Sharing seputar Dunia Tkj dan Blogging ^^

Showing posts with label apt. Show all posts
Showing posts with label apt. Show all posts

Friday, March 10, 2017

Seri Manajemen Paket Ubuntu 12: Repositori CDROM

  
Ubuntu bisa menginstal software dari DVD repositori secara offline. Kemampuan ini telah tertanam di dalam sistem APT jadi pengguna hanya perlu "mengenalkan" DVD tersebut ke sistem Ubuntu. APT akan menganggap DVD ini sama seperti server di internet sehingga Anda bisa menginstal software darinya dan bisa melihat daftar paketnya di Synaptic. Bagi pengguna offline khususnya di Indonesia, metode DVD repositori sangat memudahkan. Semoga ini bermanfaat.


Tentang CD


Ubuntu mampu menerima media CD dan DVD yang berisi paket-paket binary .deb sebagai repositori. Ini berarti:

  1. Ubuntu bisa menginstal software dari CD Ubuntu itu sendiri karena di dalamnya selalu ada repositori mini dari ruangan "main". 
  2. Ubuntu juga bisa menginstal software dari CD repositori yang bisa dibeli di Juragan Kambing atau Baliwae itu. 
  3. Ubuntu juga bisa menginstal software dari CD apa pun yang memuat paket-paket binary .deb.

Peringatan


Waspadai 2 hal:

  1. Jangan sembarangan instal paket .deb dari sumber yang tidak terpercaya. Ubuntu Anda bisa dirusak oleh skrip-skrip shell berbahaya.
  2. Jangan salah versi OS. Jangan instal paket dari versi OS Ubuntu yang berbeda. Misalnya, Ubuntu Anda 16.04 tetapi Anda pasang repositori Ubuntu 17.04 maka ini bisa merusak sistem. Ubuntu 16.04 32 bit harus dipasangi repositori Ubuntu 16.04 32 bit pula (harus sama persis). 

Percontohan


Artikel seri ke-12 ini mencontohkan pemasangan DVD instalasi Ubuntu 16.04 64 bit sebagai repositori untuk Ubuntu 16.04 64 bit. Adapun jenis CD lain caranya sama saja.

    Langkah 1


    Jalankan perintah apt-cdrom dengan memakai alamat "mount point" dari Ubuntu Anda:

    $ sudo apt-cdrom add /media


    Langkah 2


    Terminal akan meminta Anda memasukkan CD repositori. Masukkan CD ke perangkat CDROM lalu tekan Enter. Jika ada lebih dari 1 CD, masukkan keping urutan pertama sebelum urutan berikutnya.


    Langkah 3


    Biarkan Terminal menayangkan aksi apt-cdrom memindai (scanning) CD repositori Anda. Jika pemindaian selesai, apt-cdrom akan mengatakan "Repeat this process for the rest of CDs in your set" artinya Anda diminta memindai juga keping urutan berikutnya apabila ada.


    Langkah 4


    Periksa kebenaran pemasangan sumber CD repositori di sistem Anda dengan 3 hal: perintah apt-cache policy, cek isi sources.list, dan cek /var/lib/apt/lists/ Anda.

    Dengan apt-cache:

    Karena di setiap CD OS Ubuntu Desktop pasti ada paket wvdial, maka perintah apt-cache policy wvdial  pasti menampakkan alamat CDROM berikut apabila benar sumber CD OS Ubuntu telah terpasang sebagai repo.


    Cara lebih pasti untuk melihat kebenaran pemasangan CD repositori adalah perintah apt-cache policy  saja:


    Cek sources.list: 

    Melihat sources.list bisa memastikan apakah CD repositori sudah dikenali atau tidak:


    Cek /var/lib/apt/lists/:

    Melihat isi direktori ini memastikan apakah peta repositori dari CDROM sudah dibuat atau belum:


    Selamat Menginstal


    Sekarang Anda bisa menginstal software yang dimuat di dalam CD repositori tersebut dengan perintah apt-get install  seperti biasa. Bedanya, Anda tidak akan diminta sambungan internet, melainkan hanya diminta memasukkan CD repositori ke CDROM. Saya contohkan instalasi program wvdial yang diambil dari CD instalasi OS Ubuntu 16.04 saya (bukan DVD repositori).

    Friday, August 5, 2016

    Seri Manajemen Paket 8: Penggunaan Synaptic di Ubuntu


    Tulisan seri ke-8 ini menjelaskan bagaimana penggunaan dasar Synaptic Package Manager di Ubuntu. Synaptic adalah GUI untuk menginstal, menghapus, dan meng-upgrade paket-paket dengan mudah bagi sistem operasi Ubuntu. Secara fungsi, Synaptic itu bagaikan Add/Remove Programs bagi Windows, Play Store bagi Android, atau App Store bagi Apple OS X. Anda akan mengenal bagaimana menggunakan Synaptic untuk pertama kali dan menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari. Tulisan ini adalah kelanjutan spesifik dari Mengenal GUI Front-End.


    Serial Manajemen Paket Ubuntu

    Berikut serial panduan manajemen paket dari kami.


    Perkenalan Synaptic


    Synaptic Package Manager (sering disebut Synaptic saja) adalah GUI front-end untuk manajemen paket di Debian. Synaptic adalah perwakilan terhadap program apt dan dpkg. Dengan menggunakan Synaptic, Anda sebenarnya menggunakan apt dan dpkg juga, hanya saja dengan Synaptic lebih mudah karena aksi dilakukan dengan klik tombol. Dengan Synaptic Anda bisa melakukan yang bisa dilakukan dengan apt dan dpkg secara manual, seperti menyetel sumber repositori, mencari, menginstal, menghapus, dan meng-upgrade.

    Menginstal Synaptic


    Apabila Synaptic Package Manager belum terinstal di distribusi GNU/Linux Anda, maka Anda bisa menginstalnya dengan baris perintah:

    sudo apt-get install synaptic

    Membuka Synaptic 


    Synaptic bisa ditemukan di menu utama desktop Anda setelah dia diinstal. Misalnya di GNOME, buka menu (Win) lalu ketik "synaptic" lalu klik ikon Synaptic yang muncul. Anda akan diminta memasukkan password untuk membukanya.



    Jika Anda ingin membuka Synaptic dari baris perintah, maka perintahnya:

    synaptic-pkexec

    1. Penggunaan Pertama


    Anggap Anda baru pertama kali menggunakan Synaptic. Maka hal pertama yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut:

    1. Buka menu Tools > Repositories > tab Ubuntu Software.
    2. Centang komponen repositori yang Anda inginkan dan pilih server cermin mana yang Anda inginkan. Contohnya: centang main restricted multiverse universe maka mengaktifkan keempat komponen repositori; pilih server cermin Kambing UI mengarahkan segala unduhan ke Indonesia (tidak ke luar negeri).
    3. Close. 
    4. Klik tombol Reload di tool bar Synaptic.
    5. Biarkan Synaptic mengunduh "peta repositori" dari setiap centangan dan pilihan yang baru dilakukan. 

    Penjelasan: yang Anda lakukan di atas sebetulnya adalah menyetel /etc/apt/sources.list (langkah 1 sampai 3) kemudian melakukan baris perintah sudo apt-get update (langkah 4). Hanya saja, di Synaptic semua aksi dilakukan secara GUI. Penggunaan pertama ini mengharuskan OS Anda tersambung ke jaringan internet karena Synaptic harus memperoleh peta repositori itu dari server di internet.



    2. Reload


    Tombol Reload yang ada di tool bar itu fungsinya untuk mengunduh "peta repositori" dari setelan repositori-repositori yang Anda telah tentukan. Pengunduhan peta repositori ini bertujuan ganda, pertama memberi tahu APT ke mana harus mengunduh paket dan kedua memberi tahu APT apabila terdapat pembaruan dari repositori yang dituju. Aksi Reload ini tidak akan menginstal paket. Aksi Reload ini sama dengan baris perintah sudo apt-get update.

    Penggunaan: lakukan Reload di setiap kali Anda melakukan perubahan terhadap sources.list atau melakukan bagian 1. Penggunaan Pertama di atas.



    3. Instal


    Cara menginstal paket dengan Synaptic adalah sebagai berikut:

    1. Cari nama paket yang hendak diinstal. 
    2. Klik kanal pada nama paket > Mark for installation
    3. Bila Synaptic menemukan lebih dari satu paket akan diinstal, sebuah jendela akan muncul memberi tahu nama paket yang hendak diinstal dan nama-nama paket dependensinya. Setujui saja. 
    4. Nama paket yang akan diinstal akan tampak bertanda panah kuning di jendela utama. 
    5. Klik tombol Apply di tool bar. 
    6. Jendela dialog baru akan menayangkan daftar nama-nama paket yang mau diinstal dan total ukurannya. Untuk menginstal, tekan tombol Apply
    7. Jendela baru akan menayangkan prosesi pengunduhan paket beserta kecepatan transfer jaringan di setiap paket yang diunduh.
    8. Jendela baru akan muncul setelah seluruh unduhan selesai menayangkan progress bar dengan jendela hitam (konsol) menayangkan prosesi kerja dpkg menginstali satu per satu paket yang telah diunduh. 
    9. Jika jendela tersebut menyatakan instalasi selesai, maka instalasi selesai. 


    4. Hapus


    Untuk menghapus (uninstall) suatu paket, ikuti langkah berikut:

    1. Cari nama paket yang hendak dihapus. 
    2. Klik kanan nama paket > Mark for removal
    3. Tekan tombol Apply di tool bar. 
    4. Jendela baru muncul menayangkan daftar nama paket yang hendak dihapus. Perhatikan bahwa pada beberapa jenis paket, jumlah yang dihapus bisa lebih dari satu. Setujui saja. 
    5. Jendela baru muncul menayangkan proses penghapusan. 


    5. Upgrade


    Untuk meng-upgrade suatu paket tertentu (bukan keseluruhan paket di dalam sistem) ikuti langkah berikut:

    1. Cari nama paket yang mau di-upgrade. Caranya klik tombol Status (kiri bawah) lalu klik pilihan "Installed (upgradable)" (kiri atas) lalu cari nama paket yang ada di jendela tengah. 
    2. Klik kanan nama paket > Mark for Upgrade
    3. Tekan tombol Apply di tool bar.

    Friday, June 3, 2016

    Seri Manajemen Paket Ubuntu 6: GUI Front-End


    Tulisan ini memperkenalkan program-program GUI front-end untuk sistem manajemen paket di Ubuntu. Contohnya adalah Synaptic, GNOME PackageKit, GDebi, Ubuntu Software Center, dan GNOME Software. Tulisan ini adalah bagian ke-6 dari serial manajemen paket Ubuntu.


    Serial Manajemen Paket Ubuntu

    Berikut serial panduan manajemen paket dari kami.


    Perkenalan Istilah GUI Front-End


    Di dunia software, terkhusus di sistem operasi keluarga UNIX, terdapat istilah back-end dan istilah front-end. Kedua istilah ini adalah penyebutan untuk konsep desain �tumpukan� (stack), di mana sebuah software bisa berperilaku sebagai fondasi bagi software yang dibangun di atasnya. Software yang berada di lapisan bawah disebut back-end (back = belakang), software yang dibangun di lapisan atasnya disebut front-end (front = depan). Biasanya, sebuah front-end sengaja dibuat untuk menyediakan user interface (antarmuka pengguna) yang mudah digunakan. Biasanya pula, sebuah program front-end hanya bertugas memberikan tampilan luar sementara proses-proses riilnya tetaplah dikerjakan oleh program back-end. Front-end dilihat dari wujudnya ada dua macam, ada yang CLI (command line interface) ada juga yang GUI (graphical user interface).

    Contoh hubungan keduanya di Ubuntu adalah Synaptic (front-end) terhadap APT dan dpkg (back-end) secara berurutan. Contoh front-end yang GUI misalnya Synaptic, sedangkan front-end yang CLI misalnya APT, keduanya adalah front-end terhadap dpkg. Selain APT, ada front-end yang CLI yang dibuat untuk dpkg, bernama aptitude. Pengguna akhir ketika mengelola paket di Debian atau Ubuntu, bisa memilih front-end CLI mana yang lebih disukai antara APT atau aptitude. Jika tidak menggunakan CLI, pengguna juga bisa memilih front-end GUI seperti Synaptic.

    Di sini secara umum bisa dikatakan bahwa tugas Synaptic (dan front-end semisalnya) hanyalah memberikan tampilan GUI yang mudah dipakai untuk pengguna akhir, sementara ketika proses berlangsung sesungguhnya yang bekerja adalah APT dan dpkg. Pembaca diharapkan tidak lagi bingung dengan istilah front-end dan back-end nantinya.

    Contoh GUI Front-End untuk Manajemen Paket


    Program manajer paket asli sistem operasi keluarga Debian adalah dpkg. Selain dpkg, software semacam APT atau Synaptic adalah front-end terhadap dpkg. Tanpa APT atau Synaptic, sebuah sistem Debian tetap bisa mengelola paket dengan dpkg saja. Tetapi sebaliknya, menggunakan APT atau Synaptic tanpa dpkg adalah mustahil. Hanya saja, software seperti APT adalah CLI front-end dan Synaptic adalah GUI front-end terhadap dpkg. Tulisan ini akan memperkenalkan GUI front-end bagi sistem manajemen paket Debian (termasuk Ubuntu) yang Anda bisa pilih mana yang paling nyaman digunakan. Tulisan ini tidak membahas CLI front-end seperti APT atau aptitude. Menggunakan GUI front-end di sini sama seperti menggunakan back-end hanya saja dalam banyak sisi lebih mudah, lebih efisien, dan lebih hemat waktu.


    1. Synaptic



    Synaptic Package Manager adalah program GUI yang menampilkan antarmuka pencarian paket yang mudah. Jika di konsol pengguna mengetik perintah untuk mencari paket maupun menginstal, di GUI di Synaptic pengguna bisa mencari paket-paket secara live kemudian cukup pilih dan klik tombol untuk menginstal. Synaptic terkenal dengan pola pemakaiannya yang sederhana: cari, centang, instal. Synaptic mendukung jaringan dengan proxy yang berautentikasi, mendukung history, pembuatan script untuk instalasi offline, dan lain-lain. Di antara GUI front-end yang lain, dihitung dari segi teknis manipulasi paket di keluarga Debian, Synaptic adalah yang paling fleksibel.

    2. GDebi



    GDebi adalah GUI front-end untuk dpkg. GDebi bisa Anda bayangkan menginstal paket atau banyak paket seperti menggunakan dpkg tetapi dilakukan dengan sekali klik. Selain itu, GDebi memiliki kelebihan yakni mampu mencari dependensi dari paket yang diminta kemudian menginstalnya. Pengguna yang suka menginstal paket-paket pihak ketiga akan senang menggunakan GDebi.

    3. Ubuntu Software Center




    Ubuntu Software Center adalah GUI front-end buatan Canonical khusus untuk Ubuntu. Dengan Ubuntu Software Center (USC) pengguna akhir dapat melakukan instalasi paket-paket software secara iconic (bergambar, ber-icon) dengan klik saja. USC dilengkapi fitur dasar ditambah bisa menginstal paket lokal seperti halnya GDebi.

    4. GNOME Software



    GNOME Software adalah sebuah GUI front-end buatan developer GNOME sebagai bagian dari GNOME desktop environment. GNOME Software relatif baru, fiturnya kira-kira setara dengan USC. GNOME Software adalah GUI front-end untuk PackageKit (dijelaskan di bawah).

    5. GNOME PackageKit



    PackageKit adalah sistem universal yang memberikan kemudahan bagi pengguna distro apa pun dengan sistem manajemen paket apa pun untuk menginstal dan meng-upgrade paket-paket sistem. PackageKit memiliki GUI front-end yang bagus yang bernama GNOME PackageKit. Dalam konteks tulisan ini, PackageKit (daemon: packagekitd) adalah front-end untuk APT sedangkan GNOME PackageKit adalah GUI front-end untuk PackageKit. Di luar konteks, PackageKit adalah front-end pula untuk manajer paket distro lain seperti zypp (openSUSE), yum (Red Hat Enterprise Linux), emerge (Gentoo), dan lain-lain. GNOME PackageKit merupakan satu GUI front-end untuk semua distro dalam hal ini. PackageKit dan GNOME PackageKit adalah karya Richard Hughes, seorang maintainer Proyek GNOME. 

    Catatan: jika di lingkungan GNOME ada GNOME PackageKit sebagai GUI untuk PackageKit, maka di lingkungan KDE ada juga KPackageKit (sekarang bernama Apper) yang setara dengan GNOME PackageKit.

    6. Muon Discover



    Muon adalah GUI front-end untuk APT dari Proyek KDE. Muon Discover adalah nama program yang cenderung lebih mirip seperti USC atau GNOME Software. Fitur mereka kurang lebih sama. Intinya, Muon Discover menitikberatkan pada kemudahan untuk pengguna akhir. Muon Discover bisa ditemukan di distribusi yang memakai KDE sebagai bawaan, contohnya Kubuntu.

    Catatan Penulis


    Terima kasih untuk Kang Abu Fakhri Ali atas koreksi mengenai aptitude dan PackageKit untuk tulisan ini pada 5 Juni 2016.

    Referensi 


    Wednesday, June 1, 2016

    Seri Manajemen Paket Ubuntu 5: sources.list


    Tulisan ini menjelaskan mengenai berkas konfigurasi sources.list yang merupakan fondasi bagi APT untuk bekerja. Tulisan ini dibagi menjadi dua bagian, pertama penjelasan sources.list itu sendiri dan kedua bagaimana contoh konfigurasi di dalam sources.list. Tulisan ini dilengkapi kamus istilah dan referensi lanjutan di bagian akhir. Tulisan ini adalah seri ke-5 dari serial manajemen paket Ubuntu. Semoga tulisan ini bermanfaat.

    Serial Manajemen Paket Ubuntu

    Berikut serial panduan manajemen paket dari kami.

    Perkenalan


    sources.list adalah sebuah berkas teks biasa yang memuat daftar sumber-sumber repositori yang APT mengambil paket darinya. Letak sources.list di dalam sistem ada di dua tempat. Tempat pertama tempat yang paling umum adalah /etc/apt/sources.list. Tempat kedua adalah tempat yang kurang umum, biasanya digunakan untuk sumber-sumber repositori pihak ketiga (repositori yang diasuh pihak di luar Ubuntu), yang posisinya ada di /etc/apt/sources.list.d/*.list.

    Isi dari sebuah sources.list adalah baris-baris setelan sumber repositori. Setiap baris umumnya mengarah kepada satu repositori. Isi sources.list tidak dibatasi berapa pun jumlah barisnya.

    Catatan:

    Di keluarga UNIX, berkas teks tidak harus memiliki nama akhir .txt seperti di Windows. Berkas teks walaupun diberi nama akhir .list atau apa saja akan selalu dikenali sebagai berkas teks karena UNIX mampu membaca berkas tanpa melihat namanya. Itulah kenapa sources.list bernama akhir .list bukan .txt.

    Klasifikasi Repositori Ubuntu


    Distribusi GNU/Linux Ubuntu membagi repositorinya di setiap rilis berdasarkan 2 kelas besar, dengan masing-masing kelas memiliki pengkategorian sendiri-sendiri. Klasifikasi inilah yang membedakan Ubuntu dari Debian.

    Berdasarkan komponennya:

    1. main
    2. restricted
    3. universe
    4. multiverse

    Berdasarkan layanannya:

    1. <nama_rilis> contoh: xenial
    2. <nama_rilis>-updates contoh: xenial-updates
    3. <nama_rilis>-security contoh: xenial-security
    4. <nama_rilis>-proprosed contoh: xenial-proprosed
    5. <nama_rilis>-backports contoh: xenial-backports

    Klasifikasi Repositori Debian


    Debian sebagai induk Ubuntu memiliki klasifikasi repositori tersendiri pula. Klasifikasinya dibagi menjadi 3 kelas besar, setiap kelas dengan pengkategorian sendiri-sendiri. Data ini diberikan sebatas untuk pembanding karena perbedaan antara Ubuntu dan Debian sesungguhnya ada di sini.

    Berdasarkan rilisnya:

    1. stable
    2. testing
    3. unstable

    Berdasarkan komponennya:

    1. main
    2. contrib
    3. non-free
    Berdasarkan layanannya:

    1. <nama_rilis>contoh: jessie
    2. <nama_rilis>-updates contoh: jessie-updates
    3. <nama_rilis>/updates contoh: jessie/updates

    Format Setelan Sumber Repositori


    Format setelan sumber repositori secara umum ada 2 jenis:

    [deb] [url] [nama_repositori] [golongan_repositori]
    [deb-src] [url] [nama_rilis] [golongan_repositori]

    Sedangkan contoh penulisan setelan bagi Ubuntu 16.04 misalnya seperti ini:

    
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial main
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial restricted
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial universe
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial multiverse
    
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial-updates main
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial-security main
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial-proposed main
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenia-backports main 
    
    Penjelasan:

    • Kode deb dan kode deb-src menandakan paket binary dan paket source code berurutan. Bacalah seri pertama manajemen paket Ubuntu pada bagian Mengenal Distribusi Software.
    • Kode url menandakan alamat URL dari repositori yang hendak dituju. URL ini umumnya adalah alamat URL server di internet, tetapi karena APT sangat fleksibel URL di sini bisa diganti alamat penyimpanan lokal seperti DVD atau HDD. Untuk mengetahui alamat URL ini, Anda harus merujuk kepada dokumentasi dari distribusi GNU/Linux yang Anda gunakan.
    • Kode nama_repositori menandakan nama repositori dari rilis distribusi GNU/Linux yang hendak dituju. Contohnya, distribusi Ubuntu 16.04 memiliki 4 jenis nama_repositori dimulai dari xenial, xenial-updates, xenial-security, xenial-backports, dan xenial-proposed. 
    • Kode golongan_repositori menandakan komponen repositori yang hendak dituju. Di Ubuntu, ada 4 komponen: main restricted universe multiverse; sedangkan di Debian, ada 3 komponen main contrib non-free. 
    • Pengguna memiliki kebebasan menyetel repositorinya ke arah repositori mana pun, nama repositori yang mana pun, dan komponen mana pun dari repositori yang hendak dipakai. 

    Contoh sources.list Ubuntu 16.04


    Berikut ini diberikan sejumlah contoh setelan yang siap ditempel di sources.list Anda pengguna 16.04 diklasifikasikan berdasarkan jumlah setelan. Setelan ini diarahkan ke server mirror repositori Kambing milik Universitas Indonesia. Anda bisa memilih mirror-mirror yang lain jika Anda suka. Semua setelan ini berpusat pada binary, tanpa ada yang source code.


    Setelan Penuh

    Setelan penuh ini menyalakan seluruh nama repositori dan golongan repositori yang ada. Setelan ini cocok untuk developer dan tester Ubuntu. Ini tidak direkomendasikan untuk pengguna akhir. 

    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial main
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial restricted
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial universe
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial multiverse
     
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial-updates main
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial-security main
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial-proposed main
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenia-backports main
    

    Setelan Umum 

    Setelan umum ini menyalakan hampir semua nama repositori dan golongan repositori kecuali proposed dan backports. Setelan umum ini cocok untuk pengguna akhir. Catatan: repositori restricted dan multiverse mengandung nonfree software.

    
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial main
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial restricted
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial universe
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial multiverse
    
    
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial-updates main
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial-security main
    

    Setelan Minimalis

    Setelan minimalis ini mematikan nama repositori updates dan security, hanya menyisakan empat komponen dari repositori rilis. Pengguna yang jaringan internetnya terbatas mungkin akan suka setelan ini.

    
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial main
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial restricted
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial universe
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial multiverse
    

    Setelan Free Software

    Setelan Free Software ini ditujukan bagi pengguna yang hanya mau menggunakan free software semata tanpa proprietary. Yang ada di sini hanyalah komponen main dan komponen universe.

    
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial main
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial universe
    
    
    
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial-updates main
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial-security main
    

    Cara Menyunting sources.list


    Cara paling mudah menyunting sources.list adalah secara GUI dengan program software-properties-gtk atau Software Sources di menu di Unity. Adapun pengguna yang mau menyunting seperti penjelasan di dalam tulisan ini, gunakanlah penyunting teks. Di Ubuntu, penyunting teks yang tersedia adalah gedit (GUI), nano (CLI), dan vim (CLI). Silakan pilih perintah yang Anda suka untuk menyunting:

    • sudo gedit /etc/apt/sources.list
    • sudo nano /etc/apt/sources.list
    • sudo vi /etc/apt/sources.list
    Pengguna pemula umumnya lebih suka menyunting dengan gedit karena ia memiliki tampilan GUI yang mudah digunakan.

    Yang Tidak Boleh Dilakukan


    Terdapat larangan umum yang harus diperhatikan pengguna Ubuntu atau Debian yang harusnya tidak dilakukan. Jika dilanggar maka risiko terburuknya sistem akan rusak dan tidak dapat diperbaiki kecuali instal ulang.

    1. Jangan menggunakan sumber repositori yang tidak terpercaya. Selalu gunakan sumber repositori yang berasal dari developer aslinya. 
    2. Jangan mencampur repositori berbeda versi bersamaan, misalnya di Debian menggunakan repositori experimental, sid, dan testing bersamaan.

    Kamus Istilah


    Sources: sumber-sumber; di dalam konteks manajemen paket sources maksudnya alamat URL dari repositori yang hendak dituju. APT bekerja dengan sistem alamat URL untuk mengetahui di mana letak paket-paket yang hendak diambil. Jika tidak ada alamat URL (baca: sources) maka APT tidak bisa mengambil apa-apa.

    Keluarga UNIX: sistem operasi baik yang merupakan turunan UNIX langsung, atau tersertifikasi UNIX(R) oleh The Open Group, atau UNIX-like. Contoh keluarga UNIX adalah BSD dan GNU/Linux. Windows bukan keluarga UNIX.

    xenial: Xenial Xerus; nama rilis untuk Ubuntu 16.04. Sama seperti nama Jessie bagi Debian 8.


    Referensi



    Monday, May 30, 2016

    Seri Manajemen Paket Ubuntu 4: Mengenal Apt


    Tulisan ini menjelaskan penggunaan APT (Advanced Package Tool) untuk instal, hapus, dan upgrade paket software di Ubuntu. Dengan tulisan ini, Anda belajar bagaimana perintah-perintah apt-get dijalankan dan apa fungsi masing-masing. Tulisan ini dirancang sesederhana mungkin untuk pemula. Pada bagian akhir, tulisan ini dilengkapi kamus istilah dan referensi lanjutan. Tulisan ini adalah bagian ke-4 dari serial manajemen paket Ubuntu. Semoga bermanfaat.

    Serial Manajemen Paket Ubuntu

    Berikut serial panduan manajemen paket dari kami.


      Ringkasan


      1. Perkenalan
      2. Program-Program APT
      3. Reload Repositori
      4. Instal Paket
      5. Hapus Paket
      6. Upgrade Seluruh Paket
      7. Upgrade Versi Rilis Ubuntu
      8. Hapus APT Cache
      9. Kamus Istilah
      10. Memperoleh Bantuan

      Perkenalan


      APT (Advanced Package Tool) adalah sistem yang sangat canggih untuk mengelola paket di sistem operasi keluarga Debian. APT terdiri dari sejumlah program (bisa dibaca di bawah) yang punya tugas sendiri-sendiri untuk mengelola. Tugas utama APT adalah menemukan dependensi, yang diserahkan kepada program apt-get. Sedangkan yang lainnya adalah program-program yang menunjang penemuan dependensi tersebut baik dari segi security (terdapat dua program untuk itu) maupun segi manfaat teknis (seperti apt-cdrom, apt-config). APT adalah free software berlisensi GNU GPL.


      Program-Program APT


      Advanced Package Tool memiliki sejumlah perintah yang ditugaskan untuk mengelola paket di suatu sistem Debian atau keturunan Debian (seperti Ubuntu). Masing-masing perintah merupakan program tersendiri. Di antara mereka adalah:

      • apt-get
      • apt-cache
      • apt-cdrom
      • apt-config
      • apt-key
      • apt-mark
      • apt-secure
      • apt-sortpkgs 

        Di Ubuntu (atau Debian) versi terbaru, misalnya 16.04 Xenial Xerus (atau 8 Jessie), APT memiliki perintah apt tersendiri yang bisa melakukan manajemen paket dan konfigurasi. Adapun program yang paling umum digunakan pengguna akhir adalah apt-get. Tulisan ini berbicara mengenai apt-get.

        Reload Repositori


        # apt-get update

        Contoh output:


        Penjelasan:

        Perintah ini berfungsi untuk me-reload atau mengunduh daftar isi dari repositori yang dipilih oleh sistem. Perintah ini tidak akan meng-upgrade atau menginstal paket apa pun. Jika berkas /etc/apt/sources.list telah disetel sesuai kebutuhan Anda, maka perintah ini adalah wajib dijalankan satu kali. Perintah ini sesungguhnya akan mengunduh daftar isi berupa berkas-berkas teks yang banyak (lihat output di atas dari baris ke baris) ke dalam direktori /var/lib/apt/lists/ dari repositori yang ditunjuk oleh sources.list. Satu kali saja sistem Anda sudah memiliki daftar isi, maka perintah ini sudah tidak dibutuhkan lagi kecuali Anda mengubah setelah sources.list. Perintah apt-get install baru bisa dilakukan jika sistem Anda sudah memiliki daftar isi dari repositori yang disetel dalam sources.list.

        Catatan:

        • Ukuran unduhan seluruh paket selalu ditayangkan pada saat instalasi akan dilaksanakan. Ukuran paket bergantung pada paket-paket yang Anda minta. 
        • Selalu periksa berapa ukuran paket yang akan diunduh terutama jika Anda menggunakan koneksi jaringan yang terbatas. 
        • Biasanya paket-paket program GUI semacam KDE atau GNOME akan berukuran besar, sedangkan paket-paket program CLI semacam nmap atau fping akan berukuran kecil.

        Instal Paket


        # apt-get install <nama_paket>

        Contoh output:



        Penjelasan:

        Perintah apt-get install bekerja dengan cara membaca alamat repositori yang sudah tersimpan di dalam sistem. Apt-get akan membaca nama paket yang Anda minta, mencocokkannya dengan database dpkg (/var/lib/dpkg/status) untuk mencari dependensi dari paket tersebut, lalu mencocokkannya dengan database APT di dalam sistem Anda, lalu berdasarkan daftar isi repositori yang sudah dimiliki sistem Anda, apt-get akan mengunduhkan seluruh paket beserta dependensinya. Di bagian akhir kerja, apt-get akan memanggil dpkg untuk melakukan instalasi paket-paket yang diperoleh satu per satu. Jika dpkg selesai kerja dengan sukses, apt-get akan mengembalikan command line Anda ke prompt. Demikian secara singkat bagaimana apt-get install bekerja.

        Catatan:

        • apt-get tidak menginstal paket, apt-get hanya mencarikan dependensi, sedangkan dpkg-lah yang menginstal.
        • Oleh karena apt-get bekerja dengan daftar isi repositori, perintah apt-get update menjadi penting.
        • Paket-paket yang diunduh oleh apt-get disimpan secara campur di satu direktori /var/cache/apt/archives/, sedangkan paket yang tidak terunduh sebagian (mis. ketika jaringan putus) disimpan di /var/cache/apt/archives/partial/. Direktori ini disebut dengan nama APT cache.

        Hapus Paket


        # apt-get remove <nama_paket>

        Contoh output:



        Penjelasan:

        Perintah apt-get remove bertugas membaca permintaan paket Anda, mencocokkannya dengan database, lalu akhirnya apt-get memanggil dpkg untuk menghapus tepat paket yang Anda minta saja. Perintah apt-get remove tidak menghapus dependensi yang datang bersama diinstalnya paket yang Anda minta.

        Catatan:

        • Meski demikian, kadang apt-get bisa memberitahu akan menghapus banyak paket bersamaan jika paket yang Anda minta untuk dihapus adalah paket yang dibutuhkan oleh paket-paket yang lainnya. 
        • Jika itu yang terjadi, selalu baca dengan hati-hati satu per satu nama paket yang ditampilkan oleh apt-get sebelum Anda benar-benar menyetujui penghapusannya. Karena bisa saja Anda menghapus seluruh GUI di Ubuntu Anda sendiri tanpa disadari.

        Upgrade Seluruh Paket


        # apt-get update
        # apt-get upgrade
        # apt-get dist-upgrade

        Penjelasan:

        Upgrade di sini adalah upgrade terhadap seluruh software yang terinstal secara otomatis ke versi terbarunya masing-masing. Bayangkan Anda punya Firefox, LibreOffice, Thunderbird, Nautilus, dan lain-lain versi lawas. Dengan upgrade, Anda otomatis memperoleh versi baru dari semua software tanpa perlu upgrade satu-satu. Upgrade di sini adalah upgrade versi seluruh paket terinstal. Itulah yang dimaksud dengan upgrade di sini.

        Perintah pertama memastikan sistem Anda memiliki seluruh daftar isi dari repositori yang disetel di source.list, kemudian perintah kedua melakukan upgrading terhadap tiap-tiap paket yang terinstal ke versi paket-paket terbaru yang tersedia di repositori, kemudian perintah ketiga akan melakukan clean up (pembersihan) otomatis jika terdapat sejumlah error atau kekurangan tertentu. Perintah-perintah ini tidak meng-upgrade versi Ubuntu Anda menjadi versi baru (mis. 15.10 ke 16.04) tetapi hanya mengupgrade seluruh paket-paket terinstal ke paket-paket versi baru yang tersedia di repositori (mis. Firefox 40 ke Firefox 41).

        Catatan:

        • Jangan meninggalkan salah satu dari ketiga perintah di atas. Lakukan semuanya jika Anda memang ingin upgrade paket-paket.
        • Siapkan jaringan internet yang besar dan stabil. Pada Ubuntu desktop, sering terjadi sekali upgrade membutuhkan data kurang lebih 400 MB. Kestabilan koneksi internet juga harus. 
        • Pastikan listrik tidak mati ketika upgrade berlangsung. 
        • Hati-hati terhadap kasus-kasus gagal upgrade yang berakhir dengan tidak bisa login atau rusak sistem. Selalu baca informasi dari sumber resmi dan komunitas sebelum melakukan upgrade.

        Upgrade Versi Rilis Ubuntu


        # do-release-upgrade

        Penjelasan:

        Perintah ini bukan bagian dari APT melainkan bagian dari paket ubuntu-release-upgrader-core tambahan dari Canonical. Pembuat perintah ini adalah Michael Vogt dan lain-lain. Perintah ini akan membaca kesediaan versi Ubuntu Anda apakah bisa melakukan upgrade versi atau tidak, lalu akan melakukan sejumlah aksi upgrade ke versi Ubuntu terbaru tersebut.

        Catatan:

        Upgrade versi Ubuntu membutuhkan koneksi jaringan yang besar dan stabil. Jika Anda sudah siap mengeluarkan beberapa ratus MB data dan tidak mematikan komputer selama upgrading berlangsung, hal ini boleh Anda lakukan. Namun perlu diingat bahwa terdapat kasus-kasus tertentu yang membuat sistem menjadi rusak (broken) setelah upgrading. Hendaknya Anda berhati-hati dan selalu mencari informasi sebelum melakukannya.


        Hapus APT Cache


        # apt-get clean

        Penjelasan:

        Perintah ini menghapus semua berkas paket .deb di dalam /var/cache/apt/archives dan /apt/cache/apt/archives/partial (direktori APT cache). Pada sistem yang ruang partisinya sempit, umumnya perintah ini berguna untuk membebaskan banyak ruang partisi (karena semakin banyak .deb di dalam APT cache = semakin banyak ruang termakan).

        Catatan:

        Bagi pengguna yang menomorsatukan instalasi paket secara offline (mis. pengguna yang koneksi jaringannya terbatas), perintah ini umumnya tidak dijalankan atau jika dijalankan maka seluruh paket harus di-backup dahulu. Sekali perintah dijalankan, semua paket terhapus tidak bisa dikembalikan lagi.

        Kamus Istilah


        • Update: mutakhir; istilah ini di dalam konteks apt berarti pengambilan daftar isi dari repositori yang disetel dalam sources.list. Istilah ini tidak mengandung makna instalasi paket sama sekali.
        • Upgrade: naik tingkat;  istilah ini di dalam konteks apt berarti penginstalan paket versi baru untuk menggantikan paket yang sama versi lawas. Di dalam beberapa jenis software, istilah upgrade diterjemahkan sebagai pemutakhiran.
        • Reload: muat ulang; istilah ini digunakan di GUI front-end seperti Synaptic untuk menyebut makna yang sama dengan apt-get update. Reload itu sama dengan fungsi apt-get update.
        • Paket: package; berkas yang memuat software dalam bentuk binary atau source code.
        • .deb: format paket yang memuat software binary di Ubuntu.
        • Database: basis data; dalam konteks manajemen paket yang dimaksud adalah basis data dpkg (utamanya /var/lib/dpkg/status) dan basis data apt (utamanya /var/lib/apt/lists/).
        • Automatically Installed: ketika instalasi paket selesai dilakukan (mis. # apt-get install scribus), paket yang diminta disebut manually installed dan dependensi yang diinstal bersamanya disebut automatically installed. Istilah ini merupakan istilah penandaan (marking). Istilah ini penting di dalam pemakaian dpkg atau apt-mark tingkat lanjut.
        • Manually Installed: telah jelas.

        Memperoleh Bantuan


        (1) Sistem Ubuntu Anda telah memuat bantuan-bantuan dalam bentuk dokumentasi manual yang cukup. Di antaranya adalah:

        • Perintah man apt
        • Perintah man apt-get
        • Perintah man apt-cache
        • Perintah man apt-<ganti_sendiri_namanya>
        • Direktori /usr/share/doc/apt/
        • Direktori /usr/share/doc/apt/examples/

        (2) Jika tidak bisa mengakses bantuan internal, Anda bisa mengakses bantuan eksternal di internet seperti