Sharing seputar Dunia Tkj dan Blogging ^^

Showing posts with label Jaringan. Show all posts
Showing posts with label Jaringan. Show all posts

Saturday, July 8, 2017

Cara Auto Delete Recycle Bin pada Samba 4





Menyambung dari postingan sebelumnya tentang cara mengaktifkan recycle bin pada samba 4 di ubuntu 14.04 Server, maka pada postingan kali ini saya akan memberikan tips berikutnya. Yaitu bagaimana cara auto delete file-file pada recycle bin tersebut. Karena jika tidak didelete, maka lama-lama bisa penuh space harddisk server kita.

File-file yang didelete hanyalah file-file yang sudah berumur 30 hari. Caranya mudah, kalian tinggal buat satu file bernama misalnya autodelrecycle.sh :

# nano /root/autodelrecycle.sh

nb : letak file ini bebas mau dimana saja.

Lalu didalamnya isikan ini :

#!/bin/bash

# cleanup recycle dir:
# delete all files with last access time
# older than a specific number of days and
# remove all empty subdirs afterwards.
#
# make sure you set recycle:touch = yes
# in your smb.conf.

# set vars
recycle_dir='/home/data/recycle'
lastaccess_maxdays=30

#executing timestamp
echo $(date '+%d%m%Y')

# execute commands
find $recycle_dir -atime +$lastaccess_maxdays -type f -delete
find $recycle_dir -type d ! -path $recycle_dir -empty -delete

nb : sesuaikan bagian recycle_dir dengan folder recycle kalian masing-masing. Kalian juga bisa ubah umur file-file yang ingin dihapus pada bagian lastaccess_maxdays.

Jika sudah simpan file dengan CTRL + X > Y > Enter.

Jangan lupa berikan hak akses executable pada script tersebut :

# chmod +x /root/autodelrecycle.sh

2. Selanjutnya kalian perlu buatkan jadwal crontabnya. Ini untuk menjadwalkan pengeksekusian script tersebut secara reguler. Misal disini saya akan membuat pengecekannya setiap 1 minggu sekali setiap hari senin pukul 00.00 (untuk lebih jelas soal penjadwalan cron, kalian bisa buka ini) . Maka kalian bisa ketikkan :

# crontab -e

Dibaris paling bawah tambahkan ini :

0 0 * * 1 sh /root/autodelrecycle.sh >> /var/log/samba/recycle.log

nb : sesuaikan letak file autodelrecycle.sh sama dengan saat kalian membuat file tersebut pertama kali.

Jika sudah simpan dengan CTRL + X > Y > Enter.

Script diatas sengaja saya buat agar setiap ada proses auto delete, prosesnya akan disimpan di log. Oleh karena itu kita perlu buat lognya terlebih dahulu :

# touch /var/log/samba/recycle.log

Untuk pengetesannya, nanti setiap minggu kalian bisa cek isi file /var/log/samba/recycle.log. Harusnya disana akan terlihat file-file mana saja yang didelete. Apabila tidak ada yang didelete hanya akan muncul tulisan tanggalnya saja. Tandanya itu scriptnya sudah dieksekusi, tapi belum ada file yang memenuhi syarat untuk dihapus. Untuk mengecek file /var/log/samba/recycle.log bisa gunakan perintah :

# more /var/log/samba/recycle.log

Semoga bermanfaat :)

Wednesday, July 5, 2017

Cara Mengaktifkan Recycle Bin pada Samba 4 di Ubuntu 14.04 Server


Secara default, jika kalian membuat sebuah File Server atau sharing file menggunakan Samba, maka ketika ada user yang menghapus file-file mereka maka file-file tersebut akan langsung hilang secara permanen. Lalu bagaimana jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan? Misal salah satu user tidak sengaja menghapus file penting, tentu berbahaya bukan?

Untungnya untuk mengatasi hal ini, Kita bisa mengaktifkan fitur recycle bin pada Samba. Caranya adalah sebagai berikut.

1. Buat folder recycle binnya dengan perintah berikut. Sesuaikan lokasi /home/data dengan lokasi folder sharing kalian :

# mkdir /home/data/recycle

2. Jangan pula berikan hak akses seperlunya. Ada 2 hal yang perlu kalian setup, yaitu dari sisi ubuntu server dengan mengetikkan perintah berikut :

# chmod 770 /home/data/recycle

Dan dari sisi Windows kalian harus memastikan folder ini punya hak akses full untuk Domain Users. Kalian bisa mengaturnya melalui menu Properties folder recycle tersebut menggunakan windows client. Pada menu Properties > Security pastikan sudah ada Domain Users disana.


Jika belum ada, kalian bisa tambahkan dengan mengeklik menu Edit > Add > tambahkan Domain Users > OK.


3. Selanjutnya dari terminal Ubuntu Server, kalian edit file /etc/samba/smb.conf :

# nano /etc/samba/smb.conf

Lalu tambahkan script ini masih didalam tag [global] :

# Enable the recycle bin
vfs object = recycle
recycle:repository = /home/data/recycle/%U
recycle:touch = Yes
recycle:keeptree = Yes
recycle:versions = Yes
recycle:noversions = *.tmp,*.temp,*.o,*.obj,*.TMP,*.TEMP
recycle:exclude = *.tmp,*.temp,*.o,*.obj,*.TMP,*.TEMP
recycle:excludedir = /recycle,/tmp,/temp,/TMP,/TEMP

Simpan dengan menekan CTRL + X > Y > Enter.

4. Terakhir restart samba :

# service samba restart

5. Silahkan kalian tes untuk login dengan berbagai user di domain kalian, lalu kalian coba delete file/folder dari user tersebut. Maka nanti folder/file yang sudah terdelete akan tampil di folder recycle. Berikut adalah contoh penampakannya :



Semoga bermanfaat :)

Tuesday, July 4, 2017

Install Eternal Terminal di Ubuntu 14.04/16.04




Eternal Terminal adalah layanan remote SSH yang tidak akan merusak sesi yang sudah kalian buat walaupun tiba-tiba koneksi terputus. Hal ini sangat keren menurut saya. Karena selama ini kalau kalian perhatikan, jika kalian meremote server kalian menggunakan putty, saat mengetikkan sesuatu atau sedang melakukan proses sesuatu kemudian koneksi kalian tiba-tiba putus, maka saat kalian reconnect putty kalian, semua yang kalian lakukan tadi akan hilang. Ini bisa sangat berbahaya. Karena bayangkan kalau kalian sedang melakukan proses yang penting (seperti mengupgrade sistem).

Sebagai catatan, untuk saat ini Eternal Terminal saat ini baru ada di Linux dan Macos saja. Jadi untuk klien windows belum bisa.

Nah untuk instalasi Eternal Terminal caranya cukup mudah, kalian tinggal ketikkan perintah-perintah berikut di kedua sisi, yaitu server ubuntu kalian dan ubuntu klien kalian :

sudo add-apt-repository ppa:jgmath2000/et
sudo apt-get update
sudo apt-get install et

Eternal Terminal pada defaultnya bekerja di port 2022. Oleh karena itu jika kalian sebelumnya pakai SSH di port 22 atau yang lainnya, silahkan dibukakan port 2022 maupun di port forwarding port 2022 di firewall server kalian.

Untuk menggunakan Eternal Terminal bisa langsung kalian ketikkan ini :

et username@serverhost

Misal :

et rizal@101.101.10.10
et rizal@cilsy.com

Masukkan password, dan kalian sudah mulai terkoneksi. Pada dasarnya tampilannya sama-sama saja dengan SSH. Namun kalian bisa coba untuk langsung cabut koneksi klien kalian (cabut kabel atau putus wifi), lalu sambungkan kembali. Seharusnya koneksi Eternal Terminal kalian masih nyambung dan aman-aman saja.

Semoga bermanfaat :)

SUMBER

Monday, July 3, 2017

Cara Enable, Disable, Install, dan Uninstall Paket pada Mikrotik


Artikel ini akan membahas cara-cara dasar terkait manajemen paket pada Mikrotik. Lumayan membantu kalau kita kelupaan. Semoga bermanfaat.

Cara Disable

Terkadang kita ingin mendisable paket-paket mikrotik yang tidak pernah kita pakai. Sebagai contoh paket Ipv6. Kita jarang pakai IP versi 6, karena kita selalu pakai IP versi 4.

Caranya mudah, kalian tinggal klik ke menu System > Packages > Pilih paket yang ingin kalian disable > Disable.


Setelah itu restart sistem kalian dengan memilih menu System > Reboot > Yes.


Cara Enable

Untuk enable, biasanya digunakan kalau kita ingin mengaktifkan kembali paket yang sudah terlanjur kita disable.

Caranya dengan mengeklik ke menu System > Packages > Pilih paket yang ingin kalian Enable > Enable.


Setelah itu restart sistem kalian dengan memilih menu System > Reboot > Yes.

Cara Install

Install paket digunakan apabila kita ingin menambahkan fitur tertentu pada Mikrotik yang bukan bawaan. Contohnya seperti User Manager. Ini salah satu fitur Hotspot pada Mikrotik yang cukup powerful, namun bukan bawaan.

Caranya agak berbeda untuk instalasi paket, kalian buka menu Files. Setelah itu kalian drag saja file paket Mikrotik yang sudah kalian download di laptop kalian ke dalam window Files yang kalian buka di Winbox.



Setelah itu restart sistem kalian dengan memilih menu System > Reboot > Yes.

Nanti setelah terestart, kalian buka kembali menu System > Packages. Harusnya sudah muncul paket baru yang kalian install tadi.

Cara Uninstall

Uninstall digunakan untuk bisa lebih melegakan ukuran storage Mikrotik kita. Kalian tinggal klik ke menu System > Packages > Pilih paket yang ingin kalian uninstall > Uninstall.




Setelah itu restart sistem kalian dengan memilih menu System > Reboot > Yes.

Sebagai tambahan, kalau kita tidak jadi ingin mendisable, mengenable, maupun menguninstall paket, kalian bisa pilih menu Unschedule. Ini akan membatalkan yang kalian ingin lakukan.

Semoga bermanfaat

SUMBER


Wednesday, June 28, 2017

Cara Setting SPF Record agar Email Tidak dianggap Spam




Salah satu cara agar email server kita tidak dianggap spam ketika mengirim ke Gmail atau Yahoo adalah dengan mengkonfigurasi yang namanya SPF (Sender Policy Framework) Record.

Simpelnya SPF Record ini adalah suatu aturan yang menyebutkan ip publik mana saja yang dianggap terpercaya untuk mengirim email atas nama domain tertentu. Misalnya domain rizal.com itu yang boleh mengirim email hanyalah server dengan ip publik 110.10.10.10. Ketika kita kirim email atas nama rizal.com, misal rizal@rizal.com, maka server email penerima (contoh : server gmail) akan mengecek apakah benar yang mengirim email ini berasal dari server dengan ip 110.10.10.10 berdasarkan SPF recordnya. Jika benar, maka email akan dianggap terpercaya dan tidak akan dimasukkan kedalam kategori spam. Apabila salah ip ataupun tidak ada SPF recordnya, maka email akan dianggap spam. Karena dianggap dikirim oleh server yang tidak terpercaya.

Ibaratnya ketika kita menunggu kiriman paket datang, si pengirim awalnya bilang "pokoknya paket ini harus diantar oleh JNE". Nah ketika paketnya datang, kita pun mengecek apakah benar dari JNE atau bukan. Apabila benar dari JNE, maka itu paket kita anggap benar. Apabila datangnya dari TIKI atau malah tidak diketahui siapa pengirimnya, maka kita patut curiga terhadap paket tersebut.

Untuk cara settingnya gampang, kalian cukup tambahkan 1 buah record di settingan DNS kalian. Sesuaikan dengan kalian pakai settingan DNSnya dimana. Biasanya 2, antara kalian pakai server DNS sendiri menggunakan Bind, atau kalian pakai DNS bawaan tempat kalian beli domain. Disini saya akan tunjukkan keduanya.

1. Jika pakai Bind

Kalian edit file forward zone domain kalian. Biasanya ada di /etc/bind/ untuk distro debian-based dan di /etc/named/ untuk distro redhat-based. Lalu tambahkan 1 baris di bagian forward zone (biasanya yang bernama db.namadomain atau namadomain.host) baris berikut :

dairikab.go.id. IN TXT "v=spf1 a mx a:mail.belajarnetwork.com ip4:116.206.196.2 -all"

nb : Sesuaikan mail.belajarnetwork.com dan 116.206.196.2 dengan domain dan ip email server kalian.

Jika sudah, simpan dan restart service bindnya. Sesuaikan dengan distro kalian masing-masing.

Biasanya untuk debian-based : service bind9 restart
Biasanya untuk redhat-based : service named restart

2. Jika pakai dns bawaan.

Kalian cukup tambahkan 1 record dengan kriteria :

Type : TXT record
Name/Domain : @ (jika tidak bisa diisi @, maka isilah dengan nama domain. Misal belajarnetwork.com)
Value/Content : "v=spf1 a mx a:mail.belajarnetwork.com ip4:116.206.196.2 -all"

Sesuaikan mail.belajarnetwork.com dan 116.206.196.2 dengan domain dan ip email server kalian.


3. Pengetesan

Untuk mengetes, kalian buka website dkimvalidator.com. Lalu kalian kirim email apapun dari email server kalian ke nama email random yang muncul disana.



Setelah kalian kirim email, kalian klik View Result, setelah itu pastikan di bagian SPF Information sudah terdeteksi settingan SPF kalian. Biasanya ditandai dengan pesan Result Code : pass.


Selamat, spf record sudah berhasil tersetting!

Sumber : www.cilsy.id

Tuesday, June 27, 2017

Instalasi dan Konfigurasi Lets Encrypt di Zimbra 8.7 OS Centos 7



Catatan penting sebelum mengikuti tutorial ini :

1. Tutorial ini hanya bisa dilakukan jika zimbra kalian sudah selesai terinstall dengan baik dan juga sudah terkonfigurasi domainnya dengan baik (sudah resolv/sudah bisa terhubung ke internet). Dan disini tidak dibahas bagaimana cara melakukan itu semua.
2. Domain untuk zimbra saya adalah mail.belajarnetwork.com
3. Kalian perhatikan betul-betul user yang digunakan setiap melakukan suatu perintah. Jika saya beri lambang root@mail ~# berarti perintah tersebut harus dilakukan sebagai user root. Sedangkan jika lambangnya zimbra@mail ~$ maka perintah tersebut harus dilakukan sebagai user zimbra.

Cara instalasi dan konfigurasi Lets encrypt cukup mudah, kalian tinggal ikuti step by step yang saya berikan dibawah ini dengan benar, maka seharusnya akan langsung terinstall dengan baik.

1. Pertama-tama kalian harus hentikan dulu beberapa service pada zimbra dengan perintah berikut :

root@mail ~# su - zimbra
zimbra@mail ~$ zmproxyctl stop
zimbra@mail ~$ zmmailboxdctl stop
zimbra@mail ~$ exit

2. Setelah itu kalian install letsencrypt dengan perintah berikut :

root@mail ~# git clone https://github.com/letsencrypt/letsencrypt
root@mail ~# cd letsencrypt
root@mail ~# ./letsencrypt-auto certonly --standalone

Akan ada beberapa pertanyaan yang muncul yang bisa kalian jawab sebagai berikut :

Enter Email Address : admin@belajarnetwork.com --> ini bebas
Agree/Cancel : A --> ini harus A
Share email with Electronic Frontier Foundation : N --> ini bebas, boleh juga Y.
Enter domain name : mail.belajarnetwork.com --> ini diisi dengan alamat lengkap zimbra kalian, jangan domainnya saja.


3. Setelah terinstall, kalian perlu melakukan sedikit modifikasi terhadap salah satu file sertifikat SSL nya yaitu chain.pem. Caranya dengan mengetikkan perintah berikut :

root@mail ~# cd /etc/letsencrypt/live/mail.belajarnetwork.com
root@mail ~# nano chain.pem

nb : ganti mail.belajarnetwork.com dengan domain kalian masing-masing.

Setelah terbuka filenya, kira-kira akan muncul seperti ini :


Kalian perlu tambahkan script tambahan tepat dibawah baris END CERTIFICATE. Script tambahannya bisa kalian ambil dari link berikut : https://www.identrust.com/certificates/trustid/root-download-x3.html. Kalian kopi saja script yang kalian dapatkan dari sana, lalu kalian tambahkan baris -----BEGIN CERTIFICATE----- diawal script dan -----END CERTIFICATE----- di akhir script. Kira-kira menjadi seperti ini :

-----BEGIN CERTIFICATE-----
disini isi script tambahan dari identrust
-----END CERTIFICATE-----

Setelah itu, kalian kopikan semua script tambahan tersebut ke dalam file chain.pem tadi. Tambahkannya tepat di bawah baris -----END CERTIFICATE-----.

Kira-kira formatnya menjadi seperti ini :

-----BEGIN CERTIFICATE-----
disini script bawaan dari chain.pem
-----END CERTIFICATE-----
-----BEGIN CERTIFICATE-----
disini isi script tambahan dari identrust
-----END CERTIFICATE-----


Jika sudah simpan file dengan CTRL + X > Y > Enter.

4. Lalu lakukan perintah berikut untuk menggabungkan SSL Lets encrypt ke zimbra :

root@mail ~# mkdir /opt/zimbra/ssl/letsencrypt
root@mail ~# cp /etc/letsencrypt/live/mail.belajarnetwork.com/* /opt/zimbra/ssl/letsencrypt/
root@mail ~# chown zimbra:zimbra /opt/zimbra/ssl/letsencrypt/*

nb : ganti mail.belajarnetwork.com dengan domain kalian masing-masing.

5. Lakukan verifikasi terlebih dahulu terhadap sertifikat-sertifikat yang terbaru. Pastikan muncul OK semuanya, jangan sampai ada yang error.

root@mail ~# su - zimbra
zimbra@mail ~$ cd /opt/zimbra/ssl/letsencrypt
zimbra@mail ~$ /opt/zimbra/bin/zmcertmgr verifycrt comm privkey.pem cert.pem chain.pem
zimbra@mail ~$ exit

6. Lakukan perintah berikut untuk membackup SSL zimbra bawaan (barangkali nanti diperlukan) dan juga mengubah SSL zimbra bawaan dengan SSL kita yang baru.

root@mail ~# cp -a /opt/zimbra/ssl/zimbra /opt/zimbra/ssl/zimbra.$(date "+%Y%m%d")
root@mail ~# cp /opt/zimbra/ssl/letsencrypt/privkey.pem /opt/zimbra/ssl/zimbra/commercial/commercial.key

7. Terakhir lakukan deployment/instalasi SSL yang baru dan restart zimbra.

root@mail ~# su - zimbra
zimbra@mail ~$ cd /opt/zimbra/ssl/letsencrypt
zimbra@mail ~$ /opt/zimbra/bin/zmcertmgr deploycrt comm cert.pem chain.pem
zimbra@mail ~$ zmcontrol restart

8. Coba refresh browser kalian, lalu lihat bahwa sekarang dibagian pojok kiri atas sudah muncul notifikasi Verified By : Lets Encrypt.


Semoga bermanfaat :)

Sumber : www.cilsy.id