Sharing seputar Dunia Tkj dan Blogging ^^

Showing posts with label synaptic. Show all posts
Showing posts with label synaptic. Show all posts

Tuesday, August 16, 2016

Seri Manajemen Paket Ubuntu 10: Memperoleh Daftar Dependensi via Synaptic Script


Tulisan ini adalah seri ke-10 dari serial sistem manajemen paket Ubuntu kami. Tulisan ini melengkapi seri ke-9 dengan menunjukkan bagaimana mengeluarkan daftar URL dependensi secara GUI dengan Synaptic. Hasil yang diperoleh sama dengan seri ke-9 hanya saja dilakukan dengan cara berbeda. Semoga tulisan ini bermanfaat.


Serial Manajemen Paket Ubuntu

Berikut serial panduan manajemen paket dari kami.


  

    Syarat


    Untuk menerapkan contoh ini ada syarat yang harus dipenuhi pengguna:

    • Ubuntu yang berada di komputer offline harus sudah pernah mengalami Reload (sudo apt-get update) yakni sudah memiliki "peta repositori".  
    • Paket dependensi untuk satu versi Ubuntu tidak bisa diinstal di Ubuntu versi lain. Misalnya paket dependensi di 14.04 hanya bisa diinstal di 14.04 pula, tidak di versi lain. 

    Langkah 1: Memilih Paket


    Buka Synaptic lalu centang paket mana yang mau diinstal lalu pilih Mark for installation. Buka menu File > Generate file download script > pilih tempat penyimpanan (letakkan di $HOME user Anda) > beri nama file > OK. Anggaplah nama file yang Anda tentukan dependensi.txt.


    Langkah 2: Memodifikasi Berkas Script


    Isi dari berkas yang dihasilkan oleh Synaptic sebetulnya berbentuk source code dari bash script. Panduan ini ditujukan untuk diterapkan di semua OS. Maka kita harus memodifikasi sedikit isi script ini supaya isinya murni daftar URL saja. Gunakan perintah berikut.

    awk '{ print $3 }' dependensi.txt | sed '1d' > namafile.txt

    Ganti namafile.txt dengan nama berkas script yang Anda hasilkan. Maka hasilnya script tersebut akan murni berisi daftar URL saja. Contoh hasil yang diinginkan adalah seperti ini:




    Langkah 3: Mengunduh Seluruh Dependensi


    Bawalah berkas daftar URL tadi ke komputer yang tersambung internet. Gunakan browser untuk mengunduh seluruh dependensinya. Mau lebih cepat lagi, gunakan download manager seperti DownThemAll! (pengaya Firefox) untuk mengunduh semua URL sekaligus dalam sekali klik. Simpan semua dependensi (berformat .deb) dalam sebuah folder dan bawalah ke komputer yang offline. Contoh demonstrasi pengunduhannya seperti ini:


    Langkah 4: Menginstal Seluruh Dependensi


    Pindahkan seluruh dependensi yang telah diperoleh ke satu folder di Ubuntu yang offline. Pindahkan dia ke $HOME saja biar mudah. Anggaplah nama folder itu dependensi. Buka Terminal dan laksanakan perintah:

    cd ~/dependensi
    sudo dpkg -i *.deb


    dan tunggu sampai selesai. Maka program ini akan terinstal di Ubuntu yang offline.

    Friday, August 5, 2016

    Seri Manajemen Paket 8: Penggunaan Synaptic di Ubuntu


    Tulisan seri ke-8 ini menjelaskan bagaimana penggunaan dasar Synaptic Package Manager di Ubuntu. Synaptic adalah GUI untuk menginstal, menghapus, dan meng-upgrade paket-paket dengan mudah bagi sistem operasi Ubuntu. Secara fungsi, Synaptic itu bagaikan Add/Remove Programs bagi Windows, Play Store bagi Android, atau App Store bagi Apple OS X. Anda akan mengenal bagaimana menggunakan Synaptic untuk pertama kali dan menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari. Tulisan ini adalah kelanjutan spesifik dari Mengenal GUI Front-End.


    Serial Manajemen Paket Ubuntu

    Berikut serial panduan manajemen paket dari kami.


    Perkenalan Synaptic


    Synaptic Package Manager (sering disebut Synaptic saja) adalah GUI front-end untuk manajemen paket di Debian. Synaptic adalah perwakilan terhadap program apt dan dpkg. Dengan menggunakan Synaptic, Anda sebenarnya menggunakan apt dan dpkg juga, hanya saja dengan Synaptic lebih mudah karena aksi dilakukan dengan klik tombol. Dengan Synaptic Anda bisa melakukan yang bisa dilakukan dengan apt dan dpkg secara manual, seperti menyetel sumber repositori, mencari, menginstal, menghapus, dan meng-upgrade.

    Menginstal Synaptic


    Apabila Synaptic Package Manager belum terinstal di distribusi GNU/Linux Anda, maka Anda bisa menginstalnya dengan baris perintah:

    sudo apt-get install synaptic

    Membuka Synaptic 


    Synaptic bisa ditemukan di menu utama desktop Anda setelah dia diinstal. Misalnya di GNOME, buka menu (Win) lalu ketik "synaptic" lalu klik ikon Synaptic yang muncul. Anda akan diminta memasukkan password untuk membukanya.



    Jika Anda ingin membuka Synaptic dari baris perintah, maka perintahnya:

    synaptic-pkexec

    1. Penggunaan Pertama


    Anggap Anda baru pertama kali menggunakan Synaptic. Maka hal pertama yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut:

    1. Buka menu Tools > Repositories > tab Ubuntu Software.
    2. Centang komponen repositori yang Anda inginkan dan pilih server cermin mana yang Anda inginkan. Contohnya: centang main restricted multiverse universe maka mengaktifkan keempat komponen repositori; pilih server cermin Kambing UI mengarahkan segala unduhan ke Indonesia (tidak ke luar negeri).
    3. Close. 
    4. Klik tombol Reload di tool bar Synaptic.
    5. Biarkan Synaptic mengunduh "peta repositori" dari setiap centangan dan pilihan yang baru dilakukan. 

    Penjelasan: yang Anda lakukan di atas sebetulnya adalah menyetel /etc/apt/sources.list (langkah 1 sampai 3) kemudian melakukan baris perintah sudo apt-get update (langkah 4). Hanya saja, di Synaptic semua aksi dilakukan secara GUI. Penggunaan pertama ini mengharuskan OS Anda tersambung ke jaringan internet karena Synaptic harus memperoleh peta repositori itu dari server di internet.



    2. Reload


    Tombol Reload yang ada di tool bar itu fungsinya untuk mengunduh "peta repositori" dari setelan repositori-repositori yang Anda telah tentukan. Pengunduhan peta repositori ini bertujuan ganda, pertama memberi tahu APT ke mana harus mengunduh paket dan kedua memberi tahu APT apabila terdapat pembaruan dari repositori yang dituju. Aksi Reload ini tidak akan menginstal paket. Aksi Reload ini sama dengan baris perintah sudo apt-get update.

    Penggunaan: lakukan Reload di setiap kali Anda melakukan perubahan terhadap sources.list atau melakukan bagian 1. Penggunaan Pertama di atas.



    3. Instal


    Cara menginstal paket dengan Synaptic adalah sebagai berikut:

    1. Cari nama paket yang hendak diinstal. 
    2. Klik kanal pada nama paket > Mark for installation
    3. Bila Synaptic menemukan lebih dari satu paket akan diinstal, sebuah jendela akan muncul memberi tahu nama paket yang hendak diinstal dan nama-nama paket dependensinya. Setujui saja. 
    4. Nama paket yang akan diinstal akan tampak bertanda panah kuning di jendela utama. 
    5. Klik tombol Apply di tool bar. 
    6. Jendela dialog baru akan menayangkan daftar nama-nama paket yang mau diinstal dan total ukurannya. Untuk menginstal, tekan tombol Apply
    7. Jendela baru akan menayangkan prosesi pengunduhan paket beserta kecepatan transfer jaringan di setiap paket yang diunduh.
    8. Jendela baru akan muncul setelah seluruh unduhan selesai menayangkan progress bar dengan jendela hitam (konsol) menayangkan prosesi kerja dpkg menginstali satu per satu paket yang telah diunduh. 
    9. Jika jendela tersebut menyatakan instalasi selesai, maka instalasi selesai. 


    4. Hapus


    Untuk menghapus (uninstall) suatu paket, ikuti langkah berikut:

    1. Cari nama paket yang hendak dihapus. 
    2. Klik kanan nama paket > Mark for removal
    3. Tekan tombol Apply di tool bar. 
    4. Jendela baru muncul menayangkan daftar nama paket yang hendak dihapus. Perhatikan bahwa pada beberapa jenis paket, jumlah yang dihapus bisa lebih dari satu. Setujui saja. 
    5. Jendela baru muncul menayangkan proses penghapusan. 


    5. Upgrade


    Untuk meng-upgrade suatu paket tertentu (bukan keseluruhan paket di dalam sistem) ikuti langkah berikut:

    1. Cari nama paket yang mau di-upgrade. Caranya klik tombol Status (kiri bawah) lalu klik pilihan "Installed (upgradable)" (kiri atas) lalu cari nama paket yang ada di jendela tengah. 
    2. Klik kanan nama paket > Mark for Upgrade
    3. Tekan tombol Apply di tool bar.

    Thursday, July 28, 2016

    Pengaturan Proxy & Autentikasi di Synaptic Package Manager



    Jika Anda terhubung ke internet melalui proxy yang berautentikasi, maka Anda perlu mengaturnya jika menggunakan Synaptic Package Manager. Panduan ini ditujukan untuk para pengguna sistem operasi keluarga Debian yang berstatus mahasiswa, dosen, atau karyawan yang biasanya jaringan di instansinya dibatasi oleh proxy.





    1. Buka Synaptic.

    2. Buka menu Settings > Preferences.

    3. Buka tab Network. Aktifkan Manual proxy configuration.

    4. Isikan alamat proxy server Anda. Misalnya proxy.ugm.ac.id.

    5. Isikan nomor port dari proxy server Anda. Misalnya 443.




    6. Klik pada tombol Authentication.

    7. Isikan username dan password.



    8. Tekan OK.


    Catatan: 

    • Untuk menonaktifkan proxy, cukup ubah pilihan Manual Proxy Configuration menjadi Direct Connection
    • Pada jaringan yang dihadang oleh proxy yang berautentikasi seperti di kampus, di desktop, lebih nyaman menggunakan Synaptic (GUI) daripada apt (CLI) karena singkatnya konfigurasinya.

    Friday, June 3, 2016

    Seri Manajemen Paket Ubuntu 6: GUI Front-End


    Tulisan ini memperkenalkan program-program GUI front-end untuk sistem manajemen paket di Ubuntu. Contohnya adalah Synaptic, GNOME PackageKit, GDebi, Ubuntu Software Center, dan GNOME Software. Tulisan ini adalah bagian ke-6 dari serial manajemen paket Ubuntu.


    Serial Manajemen Paket Ubuntu

    Berikut serial panduan manajemen paket dari kami.


    Perkenalan Istilah GUI Front-End


    Di dunia software, terkhusus di sistem operasi keluarga UNIX, terdapat istilah back-end dan istilah front-end. Kedua istilah ini adalah penyebutan untuk konsep desain �tumpukan� (stack), di mana sebuah software bisa berperilaku sebagai fondasi bagi software yang dibangun di atasnya. Software yang berada di lapisan bawah disebut back-end (back = belakang), software yang dibangun di lapisan atasnya disebut front-end (front = depan). Biasanya, sebuah front-end sengaja dibuat untuk menyediakan user interface (antarmuka pengguna) yang mudah digunakan. Biasanya pula, sebuah program front-end hanya bertugas memberikan tampilan luar sementara proses-proses riilnya tetaplah dikerjakan oleh program back-end. Front-end dilihat dari wujudnya ada dua macam, ada yang CLI (command line interface) ada juga yang GUI (graphical user interface).

    Contoh hubungan keduanya di Ubuntu adalah Synaptic (front-end) terhadap APT dan dpkg (back-end) secara berurutan. Contoh front-end yang GUI misalnya Synaptic, sedangkan front-end yang CLI misalnya APT, keduanya adalah front-end terhadap dpkg. Selain APT, ada front-end yang CLI yang dibuat untuk dpkg, bernama aptitude. Pengguna akhir ketika mengelola paket di Debian atau Ubuntu, bisa memilih front-end CLI mana yang lebih disukai antara APT atau aptitude. Jika tidak menggunakan CLI, pengguna juga bisa memilih front-end GUI seperti Synaptic.

    Di sini secara umum bisa dikatakan bahwa tugas Synaptic (dan front-end semisalnya) hanyalah memberikan tampilan GUI yang mudah dipakai untuk pengguna akhir, sementara ketika proses berlangsung sesungguhnya yang bekerja adalah APT dan dpkg. Pembaca diharapkan tidak lagi bingung dengan istilah front-end dan back-end nantinya.

    Contoh GUI Front-End untuk Manajemen Paket


    Program manajer paket asli sistem operasi keluarga Debian adalah dpkg. Selain dpkg, software semacam APT atau Synaptic adalah front-end terhadap dpkg. Tanpa APT atau Synaptic, sebuah sistem Debian tetap bisa mengelola paket dengan dpkg saja. Tetapi sebaliknya, menggunakan APT atau Synaptic tanpa dpkg adalah mustahil. Hanya saja, software seperti APT adalah CLI front-end dan Synaptic adalah GUI front-end terhadap dpkg. Tulisan ini akan memperkenalkan GUI front-end bagi sistem manajemen paket Debian (termasuk Ubuntu) yang Anda bisa pilih mana yang paling nyaman digunakan. Tulisan ini tidak membahas CLI front-end seperti APT atau aptitude. Menggunakan GUI front-end di sini sama seperti menggunakan back-end hanya saja dalam banyak sisi lebih mudah, lebih efisien, dan lebih hemat waktu.


    1. Synaptic



    Synaptic Package Manager adalah program GUI yang menampilkan antarmuka pencarian paket yang mudah. Jika di konsol pengguna mengetik perintah untuk mencari paket maupun menginstal, di GUI di Synaptic pengguna bisa mencari paket-paket secara live kemudian cukup pilih dan klik tombol untuk menginstal. Synaptic terkenal dengan pola pemakaiannya yang sederhana: cari, centang, instal. Synaptic mendukung jaringan dengan proxy yang berautentikasi, mendukung history, pembuatan script untuk instalasi offline, dan lain-lain. Di antara GUI front-end yang lain, dihitung dari segi teknis manipulasi paket di keluarga Debian, Synaptic adalah yang paling fleksibel.

    2. GDebi



    GDebi adalah GUI front-end untuk dpkg. GDebi bisa Anda bayangkan menginstal paket atau banyak paket seperti menggunakan dpkg tetapi dilakukan dengan sekali klik. Selain itu, GDebi memiliki kelebihan yakni mampu mencari dependensi dari paket yang diminta kemudian menginstalnya. Pengguna yang suka menginstal paket-paket pihak ketiga akan senang menggunakan GDebi.

    3. Ubuntu Software Center




    Ubuntu Software Center adalah GUI front-end buatan Canonical khusus untuk Ubuntu. Dengan Ubuntu Software Center (USC) pengguna akhir dapat melakukan instalasi paket-paket software secara iconic (bergambar, ber-icon) dengan klik saja. USC dilengkapi fitur dasar ditambah bisa menginstal paket lokal seperti halnya GDebi.

    4. GNOME Software



    GNOME Software adalah sebuah GUI front-end buatan developer GNOME sebagai bagian dari GNOME desktop environment. GNOME Software relatif baru, fiturnya kira-kira setara dengan USC. GNOME Software adalah GUI front-end untuk PackageKit (dijelaskan di bawah).

    5. GNOME PackageKit



    PackageKit adalah sistem universal yang memberikan kemudahan bagi pengguna distro apa pun dengan sistem manajemen paket apa pun untuk menginstal dan meng-upgrade paket-paket sistem. PackageKit memiliki GUI front-end yang bagus yang bernama GNOME PackageKit. Dalam konteks tulisan ini, PackageKit (daemon: packagekitd) adalah front-end untuk APT sedangkan GNOME PackageKit adalah GUI front-end untuk PackageKit. Di luar konteks, PackageKit adalah front-end pula untuk manajer paket distro lain seperti zypp (openSUSE), yum (Red Hat Enterprise Linux), emerge (Gentoo), dan lain-lain. GNOME PackageKit merupakan satu GUI front-end untuk semua distro dalam hal ini. PackageKit dan GNOME PackageKit adalah karya Richard Hughes, seorang maintainer Proyek GNOME. 

    Catatan: jika di lingkungan GNOME ada GNOME PackageKit sebagai GUI untuk PackageKit, maka di lingkungan KDE ada juga KPackageKit (sekarang bernama Apper) yang setara dengan GNOME PackageKit.

    6. Muon Discover



    Muon adalah GUI front-end untuk APT dari Proyek KDE. Muon Discover adalah nama program yang cenderung lebih mirip seperti USC atau GNOME Software. Fitur mereka kurang lebih sama. Intinya, Muon Discover menitikberatkan pada kemudahan untuk pengguna akhir. Muon Discover bisa ditemukan di distribusi yang memakai KDE sebagai bawaan, contohnya Kubuntu.

    Catatan Penulis


    Terima kasih untuk Kang Abu Fakhri Ali atas koreksi mengenai aptitude dan PackageKit untuk tulisan ini pada 5 Juni 2016.

    Referensi