Sharing seputar Dunia Tkj dan Blogging ^^

Showing posts with label pemula. Show all posts
Showing posts with label pemula. Show all posts

Wednesday, June 7, 2017

Panduan Memulai Pemrograman C dengan Geany IDE di GNU/Linux


Tutorial ini menjelaskan bagaimana menyiapkan text editor dan compiler untuk pemrograman C di sistem operasi GNU/Linux distro apa saja. Dipilih di sini Geany yang mudah sekali dipakai menulis kode, dan GNU gcc selaku compiler bahasa C terkemuka di dunia yang merupakan bawaan hampir semua distro. Target tulisan ini ialah pemula yang masih baru mengenal GNU/Linux. Anda bisa menerapkannya pada Ubuntu, Debian, Fedora, openSUSE, dan distro lain. Semoga ini memudahkan para mahasiswa dan dosen ilmu komputer bermigrasi ke GNU/Linux.


Pendahuluan


Yang dibutuhkan untuk memulai pemrograman C hanyalah sebuah program text editor dan sebuah compiler. Di platform GNU/Linux, kita punya sangat banyak pilihan text editor dan yang dipakai dalam tulisan ini ialah Geany. Kita pun sebenarnya punya banyak compiler bahasa C, namun yang terpopuler dan terdekat ialah GNU gcc. Beberapa istilah penting yang perlu diketahui pemula:

  • Text editor: program penyunting teks, seperti Notepad.
  • Compiler (Indonesia: kompiler): program yang bertugas menerjemahkan source code menjadi binary code. 
  • Geany: sebuah program text editor yang canggih, berfitur lengkap (maka tergolong Integrated Development Environment), tetapi sangat mudah digunakan pemula.
  • GNU gcc: kompiler bahasa C yang free, komponen dari sistem operasi GNU, dan tersedia untuk segala merek OS. Hampir semua distro telah terpasangi gcc di dalamnya.

1. Instal Kompiler GCC


Perangkat lunak kompiler untuk bahasa C biasanya telah terpasang di mayoritas distro. Namun jika perlu diinstal manual, berikut perintahnya untuk beberapa distro:

Ubuntu
$ sudo apt-get install gcc

Debian
$ sudo apt-get install gcc

Fedora
$ sudo dnf install gcc

Arch
$ sudo pacman -S gcc

openSUSE
$ sudo zypper install gcc

2. Instal Geany


Geany sebagai Integrated Development Environment (IDE) harus diinstal sendiri. Berikut perintahnya untuk berbagai distro:

Ubuntu
$ sudo apt-get install geany

Debian
$ sudo apt-get install geany

Fedora
$ sudo dnf install geany

Arch
$ sudo pacman -S geany

openSUSE
$ sudo zypper install geany

3. Tulis Kode


Setelah memiliki kompiler dan IDE, sekarang silakan ketik source code dalam bahasa C di Geany. Di internet sudah sangat banyak situs berdedikasi mengajarkan C seperti cprogramming.com yang Anda bisa ambil kode-kode siap pakai darinya.


4. Kompilasi


Dengan Geany, proses kompilasi dilakukan dengan klik tombol "Compile" kemudian klik "Build" (yakni compiling dan linking), terakhir klik tombol "Run". Jika source code Anda tidak mengandung error, maka programnya akan dijalankan pada jendela Terminal tersendiri.



Catatan Penting


Kendati Geany mempermudah Anda dalam kompilasi, Anda tetap harus mengetahui bagaimana melakukan compiling itu sendiri. Dengan mengarahkan Terminal ke folder di mana source code disimpan, anggap namanya lat1.c,

lakukan perintah compiling:

gcc -c -Wall lat1.c

kemudian perintah linking:

gcc -o -Wall lat1 lat1.c

maka linking ini menghasilkan binary code lat1 tanpa ekstensi dan jalankanlah:

./lat1
Gambar berikut menunjukkan urutan perintah di atas dan hasilnya:


Saturday, May 20, 2017

WinFF, Konverter Audio & Video Lengkap di GNU/Linux


WinFF adalah sebuah konverter audio & video segala format yang mudah digunakan untuk GNU/Linux. Dengan ini Anda bisa ubah format audio MP3/OGG maupun video MP4/AVI/FLV/WEBM dengan sangat mudah. WinFF adalah free software yang merupakan GUI untuk program intinya, ffmpeg. WinFF cocok dipakai sehari-hari di desktop di distro apa saja. Tulisan ini menjelaskan bagaimana menginstalnya di berbagai distro, contoh konversi audio OGG ke MP3, dan contoh konversi video MP4 ke WEBM.



Menginstal WinFF


WinFF (dan ffmpeg yang menjadi intinya) tersedia di semua distro GNU/Linux populer. Berikut cara instalasinya:

Ubuntu
$ sudo apt-get install winff

Debian
$ sudo apt-get install winff

Slackware
Gunakan SlackBuild https://www.slackbuilds.org/result/?search=winff&sv=.

Arch GNU/Linux
$ sudo pacman -S winff

openSUSE
Gunakan repo https://software.opensuse.org/package/winff.

Fedora
Gunakan repo https://software.opensuse.org/package/winff.

Mageia
$ sudo urpmi winff


Konversi Audio OGG ke MP3


Berikut saya contohkan pengubahan format audio OGG ke MP3, dengan contoh berkasnya ceramah Bradley M. Kuhn "Software Freedom and GNU Generation" (bisa diunduh gratis di https://audio-video.gnu.org/audio/).

1) Buka WinFF

2) Tambahkan berkas audio .ogg

3) Pilih convert to "Audio" dan pilih preset "MP3".



4) Buka tab Audio -> tentukan angka bitrate di sini. Bitrate besar = ukuran data besar, bitrate kecil = ukuran data kecil; dan begitu pula kualitas audionya. Bitrate dalam satuan kbps Anda bisa pilih 16, 32, 64, 128, atau 512.



5) Tekan tombol "Convert". Ini akan membuka Terminal menayangkan baris-baris proses konversi. Tunggu sampai prosesinya selesai yaitu Anda diminta menekan Enter di layar Terminal.



6) Audio hasil konversi dapat dinikmati di folder yang ditentukan.


Konversi Video MP4 ke WEBM


Berikut saya contohkah pula konversi video ke video dari MP4 ke WEBM memakai video buatan sendiri yang bisa Anda unduh dari YouTube Belajar GNU/Linux.

1) Buka WinFF.

2) Tambahkan video .mp4.

3) Tentukan Convert to "Google" dan Preset "WEBM". Betul, format video/audio WEBM adalah berasal dari Google.



4) Klik tombol "Options" agar semua tab pengaturan muncul.

5) Pada tab Video, tentukan angka bitrate. Semakin besar, semakin lama prosesnya tapi semakin baik kualitasnya; semakin kecil, semakin cepat tapi semakin turun kualitasnya.


6) Pada tab Audio juga, tentukan angka bitrate.


7) Tekan tombol "Convert". Ini akan menayangkan Terminal berisi prosesi pengubahan format hingga selesainya dia meminta Anda menekan tombol Enter. Lamanya proses ini bergantung pada kekuatan prosesor Anda.

8) Video hasil konversi tersimpan di folder yang ditentukan.

Friday, May 12, 2017

Mengenal Bodhi GNU/Linux 4, Distro Unik dengan Fitur Remastering


Bodhi adalah sistem operasi GNU/Linux turunan Ubuntu dengan tampilan Moksha Desktop Environment. Sistem operasi satu ini berfokus pada minimalisme dengan sesedikit mungkin membebani RAM & CPU serta membawa aplikasi bawaan yang hemat pula. Keistimewaan Bodhi ada pada App Center dan tampilan MDE yang begitu unik. Bahkan, Bodhi pun membawa BodhiBuilder program untuk remastering & backup. Bodhi adalah sistem yang sangat berbeda, hingga mungkin tidak sesuai untuk pemakaian desktop sehari-hari. Namun Bodhi akan sangat menarik bagi para petualang distro dan pencinta remastering. Tulisan ini mengulas sedikit dari Bodhi 4.1.0 setelah dipasang di satu laptop Celeron 2GB.


Tentang Bodhi


Pada versi-versi rilis sebelum 4.x, Bodhi dikenal sebagai distro pengusung tampilan Enlightenment. Rilis Bodhi terakhir yang masih membawa Enlightenment ialah 3.0. Namun dimulai versi 4, Bodhi berhenti membawa Enlightenment, beralih ke Mokhsa yaitu pengembangan ulang source code E17.

1. Konsumsi Memori


Bodhi 4 memakan hanya sekitar 300MB (308MiB pada gambar) saat idle setelah diinstal. Ini artinya Bodhi tergolong sistem operasi yang sangat ringan dan ramah segala komputer (cocok menghidupkan PC/laptop lawas). Ini mengagumkan mengingat tahun 2017 ini kecenderungan OS populer memakan RAM terlalu boros seperti Ubuntu (1GB) dan Windows 10 (1GB). Angka 300MB-an itu didapat dari perintah  $ free -m  dengan mengurangkan antara total dengan available.


Informasi cara membaca nilai ini bisa dilihat di linuxatemyram.com.

2. Informasi Teknis


Bodhi 4.0 membawa teknologi sebagai berikut:

  • Keluarga OS: GNU/Linux
  • Keluarga distro: Ubuntu
  • Basis versi: turunan Ubuntu 16.04
  • Tanggal rilis: 27 Januari 2017
  • Manajer paket: dpkg, apt
  • Tampilan: Mokhsa Desktop Environment
  • Kernel: Linux 4.8
  • GNU: glibc 2.23, libstdc++ 5.4, coreutils 8.25, binutils 2.26, bash 4.3, gnupg 1.4 dan 2.1, tar 1.28, gzip 1.6, wget 1.17
  • Lisensi: free software

3. Penginstal Sistem


Bodhi memakai penginstal yang sama dengan Ubuntu 16.04, yaitu Ubiquity. Oleh karena itu jika Anda terbiasa memasang Ubuntu maka menginstal Bodhi sama saja mudahnya.


4. Tampilan Desktop


Beginilah tampilan awal Bodhi 4 dengan Moksha Desktop Environment (MDE).


5. Aplikasi Bawaan


Software yang dibundel Bodhi tidaklah banyak karena ISO image-nya saja hanya sekitar 700MB. Sisa aplikasinya bisa dipasang dari AppCenter dan juga tersedia di repositori Ubuntu (Bodhi kompatibel dengan 16.04 Xenial Xerus).

  • Web browser: Midori
  • Text editor: ePad
  • Monitor setting: ARandR
  • Image viewer: Ephoto
  • App store: Bodhi AppCenter
  • Terminal: Terminology
  • Remastering: BodhiBuilder

6. Klik-Kanan Desktop


Bodhi unik karena klik-kanannya terbalik. Klik-kiri pada desktop malah menggantikan fungsi klik-kanan. Perilaku ini masih dapat diganti di Control Panel.


7. Control Panel


Bodhi pun telah dilengkapi dengan control panel sendiri yang mencakup pengaturan OS ini: tema, aplikasi default, layar, touchpad/mouse, keyboard dan pintasannya, jendela dan menu, extensions dan banyak lagi. Yang unik darinya tentu tampilannya, bagi kita yang terbiasa dengan System Settings di distro lain atau di Windows, kita akan bertualang dengannya.


8. File Manager


Pengelola berkas bawaan Bodhi adalah PCManFM. Ini program yang sama dengan yang dibawa oleh Lubuntu, sebuah file manager yang sangat ringan (hemat memori & CPU) dengan fitur modern (multitab, split vertical, bookmarks, connect to server).



9. AppCenter


Jika kita mendengar nama AppCenter, AppStore, Software Center, PlayStore, kita membayangkan program GUI seperti Synaptic yang bisa dijalankan pada OS. Namun AppCenter di Bodhi sangat berbeda! AppCenter yang dimaksud adalah web browser biasa yang membuka alamat http://www.bodhilinux.com/a/, bukan suatu program tersendiri.

Pengguna menginstal program dengan mencari namanya di situs ini lalu klik tombol Install. Maka antarmuka web akan memproses URL khusus yang diterima oleh Bodhi > pengguna akan diminta memasukkan password > program akan diunduh dan diinstal. Begitu konsep AppCenter di Bodhi yang lain dari yang lain.



10. Remastering & Backup


Bodhi, uniknya, membawa program khusus remastering bernama BodhiBuilder prainstal. Dengan program semacam ini, pengguna memiliki 2 pilihan: bisa membikin distro baru, dan bisa juga membikin backup keseluruhan sistem. Anda tidak perlu menginstal Remastersys/Pinguy Builder/UCK lagi.

Tampilan awal:


Pengaturan:


Jika Anda belum mengenal remastering, singkatnya, Anda bisa menghasilkan ISO image berisi OS racikan Anda sendiri dari komposisi OS asal + aplikasi yang Anda instal + data Anda di dalamnya. Contohnya Anda pasang LibreOffice, VLC, Inkscape, dan permainan Warzone2100 ke dalam Bodhi lalu Anda proses dengan BodhiBuilder sehingga terbentuklah Bodhi OS baru yang sudah berisi program pilihan Anda. Anda bisa pasang ISO baru itu ke ratusan komputer teman atau laboratorium sekolah Anda misalnya. Sangat menarik, bukan?

Otomatis, jika pengguna bisa remastering maka pengguna bisa backup. Anda bisa mencadangkan keseluruhan sistem Anda dalam sebuah ISO image dengan BodhiBuilder. Jika Anda pernah dengar Norton Ghost di Windows, maka BodhiBuilder serupa dengannya.

11. Komunitas & Pengembangan


Bodhi sebagaimana distribusi GNU/Linux lain juga dikembangkan oleh tim tertentu dan dikelilingi komunitas yang saling bergotong-royong. Pengguna Bodhi difasilitasi forum resmi, wiki, dan live chat dalam soal dukungan teknis. Bodhi juga punya alamat Facebook dan Google+. Adapun pengembangan Bodhi sendiri terjadi di GitHub terutama Moksha.

Forum Bodhi:




Penutup


Dengan sifat-sifat Bodhi yang demikian, maka ia cocok dipakai untuk bereksplorasi dan remastering. Bodhi juga sesuai untuk menghidupkan komputer lawas, misalnya setelah terpasang baru dipasangi aplikasi macam LibreOffice, sesuatu yang sulit/tidak bisa dilakukan dengan Ubuntu karena kebutuhan RAM. Semoga artikel pendek ini mempertemukan Anda dengan OS yang sesuai kebutuhan Anda.

Thursday, April 27, 2017

Mudah Menyambung OpenVPN di Ubuntu Pakai NetworkManager


Ubuntu mendukung sambungan OpenVPN dengan GUI yang mudah. Hanya saja, untuk mengaktifkan dukungan ini kita perlu memasang beberapa paket. Tulisan ini ditujukan khususnya bagi karyawan/mahasiswa yang internetnya terhalang proxy instansi agar mudah menyambungkan semua aplikasinya ke internet melalui VPN. Tulisan ini menunjukkan langkah-langkahnya berbasis contoh konfig .ovpn gratis dari VPNGate.net. Selamat ber-VPN mudah di Ubuntu!


Sekilas OpenVPN


Virtual Private Network (VPN) adalah salah satu bentuk jaringan di internet yang dipakai untuk menyambung secara aman dari satu jaringan ke jaringan lain. Sementara itu, OpenVPN adalah program client & server yang dibuat berdasarkan teknologi VPN, yang jadi standar populer saat ini. Kegunaan VPN sangat banyak, seringnya untuk membebaskan diri dari pemblokiran jaringan atau penyadapan internet. Singkatnya dengan program OpenVPN inilah Anda bisa "memaksa" seluruh program di sistem Ubuntu terhubung ke internet melalui satu jalur VPN yang banyak tersedia di internet gratis ataupun berbayar (masih banyak kegunaan lainnya juga!). Baca lebih lanjut tentang VPN di sini lalu OpenVPN di sini.

1. Sudahkah OpenVPN Terinstal?


Pastikan paket bernama openvpn terpasang di Ubuntu Anda. Jika belum, instal dulu:

$ sudo apt-get install openvpn


2. Instal Pengaya NetworkManager


Untuk mengaktifkan konfigurasi GUI bagi OpenVPN di Ubuntu, Anda perlu menginstal beberapa paket "plugins" yang ditujukan untuk NetworkManager.

$ sudo apt-get install network-manager-openvpn network-manager-vpnc network-manager-openconnect network-manager-openvpn-gnome network-manager-vpnc-gnome network-manager-openconnect-gnome

3. Dapatkan Konfig .ovpn


Untuk mencoba OpenVPN di Ubuntu melalui kemudahan NetworkManager, paling mudahnya Anda cukup mendapatkan sebuah konfig .ovpn yang OK dari situs-situs yang menyediakannya gratis. Anda bisa mengunduhnya gratis dari http://vpngate.net misalnya ambil yang server Jepang. Ambil yang mana saja asalkan ekstensinya .ovpn.


4. Impor .ovpn ke NetworkManager


Anda harus memasukkan konfig .ovpn ini ke NetworkManager dengan cara: klik ikon jaringan di panel atas > klik Edit connections > klik tombol Add > klik pilihan & pilih Import a Saved VPN Config > klik Create > pilih berkas .ovpn yang barusan Anda unduh tadi > klik Open > pada dialog Connection name cukup klik Save. Sampai di sini impor konfig selesai.


5. Menyambung ke OpenVPN


Sekarang klik ikon jaringan lagi > sorot VPN Connections > klik nama VPN yang barusan Anda imporkan > biarkan ikon jaringan berputar > sebuah notifikasi berhasil menyambung akan tampak > maka keseluruhan komputer Ubuntu Anda sekarang tersambung ke internet melalui OpenVPN ini.


Notifikasinya seperti ini. Ikon jaringan Anda juga akan dibubuhi logo gembok kecil.


6. Memeriksa Keabsahan Sambungan

Benarkah Anda sekarang tersambung ke internet melalui terowongan OpenVPN? Cara mudah memeriksanya ketik saja "what is my ip" di mesin pencari di web browser Anda lalu lihat apakah bahasa halamannya berubah jadi Bahasa Jepang (atau sesuai negara server yang Anda pilih tadinya). Jika benar Anda tersambung ke OpenVPN di Jepang, maka seharusnya tampilan mesin pencari beraksara Jepang sekarang.



Cara lain memeriksanya misalnya dengan mengunjungi situs pembaca IP address seperti IPLocation dan perhatikan nomor IP-nya kemudian negara-nya. Seharusnya situs ini membaca nomor IP dari server yang Anda pilih dan negaranya bukan Indonesia lagi (jika benar Anda tadinya memilih Jepang, misal). Perhatikan bahwa nomor IP yang dibaca oleh situs ini sama dengan IP dari konfig yang saya pakai (60.97.15.64).



Selamat, kini sambungan OpenVPN lebih mudah digunakan di Ubuntu Anda.

Tuesday, April 18, 2017

Panduan Ubuntu System Settings untuk Pemula


Jika di Windows Anda kenal Control Panel, di Ubuntu Anda kenal System Settings. Program ini memudahkan pengguna Ubuntu mengatur sistemnya mulai dari tampilan, hardware, suara, jaringan, sampai shortcut keys. Panduan ini mengantarkan pembaca untuk mampu melakukan pengaturan sehari-hari dengan mudah di System Settings dilengkapi contoh dan gambarnya. Dengan demikian pengguna di Indonesia lebih mudah memakai Ubuntu sebagaimana memakai Windows. Panduan ini dibuat untuk melengkapi artikel sebelumnya Perkenalan Dasar Ubuntu. Semoga panduan ini memudahkan migrasi GNU/Linux di Indonesia.



Membuka System Settings


System Settings bisa dibuka dengan klik pada ikon 'gerigi/kunci inggris' di Launcher atau dicari di menu dengan nama "system settings". Bisa juga ia dibuka lewat perintah Terminal:
$ unity-system-settings

Muka System Settings


Beginilah jendela System Settings di Ubuntu 16.10 Yakkety Yak. Perhatikan ada 3 kelompok (Personal, Hardware, System) dan kotak pencarian di kanan-atas. Penampilan ini sangat serupa dengan Control Panel, Anda yang terbiasa takkan canggung lagi.


1. Mengatur Tampilan


Di kelompok Personal, ada pilihan Appearance. Di sini Anda bisa ganti wallpaper, ubah ukuran ikon-ikon pada Launcher (panel vertikal), mengaktifkan workspaces (multiple desktop), dan ganti tema.


2. Mengatur Jam & Tanggal


Jam dan tanggal ditampilkan berdasar pilihan yang ada di dalam System Settings ini. Jika Anda pilih area Jakarta, maka itu WIB; Makassar WITA, dan Jayapura WIT. Jika Anda ingin mengubah, aktifkan "Manually" lalu ganti isian Time dan Date sesuai keperluan.


3. Mengatur Jaringan


Pada kelompok Hardware, bagian Network, Anda bisa mengatur sambungan WLAN, LAN, USB tethering, dan proxy. Anda bisa menambah atau mengurang, menyalakan dan mematikan jaringan di sini. Pengguna pun bisa mengaktifkan Airplane mode apabila sedang berada di pesawat terbang.


Cara menyambung ke jaringan WLAN misalnya: lihat di bagian Wireless apakah ada nama AP hotspot seperti @wifi.id > klik tombol panah > klik tombol Connect > sistem akan menyambung ke hotspot yang ditunjuk.

4. Membuat WLAN Hotspot


Jika Ubuntu tersambung ke internet melalui LAN atau USB tethering, maka dengan tombol Use as Hotspot sambungan itu bisa dibagikan ke komputer-komputer lain di sekitar. Ini bisa dilakukan dengan syarat perangkat WLAN Anda punya kemampuan Access Point. Menariknya, Anda bisa melakukan ini di rumah bersama keluarga atau mungkin memasangnya di warung Anda.


5. Mengatur Proxy


Umumnya pengguna dari kalangan mahasiswa dan kantoran sangat memerlukan fasilitas ini karena akses internet di instansinya harus melewati proxy. Untungnya, pengaturan proxy terdapat di bagian Network.


Cara mengatur misalnya untuk http proxy: isikan alamat IP atau domain proxy Anda di kolom HTTP Proxy lalu isi nomor port di kolom sebelahnya lalu tekan Apply System Wide untuk menerapkannya ke seantero sistem.

6. Mengatur Touchpad


Di kelompok Hardware ada pilihan Mouse & Touchpad. Di sini Anda bisa mengaktifkan Touchpad dan Tap to click, mengaktifkan Two finger scroll, dan mematikan Natural scrolling. Anda juga bisa mengatur sensitivitas touchpad dengan menggeser slider-nya.



7. Mengatur Tombol Pintas


Di Windows Anda terbiasa tekan Super+E untuk membuka Explorer. Hal yang sama bisa diterapkan di Ubuntu dengan mengatur tombol pintas buat Nautilus. Apakah hanya itu? Tidak, lebih dari itu, dan bahkan pintasan baku yang ada pun bisa juga diganti sesuai kehendak pengguna.Pengaturan ini bisa diatur-atur di kelompok Hardware > Keyboard > Shortcuts.



Cara membuat tombol pintas sendiri misalnya Super+E untuk file manager: klik Custom Shortcuts > klik tombol "+" > isikan "Buka Nautilus" > isikan pada Command: perintah "nautilus" tanpa tanda kutip > tekan Apply > tercipta sebuah entri bernama Buka Nautilus > klik di bagian kanan > sekarang tekan tombol Super dan E bersamaan > terbentuklah pintasan Super+E untuk file manager. Sekarang silakan tekan Super+E maka file manager akan muncul.

8. Mengatur Suara


Di kelompok Hardware ada pilihan Sound. Di sini Anda bisa mengatur volume dan keseimbangan speaker stereo Anda. Anda pun bisa mengatur suara-masuk apabila Anda merekam suara di bagian Input.

Output





Input


Contoh pengaturan suara misalnya untuk merekam: buka bagian Input > geser slider Input volume > bicaralah di depan mic komputer Anda > lihat animasi Input level yang mengindikasikan kekuatan suara Anda > coba-coba rekam ke audio file lalu dengarkan hasilnya.


9. Mengatur Resolusi


Di kelompok Hardware ada pilihan Displays. Di sini Anda bisa mengganti resolusi monitor Anda. Contohnya dari 1366x768 ke 1024x768.


Cara ganti resolusi cukup klik pada bagian Resolution lalu pilih angka yang tersedia dan tekan Apply.

10. Mengatur Penolong Akses


Di kelompok System ada pilihan Universal Access. Inilah janji Ubuntu yang menyediakan sistem ramah-pengguna untuk semua orang termasuk mereka penyandang cacat fisik. Universal Access ini adalah fasilitas khusus untuk para pengguna tersebut. Di antara fiturnya ialah Screen Reader yang mampu menyuarakan tombol-tombol di layar (untuk yang lemah penglihatan), Beep on Caps & Num Lock yang menyuarakan tanda ditekannya Caps Lock, sampai On Screen Keyboard yang menampakkan keyboard di layar.


Contoh pengaturan misalnya menyalakan Screen Reader cukup klik sampai ON bagian Screen Reader. Atau, tekan tombol Alt+Super+S.

Friday, April 7, 2017

Ebook Sistem Manajemen Paket Ubuntu untuk Pemula


Dengan ini kami terbitkan buku Sistem Manajemen Paket Ubuntu untuk Pemula berisi 12 bab dari 12 artikel Linuxku.com periode 2016-2017. Materi buku elektronik berbahasa Indonesia ini ialah dasar-dasar cara instal, hapus, perbarui software beserta cara mengunduh paket-paket baik secara online maupun offline. Buku ini disusun untuk menolong migrasi GNU/Linux di masyarakat Indonesia dan berlisensi CC BY-SA 3.0 yang bebas disebarluaskan & dimodifikasi. Buku siap diunduh dalam format PDF dan ODT. Semoga buku ini bermanfaat untuk pemerintahan dan seluruh masyarakat Indonesia.

Detail Buku


  • Judul: Sistem Manajemen Paket Ubuntu untuk Pemula
  • Deskripsi: ebook kumpulan 12 artikel manajemen paket Ubuntu dari http://www.linuxku.com
  • Penulis: Ade Malsasa Akbar <teknoloid@gmail.com>
  • Tebal: 80 halaman
  • Bab: 12
  • Tanggal terbit: 7 April 2017
  • Tingkat: pemula
  • Format: buku dipublikasikan digital dalam PDF dan ODT
  • Produksi: buku ditulis dengan LibreOffice, kover dibuat dengan Inkscape
  • Lisensi: Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 https://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0/
  • Unduh: PDF 3MB, ODT 5MB