Sharing seputar Dunia Tkj dan Blogging ^^

Showing posts with label gui. Show all posts
Showing posts with label gui. Show all posts

Saturday, May 20, 2017

WinFF, Konverter Audio & Video Lengkap di GNU/Linux


WinFF adalah sebuah konverter audio & video segala format yang mudah digunakan untuk GNU/Linux. Dengan ini Anda bisa ubah format audio MP3/OGG maupun video MP4/AVI/FLV/WEBM dengan sangat mudah. WinFF adalah free software yang merupakan GUI untuk program intinya, ffmpeg. WinFF cocok dipakai sehari-hari di desktop di distro apa saja. Tulisan ini menjelaskan bagaimana menginstalnya di berbagai distro, contoh konversi audio OGG ke MP3, dan contoh konversi video MP4 ke WEBM.



Menginstal WinFF


WinFF (dan ffmpeg yang menjadi intinya) tersedia di semua distro GNU/Linux populer. Berikut cara instalasinya:

Ubuntu
$ sudo apt-get install winff

Debian
$ sudo apt-get install winff

Slackware
Gunakan SlackBuild https://www.slackbuilds.org/result/?search=winff&sv=.

Arch GNU/Linux
$ sudo pacman -S winff

openSUSE
Gunakan repo https://software.opensuse.org/package/winff.

Fedora
Gunakan repo https://software.opensuse.org/package/winff.

Mageia
$ sudo urpmi winff


Konversi Audio OGG ke MP3


Berikut saya contohkan pengubahan format audio OGG ke MP3, dengan contoh berkasnya ceramah Bradley M. Kuhn "Software Freedom and GNU Generation" (bisa diunduh gratis di https://audio-video.gnu.org/audio/).

1) Buka WinFF

2) Tambahkan berkas audio .ogg

3) Pilih convert to "Audio" dan pilih preset "MP3".



4) Buka tab Audio -> tentukan angka bitrate di sini. Bitrate besar = ukuran data besar, bitrate kecil = ukuran data kecil; dan begitu pula kualitas audionya. Bitrate dalam satuan kbps Anda bisa pilih 16, 32, 64, 128, atau 512.



5) Tekan tombol "Convert". Ini akan membuka Terminal menayangkan baris-baris proses konversi. Tunggu sampai prosesinya selesai yaitu Anda diminta menekan Enter di layar Terminal.



6) Audio hasil konversi dapat dinikmati di folder yang ditentukan.


Konversi Video MP4 ke WEBM


Berikut saya contohkah pula konversi video ke video dari MP4 ke WEBM memakai video buatan sendiri yang bisa Anda unduh dari YouTube Belajar GNU/Linux.

1) Buka WinFF.

2) Tambahkan video .mp4.

3) Tentukan Convert to "Google" dan Preset "WEBM". Betul, format video/audio WEBM adalah berasal dari Google.



4) Klik tombol "Options" agar semua tab pengaturan muncul.

5) Pada tab Video, tentukan angka bitrate. Semakin besar, semakin lama prosesnya tapi semakin baik kualitasnya; semakin kecil, semakin cepat tapi semakin turun kualitasnya.


6) Pada tab Audio juga, tentukan angka bitrate.


7) Tekan tombol "Convert". Ini akan menayangkan Terminal berisi prosesi pengubahan format hingga selesainya dia meminta Anda menekan tombol Enter. Lamanya proses ini bergantung pada kekuatan prosesor Anda.

8) Video hasil konversi tersimpan di folder yang ditentukan.

Thursday, April 27, 2017

Mudah Menyambung OpenVPN di Ubuntu Pakai NetworkManager


Ubuntu mendukung sambungan OpenVPN dengan GUI yang mudah. Hanya saja, untuk mengaktifkan dukungan ini kita perlu memasang beberapa paket. Tulisan ini ditujukan khususnya bagi karyawan/mahasiswa yang internetnya terhalang proxy instansi agar mudah menyambungkan semua aplikasinya ke internet melalui VPN. Tulisan ini menunjukkan langkah-langkahnya berbasis contoh konfig .ovpn gratis dari VPNGate.net. Selamat ber-VPN mudah di Ubuntu!


Sekilas OpenVPN


Virtual Private Network (VPN) adalah salah satu bentuk jaringan di internet yang dipakai untuk menyambung secara aman dari satu jaringan ke jaringan lain. Sementara itu, OpenVPN adalah program client & server yang dibuat berdasarkan teknologi VPN, yang jadi standar populer saat ini. Kegunaan VPN sangat banyak, seringnya untuk membebaskan diri dari pemblokiran jaringan atau penyadapan internet. Singkatnya dengan program OpenVPN inilah Anda bisa "memaksa" seluruh program di sistem Ubuntu terhubung ke internet melalui satu jalur VPN yang banyak tersedia di internet gratis ataupun berbayar (masih banyak kegunaan lainnya juga!). Baca lebih lanjut tentang VPN di sini lalu OpenVPN di sini.

1. Sudahkah OpenVPN Terinstal?


Pastikan paket bernama openvpn terpasang di Ubuntu Anda. Jika belum, instal dulu:

$ sudo apt-get install openvpn


2. Instal Pengaya NetworkManager


Untuk mengaktifkan konfigurasi GUI bagi OpenVPN di Ubuntu, Anda perlu menginstal beberapa paket "plugins" yang ditujukan untuk NetworkManager.

$ sudo apt-get install network-manager-openvpn network-manager-vpnc network-manager-openconnect network-manager-openvpn-gnome network-manager-vpnc-gnome network-manager-openconnect-gnome

3. Dapatkan Konfig .ovpn


Untuk mencoba OpenVPN di Ubuntu melalui kemudahan NetworkManager, paling mudahnya Anda cukup mendapatkan sebuah konfig .ovpn yang OK dari situs-situs yang menyediakannya gratis. Anda bisa mengunduhnya gratis dari http://vpngate.net misalnya ambil yang server Jepang. Ambil yang mana saja asalkan ekstensinya .ovpn.


4. Impor .ovpn ke NetworkManager


Anda harus memasukkan konfig .ovpn ini ke NetworkManager dengan cara: klik ikon jaringan di panel atas > klik Edit connections > klik tombol Add > klik pilihan & pilih Import a Saved VPN Config > klik Create > pilih berkas .ovpn yang barusan Anda unduh tadi > klik Open > pada dialog Connection name cukup klik Save. Sampai di sini impor konfig selesai.


5. Menyambung ke OpenVPN


Sekarang klik ikon jaringan lagi > sorot VPN Connections > klik nama VPN yang barusan Anda imporkan > biarkan ikon jaringan berputar > sebuah notifikasi berhasil menyambung akan tampak > maka keseluruhan komputer Ubuntu Anda sekarang tersambung ke internet melalui OpenVPN ini.


Notifikasinya seperti ini. Ikon jaringan Anda juga akan dibubuhi logo gembok kecil.


6. Memeriksa Keabsahan Sambungan

Benarkah Anda sekarang tersambung ke internet melalui terowongan OpenVPN? Cara mudah memeriksanya ketik saja "what is my ip" di mesin pencari di web browser Anda lalu lihat apakah bahasa halamannya berubah jadi Bahasa Jepang (atau sesuai negara server yang Anda pilih tadinya). Jika benar Anda tersambung ke OpenVPN di Jepang, maka seharusnya tampilan mesin pencari beraksara Jepang sekarang.



Cara lain memeriksanya misalnya dengan mengunjungi situs pembaca IP address seperti IPLocation dan perhatikan nomor IP-nya kemudian negara-nya. Seharusnya situs ini membaca nomor IP dari server yang Anda pilih dan negaranya bukan Indonesia lagi (jika benar Anda tadinya memilih Jepang, misal). Perhatikan bahwa nomor IP yang dibaca oleh situs ini sama dengan IP dari konfig yang saya pakai (60.97.15.64).



Selamat, kini sambungan OpenVPN lebih mudah digunakan di Ubuntu Anda.

Monday, June 6, 2016

Panduan Dasar Penggunaan Desktop GNOME


GNOME (GNU Network Object Model Environment) adalah sebuah desktop environment terpopuler untuk GNU/Linux dengan titik berat pada kemudahan penggunaan untuk seluruh jenis pengguna. GNOME adalah antarmuka tampilan (GUI) bawaan pada sistem operasi Debian, Ubuntu GNOME, Fedora, CentOS, dan sistem operasi GNU/Linux lainnya. Situs resmi GNOME adalah https://www.gnome.org. Artikel ini menggunakan GNOME 3.18 di Ubuntu GNOME 16.04 sebagai basisnya. Artikel ini bagian dari serial panduan penggunaan desktop environment. Kamus istilah tersedia di bagian akhir. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Seri Panduan Dasar Desktop Environment

Berikut ini artikel-artikel panduan GUI di GNU/Linux dari kami:

    Ringkasan


    1. Tombol Pertama Anda
    2. Struktur Tampilan GNOME
    3. Perbedaan Struktur Tampilan GNOME vs Windows
    4. Mencari Aplikasi
    5. Menjalankan Aplikasi
    6. Berpindah Aplikasi
    7. Menutup Aplikasi
    8. Minimize
    9. Maximize
    10. Mengases LAN/WLAN
    11. Meredupkan Layar
    12. Mengecilkan Volume
    13. Mengakses Pengaturan
    14. Kamus Istilah

    Tombol Pertama Anda


    Tekan tombol Win (biasa disebut Super atau Meta) di keyboard Anda maka GNOME Shell akan menampilkan keseluruhan desktop mulai dari panel atas, panel samping kiri, panel workspace kanan, kotak pencarian, dan ringkasan tampilan jendela-jendela aplikasi yang sedang aktif di tengah. Tampilan keseluruhan ini dinamakan Activities Overview.  Dengan inilah pengguna GNOME mengakses menu aplikasi, menukar jendela yang sedang aktif, dan menjalankan aplikasi dari ikon-ikon. Anda yang familiar dengan antarmuka Android atau iOS tidak akan asing dengan Activities Overview ini. Tekan Win satu kali lagi untuk menonaktifkan Activities Overview.


    Hot corner: gerakkan kursor Anda menabrak ujung kiri atas layar maka Activities Overview akan terjadi. Ujung kiri atas layar Anda adalah hot corner bagi GNOME yang efeknya sama dengan tombol Win. 

    Struktur Tampilan GNOME


    GNOME memiliki 2 macam tampilan yang akan dipakai oleh pengguna secara bergantian kapan pun itu. Tampilan pertama adalah tampilan dasar, tampilan kedua adalah tampilan Overview. Berikut penjelasannya.

    (Tampilan Dasar) Pada dasarnya, tampilan GNOME hanya terdiri dari panel atas dan wallpaper saja. Panel atas ujung kiri ditempati tombol Activities, di tengah ditempati indikator waktu, di ujung kanan ditempati system tray. Lihat gambar berikut.



    (Tampilan Overview) Tampilan GNOME pada saat Activities Overview dibuka berbeda dari tampilan dasar. Tampilannya seperti telah dijelaskan sebelumnya. Di dalam tampilan inilah pengguna bisa mengetik kata kunci pencarian aplikasi, atau bertukar aplikasi, atau mengakses aplikasi, atau menukar tempat (workspace) aplikasi. Mirip dengan overview di tampilan Android. Lihat gambar berikut.


    Perbedaan Struktur Tampilan GNOME dengan Windows

    Tampilan Windows bergaya tradisional, sedangkan GNOME bergaya mobile. Ciri gaya tradisional adalah panel dengan tombol menu dan taskbar berada di bawah (mis. tampilan Windows XP). Ciri gaya mobile adalah menu yang memenuhi layar tanpa adanya taskbar (mis. tampilan Android).

    Dari segi User Experience, perbedaan mencolok yang perlu diperhatikan:

    • Tidak ada klik kanan > Refresh. Desktop luar GNOME tidak didesain untuk ditempeli shortcut, tidak seperti tampilan Windows. 
    • Tidak ada taskbar bawah. Bertukar jendela diserahkan pada Activities Overview atau Alt+Tab.

    1. Mencari Aplikasi


    Tekan tombol Win (mengaktifkan Activities Overview) lalu ketik nama program yang Anda inginkan. Misalnya mencari LibreOffice, tekan tombol Win lalu ketik libre.


    2. Menjalankan Aplikasi


    Aktifkan Activities Overview lalu klik pada ikon program yang mau dijalankan. Ikon ini bisa berada di panel kiri, bisa juga berada di area tengah setelah Anda mencarinya dahulu. 

    3. Berpindah Aplikasi 


    Berpindah aplikasi (switch running application windows) bisa dilakukan dengan mengaktifkan Activities Overview lalu klik pada ikon jendela yang dituju.

    Cara lain: Anda juga bisa melakukan Alt+Tab selayaknya di sistem antarmuka GUI lainnya.



    4. Menutup Aplikasi


    Klik tombol X pada ujung kanan atas jendela aplikasi yang bersangkutan.  Atau ketika Activities Overview sedang dibuka, arahkan kursor ke salah satu jendela > klik tombol X bundar di ujung kiri atasnya.


    5. Minimize


    Klik kanan pada title bar jendela > klik Minimize.

    Cara lain: tekan Win+D untuk minimize semua jendela.


    6. Maximize


    Klik kanan pada title bar jendela > klik Maximize.

    7. Mengakses LAN/WLAN/WiFi


    Jaringan Anda bisa diakses dengan program system tray yang terletak di ujung kanan atas pada panel atas GNOME. Klik tombol apa saja di sana >  klik pada bagian WiFi > klik Select Network > satu jendela dialog muncul > pilih salah satu nama SSID/WiFi Hotspot yang ditampilkan > masukkan password (jika diminta) > Anda terhubung ke jaringan WLAN/WiFi. Untuk mematikannya akses program yang sama. Lakukan metode yang sama untuk tipe jaringan yang lainnya.


    8. Meredupkan Layar


    Kecerahan layar bisa diakses programnya juga dari system tray. Klik system tray > geser slider kecerahan (nomor dua dari atas) ke kiri atau ke kanan.

    9. Mengecilkan Volume


    Volume suara bisa diatur dari program di sistem tray pula. Klik system tray > geser slider volume suara (nomor satu dari atas) ke kiri atau ke kanan.

    10. Mengakses Pengaturan


    Aktifkan Activities Overview >  cari settings > klik pada ikon GNOME System Settings (default: silang obeng dan kunci inggris). Dengan aplikasi ini Anda bisa mengatur banyak aspek dari desktop GNOME Anda cukup dengan klik.

    Kamus Istilah


    • GUI:  graphical user interface, antarmuka pengguna grafikal; metode interaksi manusia-komputer dengan menggunakan gambar (grafis). Ciri metode ini adalah adanya interaksi dengan kursor, adanya ikon-ikon, jendela, tombol, toolbar, menubar, taskbar, radio button, dan seterusnya. 
    • Desktop environment: lingkungan desktop; istilah untuk menyebut kumpulan software terintegrasi yang memanfaatkan display manager untuk memberikan tampilan grafis kepada pengguna. Istilah desktop environment (disingkat DE) bisa berarti GUI, dan sebaliknya GUI bisa berarti desktop environment.
    • Desktop: desk = meja, top = atas, desktop = yang di atas meja; istilah yang merujuk kepada tampilan keseluruhan tempat jendela-jendela aplikasi ditampilkan dan dikerjakan. Pengguna bekerja di atasnya bagaikan bekerja di atas meja yang sesungguhnya.
    • Taskbar: task = tugas, bar = bilah, taskbar = bilah tugas; istilah untuk menyebut panel bawah (mis. di Windows XP) yang bertugas menampilkan ikon-ikon dari jendela aplikasi yang sedang berjalan. Pengguna melakukan minimize dan maximize dengannya.

    Friday, June 3, 2016

    Seri Manajemen Paket Ubuntu 6: GUI Front-End


    Tulisan ini memperkenalkan program-program GUI front-end untuk sistem manajemen paket di Ubuntu. Contohnya adalah Synaptic, GNOME PackageKit, GDebi, Ubuntu Software Center, dan GNOME Software. Tulisan ini adalah bagian ke-6 dari serial manajemen paket Ubuntu.


    Serial Manajemen Paket Ubuntu

    Berikut serial panduan manajemen paket dari kami.


    Perkenalan Istilah GUI Front-End


    Di dunia software, terkhusus di sistem operasi keluarga UNIX, terdapat istilah back-end dan istilah front-end. Kedua istilah ini adalah penyebutan untuk konsep desain �tumpukan� (stack), di mana sebuah software bisa berperilaku sebagai fondasi bagi software yang dibangun di atasnya. Software yang berada di lapisan bawah disebut back-end (back = belakang), software yang dibangun di lapisan atasnya disebut front-end (front = depan). Biasanya, sebuah front-end sengaja dibuat untuk menyediakan user interface (antarmuka pengguna) yang mudah digunakan. Biasanya pula, sebuah program front-end hanya bertugas memberikan tampilan luar sementara proses-proses riilnya tetaplah dikerjakan oleh program back-end. Front-end dilihat dari wujudnya ada dua macam, ada yang CLI (command line interface) ada juga yang GUI (graphical user interface).

    Contoh hubungan keduanya di Ubuntu adalah Synaptic (front-end) terhadap APT dan dpkg (back-end) secara berurutan. Contoh front-end yang GUI misalnya Synaptic, sedangkan front-end yang CLI misalnya APT, keduanya adalah front-end terhadap dpkg. Selain APT, ada front-end yang CLI yang dibuat untuk dpkg, bernama aptitude. Pengguna akhir ketika mengelola paket di Debian atau Ubuntu, bisa memilih front-end CLI mana yang lebih disukai antara APT atau aptitude. Jika tidak menggunakan CLI, pengguna juga bisa memilih front-end GUI seperti Synaptic.

    Di sini secara umum bisa dikatakan bahwa tugas Synaptic (dan front-end semisalnya) hanyalah memberikan tampilan GUI yang mudah dipakai untuk pengguna akhir, sementara ketika proses berlangsung sesungguhnya yang bekerja adalah APT dan dpkg. Pembaca diharapkan tidak lagi bingung dengan istilah front-end dan back-end nantinya.

    Contoh GUI Front-End untuk Manajemen Paket


    Program manajer paket asli sistem operasi keluarga Debian adalah dpkg. Selain dpkg, software semacam APT atau Synaptic adalah front-end terhadap dpkg. Tanpa APT atau Synaptic, sebuah sistem Debian tetap bisa mengelola paket dengan dpkg saja. Tetapi sebaliknya, menggunakan APT atau Synaptic tanpa dpkg adalah mustahil. Hanya saja, software seperti APT adalah CLI front-end dan Synaptic adalah GUI front-end terhadap dpkg. Tulisan ini akan memperkenalkan GUI front-end bagi sistem manajemen paket Debian (termasuk Ubuntu) yang Anda bisa pilih mana yang paling nyaman digunakan. Tulisan ini tidak membahas CLI front-end seperti APT atau aptitude. Menggunakan GUI front-end di sini sama seperti menggunakan back-end hanya saja dalam banyak sisi lebih mudah, lebih efisien, dan lebih hemat waktu.


    1. Synaptic



    Synaptic Package Manager adalah program GUI yang menampilkan antarmuka pencarian paket yang mudah. Jika di konsol pengguna mengetik perintah untuk mencari paket maupun menginstal, di GUI di Synaptic pengguna bisa mencari paket-paket secara live kemudian cukup pilih dan klik tombol untuk menginstal. Synaptic terkenal dengan pola pemakaiannya yang sederhana: cari, centang, instal. Synaptic mendukung jaringan dengan proxy yang berautentikasi, mendukung history, pembuatan script untuk instalasi offline, dan lain-lain. Di antara GUI front-end yang lain, dihitung dari segi teknis manipulasi paket di keluarga Debian, Synaptic adalah yang paling fleksibel.

    2. GDebi



    GDebi adalah GUI front-end untuk dpkg. GDebi bisa Anda bayangkan menginstal paket atau banyak paket seperti menggunakan dpkg tetapi dilakukan dengan sekali klik. Selain itu, GDebi memiliki kelebihan yakni mampu mencari dependensi dari paket yang diminta kemudian menginstalnya. Pengguna yang suka menginstal paket-paket pihak ketiga akan senang menggunakan GDebi.

    3. Ubuntu Software Center




    Ubuntu Software Center adalah GUI front-end buatan Canonical khusus untuk Ubuntu. Dengan Ubuntu Software Center (USC) pengguna akhir dapat melakukan instalasi paket-paket software secara iconic (bergambar, ber-icon) dengan klik saja. USC dilengkapi fitur dasar ditambah bisa menginstal paket lokal seperti halnya GDebi.

    4. GNOME Software



    GNOME Software adalah sebuah GUI front-end buatan developer GNOME sebagai bagian dari GNOME desktop environment. GNOME Software relatif baru, fiturnya kira-kira setara dengan USC. GNOME Software adalah GUI front-end untuk PackageKit (dijelaskan di bawah).

    5. GNOME PackageKit



    PackageKit adalah sistem universal yang memberikan kemudahan bagi pengguna distro apa pun dengan sistem manajemen paket apa pun untuk menginstal dan meng-upgrade paket-paket sistem. PackageKit memiliki GUI front-end yang bagus yang bernama GNOME PackageKit. Dalam konteks tulisan ini, PackageKit (daemon: packagekitd) adalah front-end untuk APT sedangkan GNOME PackageKit adalah GUI front-end untuk PackageKit. Di luar konteks, PackageKit adalah front-end pula untuk manajer paket distro lain seperti zypp (openSUSE), yum (Red Hat Enterprise Linux), emerge (Gentoo), dan lain-lain. GNOME PackageKit merupakan satu GUI front-end untuk semua distro dalam hal ini. PackageKit dan GNOME PackageKit adalah karya Richard Hughes, seorang maintainer Proyek GNOME. 

    Catatan: jika di lingkungan GNOME ada GNOME PackageKit sebagai GUI untuk PackageKit, maka di lingkungan KDE ada juga KPackageKit (sekarang bernama Apper) yang setara dengan GNOME PackageKit.

    6. Muon Discover



    Muon adalah GUI front-end untuk APT dari Proyek KDE. Muon Discover adalah nama program yang cenderung lebih mirip seperti USC atau GNOME Software. Fitur mereka kurang lebih sama. Intinya, Muon Discover menitikberatkan pada kemudahan untuk pengguna akhir. Muon Discover bisa ditemukan di distribusi yang memakai KDE sebagai bawaan, contohnya Kubuntu.

    Catatan Penulis


    Terima kasih untuk Kang Abu Fakhri Ali atas koreksi mengenai aptitude dan PackageKit untuk tulisan ini pada 5 Juni 2016.

    Referensi