Untuk port, Anda bebas mau menuliskan port berapa saja, yang terpenting adalah port tersebut tidak digunakan oleh aplikasi lain. Dan, khusus bagi Anda yang ingin menggunakan port 80. Gunakan sudo
$ sudo php -S localhost:80

Bagi Anda yang ingin menggunakan domain, Anda bisa tambahkan IP localhost di /etc/hosts
$ sudo nano /etc/hosts
Masukan
127.0.0.1 www.linuxku.com
Langsung saja Anda jalankan
$ sudo php -S www.linuxku.com:80
Dan Anda bisa membuka www.linuxku.com secara langsung di browser. Sampai di sini dulu artikel kali ini. Semoga bermanfaat :)

Saturday, October 8, 2016

Mudah Upgrading PHP 5 ke PHP 7 di Centos


  
Tutorial kali ini penulis akan memberikan cara tentang bagaimana mudah untuk meng-upgrading PHP versi 5 ke PHP versi 7, pada Anda penggunakan web server Apache ataupun Nginx di Centos.

Sebelumnya kita telah mengatahui bahwa dalam repositori resmi di Centos baik Centos 6 ataupun 7 tidaklah menyediakan PHP versi 7, melaikan hanya PHP versi 5 saja. Oleh karenanya kita membutuhkan repositori luar untuk memasang PHP 7 tersebut.
Langsung saja kita mulai. Pertama-tama kita membutuhkan repositori EPEL untuk memasang php 7. Penulis menyarankan gunakan skrip dari IUS (Inline with Upstream Stable) yang mana skrip tersebut dapat mempermudah kita dalam hal memasang paket terbaru yang tidak ada dalam repository Centos.
$ wget -o install.sh https://setup.ius.io/
$ chmod +x install.sh 
$ ./install.sh
Lalu langkah selanjutnya kita perlu untuk mengkonfigurasi pada Apache atau Nginx.

Kita hapus dahulu paket lama dari Centos kita yang sebelumya telah ada, dengan cara berikut:
Untuk pengguna Apache:
$ yum remove php-common mod_php php-cli
Untuk pengguna Nginx:
$ yum remove php-common php-fpm php-cli
Kemudian baru kita pasang paket PHP 7.
Untuk pengguna Apache:
$ yum install php70u-mysqlnd mod_php70u php70u-cli
$ sudo systemctl restart httpd
Untuk pengguna Nginx:
$ yum install php70u-mysqlnd php70u-fpm-nginx php70u-cli
Khusus bagi Anda pengguna Nginx perlu adanya tahap konfigurasi untuk PHP. Seperti yang telah kita ketahui bahwa Nginx menjalankan PHP menggunakan php-fpm. Jika sebelumnya dalam pengaturan Anda mengunakan listen berupa port 9000 bukan dengan socket pada pengaturan php-fpm Anda. Maka, perlu kita ubah menjadi socket dalam listen tersebut.
$ sudo systemctl stop php-fpm
$ sudo vi /etc/php-fpm.d/www.conf
Lalu cari:
listen = 127.0.0.1:9000
Anda bisa menghapus atau memberi tanda comment yakni tanda titik koma (semicolon). Kemudain ganti menjadi:
listen = /run/php-fpm/www.sock
Kemudian hilangkan tanda komentar pada:
;listen.acl_users = nginx
Langkah selanjutnya yakni kita masuk pada pengaturan Nginx.
$ sudo vi /etc/nginx/default.conf
Lalu isikan seperti kode di bawah ini:
location ~ \.php$ {
        include /etc/nginx/fastcgi_params;
        fastcgi_pass unix:/run/php-fpm/www.sock;
        fastcgi_index index.php;
        fastcgi_param SCRIPT_FILENAME $document_root$fastcgi_script_name;
    }
Langkah selanjutnya kita merestart Nginx dan php-fpm.
$ sudo systemctl restart php-fpm
$ sudo systemctl restart nginx
Semoga bermanfaat :)

Sumber:

  1. https://www.vultr.com/docs/how-to-update-php-from-5-to-7-nginx-apache-centos-7
  2. Gambar diambil dari: https://kinsta.com/wp-content/uploads/2015/08/Getting-Ready-For-PHP7.jpg