Sharing seputar Dunia Tkj dan Blogging ^^

Showing posts with label repositori. Show all posts
Showing posts with label repositori. Show all posts

Friday, March 10, 2017

Seri Manajemen Paket Ubuntu 12: Repositori CDROM

  
Ubuntu bisa menginstal software dari DVD repositori secara offline. Kemampuan ini telah tertanam di dalam sistem APT jadi pengguna hanya perlu "mengenalkan" DVD tersebut ke sistem Ubuntu. APT akan menganggap DVD ini sama seperti server di internet sehingga Anda bisa menginstal software darinya dan bisa melihat daftar paketnya di Synaptic. Bagi pengguna offline khususnya di Indonesia, metode DVD repositori sangat memudahkan. Semoga ini bermanfaat.


Tentang CD


Ubuntu mampu menerima media CD dan DVD yang berisi paket-paket binary .deb sebagai repositori. Ini berarti:

  1. Ubuntu bisa menginstal software dari CD Ubuntu itu sendiri karena di dalamnya selalu ada repositori mini dari ruangan "main". 
  2. Ubuntu juga bisa menginstal software dari CD repositori yang bisa dibeli di Juragan Kambing atau Baliwae itu. 
  3. Ubuntu juga bisa menginstal software dari CD apa pun yang memuat paket-paket binary .deb.

Peringatan


Waspadai 2 hal:

  1. Jangan sembarangan instal paket .deb dari sumber yang tidak terpercaya. Ubuntu Anda bisa dirusak oleh skrip-skrip shell berbahaya.
  2. Jangan salah versi OS. Jangan instal paket dari versi OS Ubuntu yang berbeda. Misalnya, Ubuntu Anda 16.04 tetapi Anda pasang repositori Ubuntu 17.04 maka ini bisa merusak sistem. Ubuntu 16.04 32 bit harus dipasangi repositori Ubuntu 16.04 32 bit pula (harus sama persis). 

Percontohan


Artikel seri ke-12 ini mencontohkan pemasangan DVD instalasi Ubuntu 16.04 64 bit sebagai repositori untuk Ubuntu 16.04 64 bit. Adapun jenis CD lain caranya sama saja.

    Langkah 1


    Jalankan perintah apt-cdrom dengan memakai alamat "mount point" dari Ubuntu Anda:

    $ sudo apt-cdrom add /media


    Langkah 2


    Terminal akan meminta Anda memasukkan CD repositori. Masukkan CD ke perangkat CDROM lalu tekan Enter. Jika ada lebih dari 1 CD, masukkan keping urutan pertama sebelum urutan berikutnya.


    Langkah 3


    Biarkan Terminal menayangkan aksi apt-cdrom memindai (scanning) CD repositori Anda. Jika pemindaian selesai, apt-cdrom akan mengatakan "Repeat this process for the rest of CDs in your set" artinya Anda diminta memindai juga keping urutan berikutnya apabila ada.


    Langkah 4


    Periksa kebenaran pemasangan sumber CD repositori di sistem Anda dengan 3 hal: perintah apt-cache policy, cek isi sources.list, dan cek /var/lib/apt/lists/ Anda.

    Dengan apt-cache:

    Karena di setiap CD OS Ubuntu Desktop pasti ada paket wvdial, maka perintah apt-cache policy wvdial  pasti menampakkan alamat CDROM berikut apabila benar sumber CD OS Ubuntu telah terpasang sebagai repo.


    Cara lebih pasti untuk melihat kebenaran pemasangan CD repositori adalah perintah apt-cache policy  saja:


    Cek sources.list: 

    Melihat sources.list bisa memastikan apakah CD repositori sudah dikenali atau tidak:


    Cek /var/lib/apt/lists/:

    Melihat isi direktori ini memastikan apakah peta repositori dari CDROM sudah dibuat atau belum:


    Selamat Menginstal


    Sekarang Anda bisa menginstal software yang dimuat di dalam CD repositori tersebut dengan perintah apt-get install  seperti biasa. Bedanya, Anda tidak akan diminta sambungan internet, melainkan hanya diminta memasukkan CD repositori ke CDROM. Saya contohkan instalasi program wvdial yang diambil dari CD instalasi OS Ubuntu 16.04 saya (bukan DVD repositori).

    Monday, November 7, 2016

    Pengaturan Repositori BlankOn X "Tambora"


    Tulisan ini ditujukan bagi pengguna BlankOn X "Tambora", yakni versi ke-10 Blankon, untuk mengatur konfigurasi sources.list sistemnya secara manual. Dengan panduan ini, pengguna BlankOn bisa menyetel "kelompok repositori" apa saja yang aktif, apa saja yang nonaktif, dari repositori resmi BlankOn GNU/Linux. Anda yang sedang mencari pengaturan asli bawaan sources.list dari BlankOn X, juga mendapatkannya dari tulisan ini.



    Catatan penulis: pada saat ini Senin 7 November 2016 BlankOn X Tambora belum dirilis, tetapi versi prarilisnya sudah bisa diunduh digunakan, maka tulisan ini dibuat untuk Tambora versi prarilis sekarang dan versi-versi seterusnya.


    Berkas Sources.list Asli


    Inilah isi berkas sources.list asli bawaan BlankOn X "Tambora". Teks pengaturan ini ditujukan bagi Anda yang kehilangan sources.list atau sengaja mencarinya.

    deb http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon tambora main restricted extras extras-restricted

    Pengaturan Sources.list Lengkap


    Inilah isi berkas sources.list yang sudah diubah dengan seluruh repositori rilis + setiap komponen diaktifkan. Pengaturan ini ditujukan untuk para pengguna akhir, jadi, hanya mengaktifkan repositori paket binary (deb) saja tanpa repositori paket source code (deb-src). Apabila Anda hanya pengguna desktop biasa, maka gunakan pengaturan ini.

    deb http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon tambora main restricted extras extras-restricted
    deb http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon tambora-updates main restricted extras extras-restricted
    deb http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon tambora-security main restricted extras extras-restricted

    Pengaturan Sources.list Lengkap (+Source Code)


    Inilah isi berkas sources.list yang sudah diubah juga, dengan seluruh repositori rilis + setiap komponen diaktifkan + repositori source code diaktifkan juga (deb dan deb-src aktif). Pengaturan ini ditujukan untuk pengguna kelas mahir dan hacker, pengguna pemula umumnya tidak perlu memakai pengaturan ini.

    deb http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon tambora main restricted extras extras-restricted
    deb http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon tambora-updates main restricted extras extras-restricted
    deb http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon tambora-security main restricted extras extras-restricted

    deb-src http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon tambora main restricted extras extras-restricted
    deb-src http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon tambora-updates main restricted extras extras-restricted
    deb-src http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon tambora-security main restricted extras extras-restricted

    Contoh Pemakaian


    Setelah pengaturan sources.list selesai dituliskan, maka pengguna harus melakukan sudo apt-get update untuk mengunduh "daftar isi" dari alamat-alamat baru di dalam sources.list itu, lalu barulah perintah sudo apt-get install atau sudo apt-get upgrade bisa dilakukan setelahnya. Berikut ini gambar skrinsot yang mencontohkan keduanya, editing berkas sources.list dan pelaksanaan perintah apt-get update sekaligus.



    Referensi


    Monday, October 3, 2016

    Panduan Instalasi KSuperkey di Fedora 24

     

    KSuperkey adalah program kecil yang memampukan pengguna KDE membuka-tutup menu desktop dengan tombol Super ("tombol Windows"). Program KSuperkey ini tersedia di Fedora KDE (versi 23, 24, Rawhide) melalui repositori COPR oleh pengguna vanoudt (repositori ini tidak resmi). Berikut panduan instalasinya berdasarkan Fedora 24 (dan berlaku juga untuk versi 23 & Rawhide).


    1. Kunjungi COPR


    Buka alamat situs web COPR https://copr.fedorainfracloud.org lalu cari kata kunci ksuperkey dan Anda semestinya menemukan hasil repositori bernama vanoudt/KSuperkey. Kunjungi repositori tersebut.


    2. Tentukan Versi Fedora


    Di dalam halaman vanoudt/KSuperkey Anda akan disuguhi 3 pilihan (per 3 Oktober 2016 ini) yaitu Fedora 23, 24, dan Rawhide. Artikel ini mencontohkan versi 24, jadi klik pada tombol Fedora 24 pada kolom Download (klik kanan > Save Link As).

    Dengan ini, Anda mengunduh sebuah berkas berekstensi .repo yang berisi informasi alamat repositori Fedora untuk paket software ksuperkey.

    3. Setel Berkas .repo


    Yang harus Anda lakukan setelahnya adalah pindahkan berkas .repo yang Anda unduh itu ke direktori /etc/dnf/. Cara melakukannya paling mudah dengan konsol: 

    sudo cp -v vanoudt-KSuperkey-fedora-24.repo /etc/yum.repos.d/

    Apabila penyalinan ini berhasil, maka di dalam /etc/dnf/ Anda akan melihat berkas .repo tersebut ada seperti berikut:

    [user@localhost Downloads]$ ls /etc/yum.repos.d/
    fedora-cisco-openh264.repo  fedora-updates.repo          vanoudt-KSuperkey-fedora-24.repo
    fedora.repo                 fedora-updates-testing.repo
    [user@localhost Downloads]$


    4. Reload



    Lakukan reload repositori dengan perintah:


    sudo repolist



    Perintah ini memerlukan sambungan internet dan akan memakan sekitar 30 MB data (apabila Anda belum check-update) atau memakan sekitar 1 KB data (apabila Anda sudah check-update). Tujuan dari perintah ini adalah mengambil daftar isi dari repositori COPR (berkas .repo) yang baru saja Anda masukkan ke sistem.


    5. Menginstal KSuperkey


    Lakukan instalasi dengan perintah:

    sudo dnf install ksuperkey

    Setujui pertanyaan-pertanyaan yang muncul dengan mengetik 'y'. Instalasi KSuperkey ini memakan 27 KB di Fedora 24 saya.


    Menggunakan KSuperkey


    Jalankan program KSuperkey dengan mengetik perintah ksuperkey di konsol. Sekali dijalankan, program ini langsung hidup di balik layar. Setelahnya, tekan tombol Super (tombol Windows) maka menu desktop KDE Anda akan terbuka, tekan tombol Super sekali lagi maka ia tertutup.


    Untuk selalu menjalankan fungsi KSuperkey seterusnya (selalu menyala bersama booting sistem) Anda perlu memasukkan perintah ksuperkey di dalam Autostart (buka menu desktop > cari Autostart) > klik Add Program > ketik ksuperkey > OK > OK. Dengan begini maka setiap Fedora start tombol Super Anda akan selalu membuka-tutup menu desktop.

    Friday, September 2, 2016

    Seri Manajemen Paket Ubuntu 11: Repositori Pihak Ketiga (PPA)


    Tulisan ini memperkenalkan penggunaan repositori pihak ketiga di Ubuntu. Di dalamnya termasuk bagaimana mencari PPA, mengetahui kecocokan PPA dengan versi sistem sekarang, memasang sebuah PPA, sampai menginstal paket dari PPA, dan terakhir menghapus sebuah PPA. Tulisan ini adalah seri ke-11 dari serial sistem manajemen paket Ubuntu kami.


    Serial Manajemen Paket Ubuntu

    Berikut serial panduan manajemen paket dari kami.



     1. Mengenal Repositori


    Repositori telah dijelaskan panjang lebar pada tulisan ini seri ke-2 Mengenal Repositori

    2. Mengenal Repositori Pihak Ketiga


    Di luar repositori pihak pertama (pihak resmi yang membuat sebuah distribusi GNU/Linux), pengguna akhir bisa memperoleh suatu software dari pihak ketiga atau dari luar repositori resmi, yang disebut repositori pihak ketiga. Di dunia keluarga Ubuntu, repositori semacam ini sering dinamakan Personal Package Archive atau PPA. Sebuah PPA adalah satu direktori di internet yang mengandung sebuah atau beberapa paket software yang dibangun khusus untuk Ubuntu versi tertentu.

    • Apa definisi PPA? PPA adalah sebuah repositori di luar repositori resmi yang berisi paket versi tertentu untuk Ubuntu versi tertentu yang dibuat oleh suatu pihak untuk publik. 
    • Apa tujuan dibuatnya sebuah PPA? Di sisi developer, untuk mendistribusikan suatu software langsung kepada pengguna akhir tanpa harus memasuki repositori resmi Ubuntu. Catatan: ada persyaratan ketat dan proses panjang supaya suatu software dapat masuk ke repositori resmi. Dengan PPA, prosedur itu tidak dibutuhkan.
    • Di mana saya bisa menemukan PPA-PPA? Platform Ubuntu memiliki layanan PPA gratis paling besar di dunia, yang diletakkan di server Launchpad, dinamakan Launchpad PPA. Lihat https://launchpad.net.
    • Siapa yang membuat sebuah PPA? Umumnya pihak perorangan di luar Canonical, atau pihak upstream yang ingin versi terbaru programnya dapat diakses semua pengguna Ubuntu. 
    • Kenapa saya butuh sebuah PPA? Karena mungkin versi paling baru dari software kesayangan Anda tidak tersedia di repositori resmi, mungkin suatu software tidak tersedia di repositori resmi, atau mungkin suatu software tertentu tidak ditemukan kecuali di dalam sebuah PPA. Anda bisa menginstal software-software itu dari PPA tertentu.
    • Apa saja isi sebuah PPA? Ada PPA yang berisi software aplikasi, PPA berisi software baris perintah, kernel, tema desktop, driver printer, driver VGA, program editor teks, paket fonta, software library, paket wallpaper, atau apa pun lainnya yang dapat dibayangkan untuk dipasang di sebuah OS. Lihat https://launchpad.net
    • Bagaimana menggunakan PPA? Anda akan selalu menginstal dahulu alamat sebuah PPA sebelum bisa menginstal software yang terdapat di dalamnya.
    • Apakah PPA aman? Pada dasarnya, tidak. PPA adalah repositori pihak ketiga (bukan repositori resmi) sehingga Anda harus yakin PPA yang Anda pilih aman terlebih dulu sebelum menggunakannya. Jangan instal apa pun dari sumber yang tidak dipercaya. Menggunakan PPA dari Launchpad cenderung lebih aman (dan cara ini disukai mayoritas pengguna akhir) karena adanya mekanisme-mekanisme keamanan untuk menjamin keabsahan setiap paket dan servernya.
    • Apa segala software tersedia PPA-nya? Mayoritas, ya. Namun tetap ada software yang tidak tersedia PPA-nya karena tidak ada orang yang membuatkan PPA untuknya. 

    3. Mengenal Launchpad


    Launchpad adalah layanan yang disediakan oleh Canonical Ltd. kepada semua orang untuk meng-hosting proyek-proyek free software. Istilah untuk Launchpad adalah code hosting service. Launchpad itu setara dengan layanan lain seperti Savannah, SourceForge, GitHub, BitBucket, dan seterusnya. Hanya saja, Launchpad punya fasilitas khusus yakni hosting PPA untuk Ubuntu. Situs resmi Launchpad adalah https://launchpad.net.

    Isi Launchpad secara umum dapat dibagi menjadi dua: source code dan binary. Artinya, di dalam Launchpad Anda bisa menemukan dua jenis halaman berbeda untuk satu software yang sama, yakni halaman pengembangannya (isinya paket source code) dan halaman PPA-nya (isinya paket binary). Yang Anda butuhkan dalam hal PPA ini adalah halaman PPA. Anda akan mencari PPA di dalam Launchpad, yang semuanya adalah berisi paket berbentuk binary (.deb).

    Catatan: walaupun mayoritas software telah memiliki PPA sendiri-sendiri di Launchpad, tidak ditutup kemungkinan ada PPA-PPA lain di luar Launchpad yang bisa Anda gunakan. Launchpad dijelaskan di sini sebagai contoh utama.

    4. Contoh PPA



    Catatan: nama-nama otto.kesselgulasch atau thomas-schiex di atas adalah nama-nama pihak yang membuat masing-masing PPA. Mereka tidak mesti developer asli dari software di dalam PPA tersebut, melainkan kebanyakannya adalah distributor saja.

    5. Cara Mencari PPA


    Cara tercepat mencari sebuah PPA adalah dengan mengunjungi https://launchpad.net lalu mencari dengan kata kunci "ppa <nama_software>". Contohnya untuk mencari PPA Inkscape "ppa inkscape":


    Nama PPA "Inkscape Stable: Inkscape Developers Team" dari hasil pencarian tersebut jika dibuka maka seharusnya tampak seperti ini, yakni terdapat instruksi cara menambahkan PPA ke dalam sistem Anda:


    6. Yang Perlu Diperhatikan


    Hal penting yang perlu diperhatikan sebelum memasang sebuah PPA adalah sebagai berikut:

    1. Ketahui versi Ubuntu Anda dan codename-nya. Misalnya 12.04 itu Precise Pangolin, 16.04 itu Xenial Xerus, dan seterusnya. 
    2. Ketahui arsitektur Anda. Anda harus tahu bahwa paket berlabel i386 mewakili komputer 32 bit dan label amd64 mewakili komputer 64 bit. Jangan salah arsitektur.
    3. Ketahui kecocokan versi paket di PPA dengan versi Ubuntu Anda. Jika sebuah PPA tidak menyediakan versi untuk Xenial Xerus yang sedang Anda pakai, maka carilah PPA lain yang menyediakan paket untuk Xenial Xerus, atau tunggu empunya PPA memaketkan untuk Xenial Xerus. 
    4. Ketahui alamat PPA yang Anda tuju. Format alamat PPA dari Launchpad seperti ini: ppa:nama-developer/nama-ppa dengan contohnya ppa:inkscape.dev/stable.


    7. Memasang Sebuah PPA


    Terdapat sekian banyak cara untuk menginstal PPA. Dimulai dari cara normal (melalui baris perintah apt) sampai cara manual (melalui editing langsung sources.list). Pilihlah satu cara yang Anda suka. Dijelaskan sebagai berikut.

    (1) Cara baris perintah adalah dengan menjalankan perintah:

    sudo apt-add-repository ppa:nama-developer/nama-ppa

    diikuti dengan satu kali Reloading:

    sudo apt-get update

    sebagai contoh langsungnya begini untuk memasang PPA Inkscape:

    sudo apt-add-repository ppa:inkscape.dev/stable
    sudo apt-get update 

    Catatan: cara pertama ini lebih direkomendasikan dan lebih aman bagi semua pengguna.

    (2) Cara sources.list adalah dengan edit berkas sources.list:

    Sampai di sini saja Anda sudah berhasil memasang sebuah PPA (tetapi belum menginstal software darinya).

    8. Mengecek Versi Software dari PPA


    Bukti bahwa pemasangan PPA berhasil adalah Anda bisa melihat dua versi berbeda, dari satu software yang sama di sistem Anda. Perintahkan apt-cache policy <nama_program> maka seharusnya Anda bisa melihat output seperti berikut:

    Output di atas menunjukkan dua versi Inkscape, yakni versi telah terinstal (berasal dari repositori resmi) dan versi siap diinstal (berasal dari PPA). Tampak di situ versi dari PPA sedikit lebih baru dibanding versi repositori resmi, oleh karena itu posisinya ada di atas baris repositori resmi. Dengan cara ini Anda bisa mengecek versi setiap kali Anda menginstal PPA.

    9. Menginstal Software dari PPA


    Untuk menginstal software yang PPA-nya telah Anda pasang, cukup perintahkan:

    sudo apt-get install <nama_paket>

    Contohnya sesuai konteks tulisan ini:

    sudo apt-get install inkscape

    Catatan: jika Inkscape telah terinstal di sistem Anda, maka perintah di atas akan meng-upgrade Inkscape tersebut ke versi terbaru dari PPA. 

    10. Menghapus Software yang Terinstal dari PPA


    Untuk menghapus software yang terinstal dari PPA, sama saja dengan paket pada umumnya:

    sudo apt-get remove <nama_paket>

    11. Menghapus Sebuah PPA


    Untuk menghapus sebuah PPA (bukan software dari PPA), gunakan perintah:

    sudo apt-add-repository --remove ppa:nama-developer/nama-ppa

    diikuti dengan satu kali Reloading:

    sudo apt-get update

    contohnya:
     

    sudo apt-add-repository --remove ppa:nama-developer/nama-ppa
    sudo apt-get update

    12. Catatan Penting


    Perintah apt-add-repository bekerja dengan cara membuat sebuah berkas sources.list spesial di dalam direktori /etc/apt/sources.list.d/ dengan satu berkas per satu PPA. Semakin banyak Anda menginstal PPA, maka semakin banyak pula berkas di dalam direktori ini. Jika Anda menemukan suatu error, maka periksa terlebih dahulu berkas-berkas di dalam direktori ini.

    Wednesday, June 1, 2016

    Seri Manajemen Paket Ubuntu 5: sources.list


    Tulisan ini menjelaskan mengenai berkas konfigurasi sources.list yang merupakan fondasi bagi APT untuk bekerja. Tulisan ini dibagi menjadi dua bagian, pertama penjelasan sources.list itu sendiri dan kedua bagaimana contoh konfigurasi di dalam sources.list. Tulisan ini dilengkapi kamus istilah dan referensi lanjutan di bagian akhir. Tulisan ini adalah seri ke-5 dari serial manajemen paket Ubuntu. Semoga tulisan ini bermanfaat.

    Serial Manajemen Paket Ubuntu

    Berikut serial panduan manajemen paket dari kami.

    Perkenalan


    sources.list adalah sebuah berkas teks biasa yang memuat daftar sumber-sumber repositori yang APT mengambil paket darinya. Letak sources.list di dalam sistem ada di dua tempat. Tempat pertama tempat yang paling umum adalah /etc/apt/sources.list. Tempat kedua adalah tempat yang kurang umum, biasanya digunakan untuk sumber-sumber repositori pihak ketiga (repositori yang diasuh pihak di luar Ubuntu), yang posisinya ada di /etc/apt/sources.list.d/*.list.

    Isi dari sebuah sources.list adalah baris-baris setelan sumber repositori. Setiap baris umumnya mengarah kepada satu repositori. Isi sources.list tidak dibatasi berapa pun jumlah barisnya.

    Catatan:

    Di keluarga UNIX, berkas teks tidak harus memiliki nama akhir .txt seperti di Windows. Berkas teks walaupun diberi nama akhir .list atau apa saja akan selalu dikenali sebagai berkas teks karena UNIX mampu membaca berkas tanpa melihat namanya. Itulah kenapa sources.list bernama akhir .list bukan .txt.

    Klasifikasi Repositori Ubuntu


    Distribusi GNU/Linux Ubuntu membagi repositorinya di setiap rilis berdasarkan 2 kelas besar, dengan masing-masing kelas memiliki pengkategorian sendiri-sendiri. Klasifikasi inilah yang membedakan Ubuntu dari Debian.

    Berdasarkan komponennya:

    1. main
    2. restricted
    3. universe
    4. multiverse

    Berdasarkan layanannya:

    1. <nama_rilis> contoh: xenial
    2. <nama_rilis>-updates contoh: xenial-updates
    3. <nama_rilis>-security contoh: xenial-security
    4. <nama_rilis>-proprosed contoh: xenial-proprosed
    5. <nama_rilis>-backports contoh: xenial-backports

    Klasifikasi Repositori Debian


    Debian sebagai induk Ubuntu memiliki klasifikasi repositori tersendiri pula. Klasifikasinya dibagi menjadi 3 kelas besar, setiap kelas dengan pengkategorian sendiri-sendiri. Data ini diberikan sebatas untuk pembanding karena perbedaan antara Ubuntu dan Debian sesungguhnya ada di sini.

    Berdasarkan rilisnya:

    1. stable
    2. testing
    3. unstable

    Berdasarkan komponennya:

    1. main
    2. contrib
    3. non-free
    Berdasarkan layanannya:

    1. <nama_rilis>contoh: jessie
    2. <nama_rilis>-updates contoh: jessie-updates
    3. <nama_rilis>/updates contoh: jessie/updates

    Format Setelan Sumber Repositori


    Format setelan sumber repositori secara umum ada 2 jenis:

    [deb] [url] [nama_repositori] [golongan_repositori]
    [deb-src] [url] [nama_rilis] [golongan_repositori]

    Sedangkan contoh penulisan setelan bagi Ubuntu 16.04 misalnya seperti ini:

    
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial main
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial restricted
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial universe
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial multiverse
    
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial-updates main
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial-security main
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial-proposed main
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenia-backports main 
    
    Penjelasan:

    • Kode deb dan kode deb-src menandakan paket binary dan paket source code berurutan. Bacalah seri pertama manajemen paket Ubuntu pada bagian Mengenal Distribusi Software.
    • Kode url menandakan alamat URL dari repositori yang hendak dituju. URL ini umumnya adalah alamat URL server di internet, tetapi karena APT sangat fleksibel URL di sini bisa diganti alamat penyimpanan lokal seperti DVD atau HDD. Untuk mengetahui alamat URL ini, Anda harus merujuk kepada dokumentasi dari distribusi GNU/Linux yang Anda gunakan.
    • Kode nama_repositori menandakan nama repositori dari rilis distribusi GNU/Linux yang hendak dituju. Contohnya, distribusi Ubuntu 16.04 memiliki 4 jenis nama_repositori dimulai dari xenial, xenial-updates, xenial-security, xenial-backports, dan xenial-proposed. 
    • Kode golongan_repositori menandakan komponen repositori yang hendak dituju. Di Ubuntu, ada 4 komponen: main restricted universe multiverse; sedangkan di Debian, ada 3 komponen main contrib non-free. 
    • Pengguna memiliki kebebasan menyetel repositorinya ke arah repositori mana pun, nama repositori yang mana pun, dan komponen mana pun dari repositori yang hendak dipakai. 

    Contoh sources.list Ubuntu 16.04


    Berikut ini diberikan sejumlah contoh setelan yang siap ditempel di sources.list Anda pengguna 16.04 diklasifikasikan berdasarkan jumlah setelan. Setelan ini diarahkan ke server mirror repositori Kambing milik Universitas Indonesia. Anda bisa memilih mirror-mirror yang lain jika Anda suka. Semua setelan ini berpusat pada binary, tanpa ada yang source code.


    Setelan Penuh

    Setelan penuh ini menyalakan seluruh nama repositori dan golongan repositori yang ada. Setelan ini cocok untuk developer dan tester Ubuntu. Ini tidak direkomendasikan untuk pengguna akhir. 

    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial main
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial restricted
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial universe
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial multiverse
     
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial-updates main
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial-security main
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial-proposed main
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenia-backports main
    

    Setelan Umum 

    Setelan umum ini menyalakan hampir semua nama repositori dan golongan repositori kecuali proposed dan backports. Setelan umum ini cocok untuk pengguna akhir. Catatan: repositori restricted dan multiverse mengandung nonfree software.

    
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial main
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial restricted
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial universe
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial multiverse
    
    
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial-updates main
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial-security main
    

    Setelan Minimalis

    Setelan minimalis ini mematikan nama repositori updates dan security, hanya menyisakan empat komponen dari repositori rilis. Pengguna yang jaringan internetnya terbatas mungkin akan suka setelan ini.

    
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial main
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial restricted
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial universe
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial multiverse
    

    Setelan Free Software

    Setelan Free Software ini ditujukan bagi pengguna yang hanya mau menggunakan free software semata tanpa proprietary. Yang ada di sini hanyalah komponen main dan komponen universe.

    
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial main
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial universe
    
    
    
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial-updates main
    deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial-security main
    

    Cara Menyunting sources.list


    Cara paling mudah menyunting sources.list adalah secara GUI dengan program software-properties-gtk atau Software Sources di menu di Unity. Adapun pengguna yang mau menyunting seperti penjelasan di dalam tulisan ini, gunakanlah penyunting teks. Di Ubuntu, penyunting teks yang tersedia adalah gedit (GUI), nano (CLI), dan vim (CLI). Silakan pilih perintah yang Anda suka untuk menyunting:

    • sudo gedit /etc/apt/sources.list
    • sudo nano /etc/apt/sources.list
    • sudo vi /etc/apt/sources.list
    Pengguna pemula umumnya lebih suka menyunting dengan gedit karena ia memiliki tampilan GUI yang mudah digunakan.

    Yang Tidak Boleh Dilakukan


    Terdapat larangan umum yang harus diperhatikan pengguna Ubuntu atau Debian yang harusnya tidak dilakukan. Jika dilanggar maka risiko terburuknya sistem akan rusak dan tidak dapat diperbaiki kecuali instal ulang.

    1. Jangan menggunakan sumber repositori yang tidak terpercaya. Selalu gunakan sumber repositori yang berasal dari developer aslinya. 
    2. Jangan mencampur repositori berbeda versi bersamaan, misalnya di Debian menggunakan repositori experimental, sid, dan testing bersamaan.

    Kamus Istilah


    Sources: sumber-sumber; di dalam konteks manajemen paket sources maksudnya alamat URL dari repositori yang hendak dituju. APT bekerja dengan sistem alamat URL untuk mengetahui di mana letak paket-paket yang hendak diambil. Jika tidak ada alamat URL (baca: sources) maka APT tidak bisa mengambil apa-apa.

    Keluarga UNIX: sistem operasi baik yang merupakan turunan UNIX langsung, atau tersertifikasi UNIX(R) oleh The Open Group, atau UNIX-like. Contoh keluarga UNIX adalah BSD dan GNU/Linux. Windows bukan keluarga UNIX.

    xenial: Xenial Xerus; nama rilis untuk Ubuntu 16.04. Sama seperti nama Jessie bagi Debian 8.


    Referensi