Sharing seputar Dunia Tkj dan Blogging ^^

Showing posts with label Fedora. Show all posts
Showing posts with label Fedora. Show all posts

Wednesday, November 30, 2016

Menginstal Budgie Desktop Environment di Fedora 25 Melalui COPR

  
Budgie adalah desktop environment baru yang dibuat oleh Proyek Solus untuk sistem operasi Solus. Pada dasarnya, Budgie tidak tersedia di Fedora. Namun seorang pengguna Fedora di Indonesia bernama Fadlun Akbar telah membuatkan repositori COPR yang pengguna Fedora 24, 25, dan Rawhide bisa menginstal Budgie darinya. Berikut ini langkah-langkah instalasinya.


Memasang COPR


Jalankan perintah ini di Fedora 24, atau 25, atau Rawhide:

$ su -c 'dnf copr enable alunux/budgie-desktop-git'

Menginstal Budgie


Jalankan perintah ini:

$ su -c 'dnf install budgie-desktop'

Keterangan: apabila sistem Fedora Anda masih bersih baru diinstal, maka secara default perintah ini akan melakukan terlebih dahulu (1) unduh peta repositori resmi Fedora (2) unduh peta repositori COPR yang dituju; baru kemudian (3) unduh paket budgie-desktop yang sebenarnya (4) menginstal budgie-desktop. Pada sistem livecd Fedora 25 saya, prosesi ini memakan data sekitar 52 MB. Budgie itu sendiri hanya berukuran sekitar 2 MB.




Menjalankan Budgie



Untuk menikmati Budgie Desktop Environment, silakan logout Fedora lalu ketika login, pilih dahulu nama Budgie Desktop dari pilihan desktop yang ada (biasanya dari tombol gear atau tombol semisal di layar login).



Tentang COPR


COPR (Cool Other Package Repo) adalah fasilitas online package builder untuk Fedora mirip seperti Launchpad PPA untuk Ubuntu atau OBS untuk openSUSE. Dengan kata lain, COPR adalah salah satu sumber repositori pihak ketiga untuk Fedora. Di COPR ini kita menemukan banyak sekali software yang tidak ada di repositori resmi Fedora didistribusikan oleh pengguna Fedora. Keterangan resmi mengenai fasilitas COPR tersedia di https://fedorahosted.org/copr/.

COPR yang saya pakai kali ini adalah budgie-desktop-git dengan alamat https://copr.fedorainfracloud.org/coprs/alunux/budgie-desktop-git. COPR ini dibuat oleh alunux (alias Fadlun Akbar, pengembang nekorpm). Saya menulis artikel ini atas rekomendasi dari Kang alunux melalui IRC #ubuntu-indonesia. Saya mengucap terima kasih banyak untuk Kang alunux atas informasi dan COPR beliau ini.

Saturday, November 19, 2016

Install OpenCart di Nginx


OpenCart adalah aplikasi e-Commerce berbasis PHP dengan sistem CMS (content management system), yang mana ia cukup banyak digunakan untuk pembuatan situs pembelanjaan online.

Tulisan kali ini penulis akan memberikan cara tentang bagaimana pemasangan OpenCart di web server yang menggunakan Nginx. Kita akan belajar memasang OpenCart tersebut secara manual dengan bermodalkan CLI (command line interface) saja.
Langsung saja kita mulai praktek, Anda login server Anda via SSH. Pertama-tama kita pasang git terlebih dahulu.
$ sudo apt-get install git
Kemudian pastikan Anda sudah memasang paket php Curl dan Mcrypt, cara pemasangannya ada sebagai berikut:
$ sudo apt-get install php5-curl php5-mcrypt
$ sudo php5enmod mcrypt
$ sudo service php5-fpm restart
Jika Anda pengguna Ubuntu 16.04 ganti kata php5 dengan php7.0.
Kemudian kita buat directory di /srv/http/:
$ sudo mkdir -p /srv
$ sudo mkdir -p /srv/http
Lalu kita clone OpenCart dari GitHub:
$ cd /srv/http
$ sudo git clone https://github.com/opencart/opencart.git
$ cd opencart
Kemudian kita ubah ownernya pada directory upload:
Jika Anda pengguna Debian, Ubuntu dan derivatifnya:
$ sudo chown www-data:www-data -R upload
Jika Anda pengguna Centos, Fedora, RHEL dan derivatifnya:
$ sudo chown nginx:nginx -R upload
Kemudian kita buat virtualhost. Penulis menyarankan gunakan pemetaan virtualhost seperti Debian, Anda bisa mencontohnya pada artikel linuxku.com sebelumnya yakni:

http://www.linuxku.com/2016/05/menerapkan-virtualhost-untuk-keperluan.html

Kita buat virtualhost berikut:
$ sudo nano /etc/nginx/sites-available/opencart
Isi seperti skrip di bawah ini:
server {
 listen 80;

# Jika Anda ingin menggunakan https uncomment di bawah ini
# listen 443;
# ssl on;
# ssl_certificate cert.pem;
# ssl_certificate_key cert.key;
#
# ssl_session_timeout 5m;
#
# ssl_protocols SSLv3 TLSv1 TLSv1.1 TLSv1.2;
# ssl_ciphers "HIGH:!aNULL:!MD5 or HIGH:!aNULL:!MD5:!3DES";
# ssl_prefer_server_ciphers on;
 
 root /srv/http/opencart/upload;
 index index.php index.html index.htm
 server_name opencart.local;

 location / {
          try_files $uri $uri/ /index.php?$args;
 }

    location ~ \.php$ {
        try_files $uri =404;
        fastcgi_intercept_errors on;

        # Hilangkan tanda pagar di samping bagi Anda Pengguna Ubuntu 16.04
 # fastcgi_pass unix:/run/php/php7.0-fpm.sock;
 # Bagi Anda pengguna Ubuntu 14.04
 fastcgi_pass unix:/var/run/php5-fpm.sock;
 
        fastcgi_index index.php;
        fastcgi_param  SCRIPT_FILENAME  $document_root$fastcgi_script_name;
        include fastcgi_params;
    }

   location ~ /\.ht {
 deny all;
   }
}
Perhatian skrip di atas hanya khusus pengguna Ubuntu 14.04 atau 16.04 jika Anda ingin menggunakan skrip di atas untuk distro lainnya harap ubah pada bagian fastcgi disesuai dengan distro Anda.

Kemudian kita aktifkan virtualhostnya:
$ sudo ln -s /etc/nginx/sites-available/opencart /etc/nginx/sites-enabled/
Lalu kita restart Nginx:
$ sudo service nginx retart
Sekarang kita beranjak ke database, kita buat database beserta usernamenya.
$ mysql -u root -p'Password Anda'
Kemudian lakukan perintah seperti di bawah ini:
mysql> create database opencart_db;
mysql> create user opencart_db_user@localhost identified by 'Password Anda';
mysql> grant all privileges on opencart_db.* to opencart_db_user@localhost;
mysql> flush privileges;
mysql> \q
Lalu kemudian kita buat config opencartnya.
$ cd /srv/http/opencart/upload
$ sudo cp config-dist.php config.php
$ sudo cp admin/config-dist.php admin/config.php
$ sudo chown www-data:www-data -R *
Jika sudah langsung saja Anda akses, dicontoh tutorial ini penulis menggunakan domain opencart.local, jadi kita bisa langsung akses ke tautan http://opencart.local/

Pastikan pengaturan Anda sudah seperti gambar di bawah ini:
Langsung saja klik Continue, dan isikan username, password beserta database yang telah kita buat sebelumnya:

Kemudian kita buat username, password dan email untuk login.
Klik continue, dan OpenCart telah berhasil kita pasang.

Langkah terkahir yakni kita menghapus direktori install:
$ sudo rm -rf /srv/http/opencart/install
Selesai sudah OpenCart kini telah terpasang di server Anda, semoga bermanfaat :)

Monday, October 3, 2016

Panduan Instalasi KSuperkey di Fedora 24

 

KSuperkey adalah program kecil yang memampukan pengguna KDE membuka-tutup menu desktop dengan tombol Super ("tombol Windows"). Program KSuperkey ini tersedia di Fedora KDE (versi 23, 24, Rawhide) melalui repositori COPR oleh pengguna vanoudt (repositori ini tidak resmi). Berikut panduan instalasinya berdasarkan Fedora 24 (dan berlaku juga untuk versi 23 & Rawhide).


1. Kunjungi COPR


Buka alamat situs web COPR https://copr.fedorainfracloud.org lalu cari kata kunci ksuperkey dan Anda semestinya menemukan hasil repositori bernama vanoudt/KSuperkey. Kunjungi repositori tersebut.


2. Tentukan Versi Fedora


Di dalam halaman vanoudt/KSuperkey Anda akan disuguhi 3 pilihan (per 3 Oktober 2016 ini) yaitu Fedora 23, 24, dan Rawhide. Artikel ini mencontohkan versi 24, jadi klik pada tombol Fedora 24 pada kolom Download (klik kanan > Save Link As).

Dengan ini, Anda mengunduh sebuah berkas berekstensi .repo yang berisi informasi alamat repositori Fedora untuk paket software ksuperkey.

3. Setel Berkas .repo


Yang harus Anda lakukan setelahnya adalah pindahkan berkas .repo yang Anda unduh itu ke direktori /etc/dnf/. Cara melakukannya paling mudah dengan konsol: 

sudo cp -v vanoudt-KSuperkey-fedora-24.repo /etc/yum.repos.d/

Apabila penyalinan ini berhasil, maka di dalam /etc/dnf/ Anda akan melihat berkas .repo tersebut ada seperti berikut:

[user@localhost Downloads]$ ls /etc/yum.repos.d/
fedora-cisco-openh264.repo  fedora-updates.repo          vanoudt-KSuperkey-fedora-24.repo
fedora.repo                 fedora-updates-testing.repo
[user@localhost Downloads]$


4. Reload



Lakukan reload repositori dengan perintah:


sudo repolist



Perintah ini memerlukan sambungan internet dan akan memakan sekitar 30 MB data (apabila Anda belum check-update) atau memakan sekitar 1 KB data (apabila Anda sudah check-update). Tujuan dari perintah ini adalah mengambil daftar isi dari repositori COPR (berkas .repo) yang baru saja Anda masukkan ke sistem.


5. Menginstal KSuperkey


Lakukan instalasi dengan perintah:

sudo dnf install ksuperkey

Setujui pertanyaan-pertanyaan yang muncul dengan mengetik 'y'. Instalasi KSuperkey ini memakan 27 KB di Fedora 24 saya.


Menggunakan KSuperkey


Jalankan program KSuperkey dengan mengetik perintah ksuperkey di konsol. Sekali dijalankan, program ini langsung hidup di balik layar. Setelahnya, tekan tombol Super (tombol Windows) maka menu desktop KDE Anda akan terbuka, tekan tombol Super sekali lagi maka ia tertutup.


Untuk selalu menjalankan fungsi KSuperkey seterusnya (selalu menyala bersama booting sistem) Anda perlu memasukkan perintah ksuperkey di dalam Autostart (buka menu desktop > cari Autostart) > klik Add Program > ketik ksuperkey > OK > OK. Dengan begini maka setiap Fedora start tombol Super Anda akan selalu membuka-tutup menu desktop.

Saturday, September 17, 2016

Mengecek Speed Koneksi pada VPS OS GNU/Linux


Terkadang setelah kita menyewa suatu VPS ada hasrat untuk ingin tahu bahwa kecepatan internet yang diberikan pada VPS tersebut seberapa cepat? Guna ingin memastikan kualitas yang diberikan.

Biasanya dalam koneksi internet kita cukup gunakan speedtest.net untuk mengukur kecepatan koneksi internet. Dalam tulisan ini Anda juga tetap mengggunakan speedtest untuk mengecek kecepatan internet tersebut, bedanya di VPS kita bisa menggunakan dua buat metode yakni menggunakan CLI atau yang berbasis aplikasi website.

Syarat Sebelum Mamasang

Sebelum memulai praktek ada beberapa persyaratan yang harus ada di VPS Anda yakni:
  1. Anda sudah memiliki web server baik itu Apache ataupun Nginx. Bisa Anda baca pada artikel sebelumnya di sini:
  2. Memasang git dan python 2.4 atau 3.4.
  3. Memasang wget dan unzip pada VPS Anda.

SpeedTest CLI

Debian/Ubuntu
$ sudo apt-get install python-pip
Fedora/Centos/RHEL
$ sudo yum -y install epel-release
$ sudo yum -y install python-pip
lalu kita pasang melalu pip.
$ sudo pip install speedtest-cli 
Dan coba langsung Anda tes, berikut contoh hasilnya:

SpeedTest Web based

Di atas kita menggunakan Speedtes CLI, Anda dapat pula menggunakan GUI berbasis Web. Untuk dapat menggunakan speedtest web based, kita dapat mengunduhnya yakni:
$ wget http://c.speedtest.net/mini/mini.zip
Setelah itu unzip:
$ unzip mini.zip
Dan kita pindahkan pada rootdir webserver:

Pengguna Apache
$ sudo mv mini /var/www/html/
Pengguna Nginx
$ sudo mv mini /usr/share/nginx/
Dan langsung saja jalankan, contoh:
http://192.168.2.8/mini/
Pilih salah satu dari index di atas, misalnya index-php.html. Berikut contoh hasilnya:
Menarik bukan? Semoga bermanfaat :)

Thursday, September 15, 2016

Memasang Webmin di GNU/Linux Server

Webmin adalah aplikasi fasilitas administrasi berbasis web, yang mana hampir semua jenis servis, dan berbagai kustomasi dapat dilakukan oleh Webmin, mulai dari webserver, DNS, file sharing dan lain sebagainya, dan tentunya dengan webmin ia dapat mempermudah mengubah konfigurasi atau memanajemen GNU/Linux server yang sebelumnya dilakukan via console melalui ssh.

Tulisan kali ini kita akan membahas mengenai bagaimana cara pemasangan Webmin di server GNU/Linux distro yang umum dipakai sebagai server yakni; Debian, Ubuntu, Fedora, Centos, dan RHEL.

Tahap Pemasangan

Anda dapat mengunduhnya langsung dari sini: http://www.webmin.com/download.html dengan wget atau manual dari localhost.

Pengguna Debian dan Ubuntu
$ sudo apt-get install libauthen-pam-perl apt-show-versions
$ wget http://prdownloads.sourceforge.net/webadmin/webmin_1.810_all.deb
$ sudo dpkg -i webmin_1.810_all.deb
Pengguna Fedora/Centos/RHEL
$ sudo rpm -Uvh http://prdownloads.sourceforge.net/webadmin/webmin-1.810-1.noarch.rpm

Tahap Pengaturan

Pertama-tama kita ubah terlebih dahulu password root pada webmin, caranya adalah sebagai berikut:
$ sudo su
# /usr/share/webmin/changepass.pl /etc/webmin root PasswordAnda

Jangan lupa buka port 10000 dari firewall Anda. Jika Anda pengguna Debian/Ubuntu bisa melalui UFW.

Untuk masuk ke Webmin buka di browser menggunakan https, dan masukan tautan seperti di bawah ini:

https://192.168.1.100:10000/


Jika Anda mengalami error seperti gambar di atas, langsung saja klik "Install Update Now". Beberapa masalah bisa Anda lihat di sini: http://www.webmin.com/updates.html

Semoga bermanfaat :)

Saturday, September 3, 2016

Mengaktifkan Apache Userdir di GNU/Linux

Tutorial lalu di linuxku.com kita telah membahas mengenai instalasi atau pemasangan LAMP, yang merupakan kependekan dari Linux, Apache, Mariadb/MySQL, dan PHP. Sekarang pembahasan kita mulai dengan userdir.

Apa itu userdir? Singkatnya userdir kependekan dari user directory, yakni direktori untuk para pengguna akun. Maksudnya adalah kita dapat mengakses direktori dari user account, dari satu domain.

Apa tujuannya? Tujuan utamanya adalah untuk mempermudah developing web seperti taham testing sebelum production, atau perbedaan tampilan disetiap user, yang mana kita tidak perlu lagi membuat direktori disetiap domain, atau pembuatan subdomain.

Langsung saja kita mulai mengimplementasikan userdir tersebut di GNU/Linux.


Untuk pengguna Debian/Ubuntu dan derivatifnya:
$ sudo mkdir /home/pengguna/public_html
$ sudo a2enmod userdir
$ sudo service apache2 restart

Untuk pengguna Fedora/RHEL/Centos
$ sudo mkdir /home/pengguna/public_html
$ sudo chmod 711 /home/pengguna
$ sudo chmod 755 /home/pengguna/public_html
Perhatian pastikan pengguna mana saja yang boleh menggunakan userdir.

Lalu sunting pengaturan Apachenya:
$ sudo nano /etc/httpd/conf/httpd.conf
Beri comment pada:
# UserDir disabled 
Kemudian uncomment pada:
 UserDir public_html
Dan uncomment juga pada:
<Directory /home/*/public_html>
AllowOverride FileInfo AuthConfig Limit
 Options MultiViews Indexes SymLinksIfOwnerMatch IncludesNoExec
    <Limit GET POST OPTIONS>
        Order allow,deny
        Allow from all
    </Limit>
    <LimitExcept GET POST OPTIONS>
        Order deny,allow
        Deny from all
    </LimitExcept>
</Directory>
Hasilnya seperti gambar di bawah ini:
Jika sudah, keluar dari nano dan restart Apache:
$ sudo service httpd restart
atau pengguna Systemd:
$ sudo systemctl restart httpd

Untuk distro lainnya pastikan Anda mengetahui di mana letak konfigurasi Apache. Dan bisa mengikuti tutorial ini pada pembahasa Fedora di atas, karena prinsipnya sama, kecuali Debian/Ubuntu dan derivatifnya ia sangat mudah karena telah disediakan skrip a2enmod.

Untuk mengakses userdir, Anda hanya perlu memasukan URL di browser sebagai berkut:

http://domainAnda.com/~pengguna

Jika Anda berhasil maka hasilnya akan seperti gambar di bawah:
Semoga bermanfaat :)